God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
CHAPTER 41 : Kini... Tak ada yg tersisa.



...kembali ke masa depan....


...Kini... AMUN-RA dan DAIN yg menggunakan wujud sosok hitam, saling berhadapan kembali. Namun seketika... Sebuah portal hitam muncul di tengah-tengah mereka berdua, dan keluarlah... Hermes dari dalam portal hitam tersebut....


...Hermes nampak hanya berdiri dan diam di tempat, Sosok hitam yg menyelimuti DAIN kemudian menyuruh Hermes untuk pergi dari sana. Seketika saja... Wujud The true of Hero milik HERMES kembali ia pakai....


...Hermes pun berkata bahwa dirinya tidak akan berpindah dari tempatnya berpijak, dia juga berkata bahwa dirinya juga akan melawan AMUN-RA dan Sosok hitam. AMUN-RA kemudian lanjut berjalan kearah HERMES dan Sosok hitam dengan tanpa ragu....


...Entah bagaimana aku menyebutnya, mereka bertiga kini akan saling berhadapan, Sosok hitam tersebut kemudian melesat kearah AMUN-RA, Hermes tak tinggal diam... Dia menahan serangan Sosok hitam dengan pedang XEROX miliknya....


...Dari belakang... Muncul AMUN-RA dengan tongkatnya yg hendak menyerang HERMES, Hermes berpindah dan Sosok hitam tersebut kembali bertarung dengan AMUN-RA....


...Pertarungan semakin menggila ketika mereka berdua saling beradu senjata mereka masing-masing, HERMES tak tinggal diam... dia pun kembali melesat kearah mereka berdua dan memberikan serangan menggunakan pedangnya....


..."Atomic slash"...


...Sosok hitam tersebut kemudian menyingkir dan serangan dari Hermes pun berhasil mengenai kedua tangan AMUN-RA hingga terputus, sosok hitam tersebut pun mengambil kesempatan itu untuk menghabisi AMUN-RA....


...Dengan membawa sabitnya... Sosok hitam tersebut pun menebas AMUN-RA dari atas kepalanya hingga bawah selangkanga* nya. Dan AMUN-RA pun terbelah menjadi dua....


...dari tebasannya tersebut... AMUN-RA meledak hingga membuat sosok hitam dan HERMES terpental jauh, seluruh area tempat AMUN-RA meledak... rata menjadi pasir, bukan tanah lagi. Di beberapa tempat, sebuah kobaran api tak kunjung padam, membakar area medan perang yg sudah tandus bahkan menjadi Padang pasir....


...Dan kini.... Hanya tersisa DAIN dengan wujud sosok hitam dan HERMES dengan wujud the true of Hero....


...Tak terasa... kini sudah berada di ujung arc....


...Pertarungan penentuan antara DAIN dan HERMES kini tak bisa dihindarkan, hanya ada satu hal yg mengganjal....


...*Apa tujuan kali ini mereka berdua bertarung?*...


...Semua akan terjawab ketika salah satu dari mereka kalah atau bahkan mati....


...Nampak tubuh DAIN yg dilapisi oleh benda hitam kini sudah tak mampu untuk berlama-lama menggunakan wujudnya kali ini. Dengan cepat... HERMES mengambil kesempatan tersebut untuk menyerang DAIN....


...Saat akan sampai dan saat HERMES akan memberikan serangannya pada DAIN, tangan DAIN yg dilapisi oleh benda hitam seketika menahan bilah pedang XEROX. Tak berhenti disana... HERMES berputar dan kemudian menendang DAIN hingga terlempar jauh....


...Benda hitam yg melapisi tubuh DAIN mencoba untuk kembali bangkit, namun seketika... HERMES tiba di depan DAIN dengan membawa pedang XEROX miliknya dan hendak menusuk jantung DAIN....


...Benda hitam yg melapisi tubuh DAIN seketika membuka celah pada dada dan punggung DAIN, HERMES yg tak bisa menarik tangannya yg hendak menusuk dada DAIN... dia pun pasrah dan seketika......


...Pedang XEROX milik HERMES menusuk hingga menembus dada DAIN dan DAIN pun tewas dengan dada yg berlubang hingga ke punggungnya....


...sudah tak terlihat lagi jantung bahkan organ lain dari lubang di dada DAIN, darah terus mengalir layaknya air dari sumber mata air. Perlahan berubah warnanya yg semula berwarna merah menjadi hitam....


...Benda hitam yg melapisi tubuh DAIN seketika kembali masuk kedalam sabit terkutuk, terlihatlah DAIN yg sudah tewas dengan darah yg mengalir dari mulut, hidung bahkan telinganya....


...DAIN tewas dengan mata terbuka....


...Perlahan-lahan... HERMES melepas wujudnya dan memeluk tubuh DAIN tewas dalam keadaan duduk bersimpuh....


...HERMES melepas pelukannya dan mengambil sabit terkutuk, dia membawanya cukup jauh dari tempat mayat DAIN, kemudian... dia menyegel sabit terkutuk tersebut menggunakan sihir tingkat tertinggi....


...Saat HERMES selesai melakukan hal tersebut... dia kembali berjalan untuk segera pergi dan pulang ke tempat tinggalnya. dia nampak tidak baik-baik saja, tangannya gemetar dan pedang XEROX miliknya terjatuh ketanah....


...Karena dia sudah kehabisan tenaga bahkan energi sihir, dia pun jatuh tersungkur, nafasnya mulai tak teratur... penglihatannya mulai kabur, rambutnya memutih dan kulitnya mulai berkeriput....


...Di detik-detik terakhirnya... dia berkata......


..."Bartholomew... kapan kau akan kembali? dunia kali ini benar-benar membutuhkan sosok pahlawan seperti mu, aku hanyalah pengganti mu, tugas ku telah selesai... jiwa ku akan selalu menanti hari dimana kau kembali bangkit."...


...Dan HERMES pun menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengatakan hal tersebut....


...dan ternyata... HERMES adalah sosok reinkarnasi dari Vin yg merupakan sahabat sekaligus rekan Bartholomew....


...ARC SANG PANGERAN KEGELAPAN... TELAH SELESAI!!...


...Dalam sebuah dimensi tempat iblis bersemayam di dalam sabit terkutuk.... Sosok hitam yg menemani iblis tersebut terlihat seperti memegang sesuatu....


..."Aku berhasil... kunci kedua... kini telah berada di tanganku"...


...Mendengar hal tersebut dari sosok hitam, sang iblis tersenyum dan berkata......


..."Berikutnya... jangan terlalu kasar pada pemegang kunci ketiga, bisa saja dia orang yg mampu mengendalikan emosi kita."...


...Sosok hitam tersebut menjawab bahwa dirinya akan lebih lemah lembut pada sang kunci ketiga....


...TOO BE CONTINUED....