
di suatu tempat sibuta arah itu berada, yg aku maksud DAIN.
dia berada disebuah hutan belantara dekat kekaisaran.
DAIN : "beberapa menit lalu aku melihat jelas sebuah kota besar, dan sekarang... AKU DIMANA INI SIALAAANNNN!!!!!"
suaranya menggema diseluruh hutan belantara yg membuat para monster dan hewan buas berdatangan ke tempatnya berada, yg membuatnya terpaksa harus kabur.
dia berlari mengelilingi hutan belantara tersebut, tak lama, terdengar suara yg menggema dikepalanya, suara nya nampak seperti seorang perempuan, suara itu menuntun DAIN keluar dari hutan belantara.
DAIN : "suara siapa itu?"
ucapnya dengan terengah-engah.
karena tak mempedulikannya, ia kembali mencari jalan untuk pergi ke KEKAISARAN QOINET.
tak lama, suara itu kembali menggema dikepala DAIN yg membuatnya kesakitan. Lagi-lagi, suara itu menuntun DAIN pergi mencari jalan menuju KEKAISARAN.
DAIN yg masih bisa menahan sakit kepala yg diakibatkan oleh suara yg menggema dikepalanya, berjalan sesuai dengan apa yg suara itu katakan.
DAIN sedikit kesulitan berjalan sambil menahan rasa sakit kepalanya, seketika, tubuhnya bergerak dengan sendirinya, dia berjalan menyusuri pinggiran hutan menuju sebuah jalan yg mengarah ke KEKAISARAN.
??? : "serahkan saja padaku."
setelah suara seorang perempuan selesai berbicara, DAIN tak sadarkan diri, namun tubuhnya tetap berjalan.
sore harinya, dia terbangun dalam keadaan terbaring dibawah pohon didalam pintu gerbang KEKAISARAN. ia kebingungan karena tidak tau apa yg terjadi padanya.
tak lama, seorang ksatria menghampiri nya.
??? : "kau sudah bangun rupanya, apa kau sakit?"
tanya ksatria tersebut.
DAIN : "aku tidak apa-apa, ngomong-ngomong siapa kau?"
??? : "kau lupa? yah wajar saja, mungkin kepalamu terbentur saat terjatuh tadi, namaku Toni, penjaga gerbang."
DAIN menanyakan apa yg terjadi pada dirinya, dan kenapa dia bisa masuk kedalam gerbang tanpa sadar, ksatria tersebut pun menjelaskannya.
Toni : "ketika kau melewati gerbang, kau tiba-tiba saja pingsan, tenang saja, kau sudah membayar biaya masuk nya."
DAIN sedikit kaget karena merasa tidak melakukan apa-apa, dia mengingat bahwa dia tidak sadarkan diri ketika menuju KEKAISARAN.
tiba-tiba, sesuatu menggema ditelinga kanan DAIN hingga membuatnya berteriak kesakitan, ketika suara menggema itu hilang, darah mulai mengalir dari telinganya dan membuatnya kembali tak sadarkan diri.
Toni yg melihat DAIN kembali tak sadarkan diri, membawanya pergi untuk mengobati luka ditelinganya, dia berlari sambil menggendong DAIN di punggungnya, seseorang yg membantu Toni, juga ikut berlari dengan membawa sabit milik DAIN.
seorang laki-laki yg terlihat dari jendela kadetral, yg mengenakan jubah serba putih, tersenyum dan mengatakan.
??? : "sepertinya Tuhanku sudah mulai bergerak, hehehahahaha."
Toni dan temannya membawa DAIN ke rumahnya yg tak jauh dari pintu gerbang KEKAISARAN.
beberapa hari kemudian, DAIN terbangun dalam keadaan terbaring lemah dirumah Toni.
DAIN : "dimana ini?"
ucapnya sambil memegang kepalanya.
Toni : "kau sudah baikan?"
ucapnya sambil menghampiri DAIN.
DAIN : "kepalaku sedikit sakit, dan entah kenapa pendengaran ku sedikit terganggu."
Toni pun menjelaskan apa yg terjadi pada DAIN.
DAIN : "aku tetap tidak bisa mengingat kalau aku melakukan hal itu, yg aku ingat, aku keluar dari hutan belantara dan tiba-tiba kepalaku sakit, dan yaah aku tak mengingat apapun lagi."
Toni : "jadi maksudmu kau dirasuki oleh sesuatu yg membawamu ke kerajaan ini?"
DAIN : "mungkin saja, aku tidak bisa berlama-lama disini, aku harus mencari temanku.
setelah mengatakan hal itu, dia berusaha berdiri namun terjatuh.
dia masih tetap memaksakan dirinya untuk bergegas mencari GETSU. namun hal itu tidak dia ceritakan pada orang lain.
sementara itu disuatu tempat dikastil KEKAISARAN, beberapa orang sedang mengadakan rapat yg diantaranya, paus gereja, komandan ksatria, 2 orang bangsawan dan seseorang yg mengenakan topeng perak.
KomTria : "apa dia menerima berkah darinya?"
Paus : "aku rasa tidak, jika dia menerima berkah darinya, dia pasti memiliki aura keemasan yg menyelimuti seluruh tubuhnya."
Bangsawan 1 : "tenang saja tuan, aku akan turut membantu secara keseluruhan rencana ini, hihihi."
Bangsawan 2 : "aku juga akan membantu."
??? : "jadi, kita katakan pada para boneka kita untuk jangan sampai dia lepas dari kerajaan ini.
kembali ke tempat DAIN.
dia tetap bersikeras untuk pergi dari kerajaan.
Toni : "sudah ku bilang, menginap lah disini sementara waktu sampai kondisimu lebih baik."
DAIN : "aku... tidak bisa... menunggu lebih lama lagi."
ucapnya dengan terengah-engah berusaha berjalan.
DAIN : "aku... sudah baik-baik... saja."
tiba-tiba dia terjatuh lagi saat berusaha berjalan.
Toni : "kau sangat memaksa sekali, setidaknya malam ini kau beristirahat disini, jika kau memang sangat ingin pergi, besok aku akan membantumu."
DAIN yg mendengar omongan tersebut, hanya bisa menurutinya.
DAIN : "baiklah, tapi hanya untuk malam ini saja."
beberapa saat kemudian, Toni menghampiri nya dengan membawa sedikit makanan.
Toni : "maaf ya, aku hanya punya ini, tapi setidaknya perutmu tidak kosong."
ucapnya sambil memberikan makanan pada DAIN.
DAIN : "ini sudah cukup, jangan terlalu dipikirkan."
Toni : "ngomong-ngomong, siapa namamu? dan kenapa kau datang ke kerajaan?"
ucapnya sambil duduk didekat DAIN.
DAIN : "aku... aku Noir, dan alasanku datang kesini sudah aku bilang berkali-kali padamu bukan?"
DAIN : "(sial, aku terpaksa harus mengganti nama ku berkali-kali)"
ucap dalam pikirannya.
Toni : "memangnya seperti apa temanmu? dan siapa namanya?"
DAIN : "kenapa kau sangat ingin tau hal pribadiku?"
Toni : "siapa tau aku bisa membantumu, keras kepala!"
DAIN : "sudahlah, aku tak ingin membahasnya, bukan maksud menyembunyikan nya, tapi aku hanya tidak suka ketika hal pribadiku dikaitkan dengan orang lain."
Toni : "baiklah, aku tidak akan membahas nya lagi tentang temanmu itu."
mereka berdua melanjutkan makan malam sederhana mereka.
ketika tengah malam nya saat Toni tertidur pulas, DAIN yg belum tidur, sedang duduk dilantai, sepertinya dia kembali mencoba menghubungi iblis yg bersemayam di sabit nya.
DAIN : "woy, iblis! aku ingin berbicara padamu, aku mohon datanglah."
ucap dalam kesadaran nya mencoba masuk kedalam ruang gelap.
tak lama, iblis itu muncul dalam bentuk yg sama seperti saat menemui ROGER.
iblis : "Yo! ada apa mencari ku? apa kau menginginkan kekuatan ku untuk menghancurkan kerajaan ini?"
DAIN : "hah? untuk apa aku melakukan hal itu, dan juga, apa ini wujudmu yg sebenarnya?"
iblis : "menurutmu? (dia sama sekali tidak panik ketika aku muncul, apa mungkin dia tau kalau bentuk ini aku buat menggunakan sihir?)"
ucap dalam pikirannya.
DAIN : "aku rasa tidak, mungkin auranya sangat padat, tapi entah mengapa aku tidak merasakan kehidupan dalam dirimu yg didepan ku ini."
iblis : "hahahaha. (sudah kuduga dia bisa merasakan energi kehidupan, ini akan sedikit merepotkan bagiku)"
mereka mengobrol cukup lama dan...
TOO BE CONTINUED.