God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
Chapter 10 : AKU AKAN MEMBANTUMU



DAIN terkapar tak sadarkan diri di gubuk kecil tempat FINA tinggal bersama ibunya.


tak lama kemudian, FINA yg baru saja kembali berbelanja, mendengar suara ibunya yg berteriak.


FINA berlari ke dalam gubuknya untuk melihat keadaan.


FINA : "ada apa ibu?"


FINA melihat ibunya yg terjatuh dari kasur yg sedang membangunkan DAIN.


FINA : "kenapa dengan kak GENZO? apa yg terjadi?"


LANY : "ibu tadi sedang diperiksa olehnya, tapi entah kenapa dia kesakitan dan tiba-tiba pingsan."


FINA : "kak GENZO, bangunlah! kak GENZO!"


DAIN tetap pingsan beberapa lama digubuk itu cukup lama, ditengah malam, DAIN yg tertidur digubuk FINA, sadarkan diri.


DAIN : "apa yg terjadi padaku? kepalaku pusing."


DAIN memegang kepalanya, lalu melihat sekitar.


terlihat, FINA yg tertidur didekat ibunya yg sedang tidur di ranjang bobrok.


DAIN : "berapa lama aku disini? gawat! ROGER pasti menungguku disana."


FINA tiba terbangun karena mendengar suara DAIN.


FINA : "kak GENZO! Kakak sudah bangun rupanya."


DAIN : "sudah berapa lama aku disini, apa yg terjadi padaku?"


FINA : "aku tidak tau, ketika aku sampai dirumah, ibuku terjatuh dari ranjangnya dan sedang berusaha membangunkan kakak, apa kakak tidak mengingat kenapa kakak pingsan?"


DAIN : "pingsan?"


DAIN teringat kembali apa yg terjadi padanya beberapa saat lalu.


DAIN : "(ini pasti karena dia, dia muncul tanpa harus aku yg berusaha mencarinya)"


ucap dalam pikirannya.


FINA : "kak?"


DAIN : "ah, maaf FINA, aku tadi pingsan karena pusing, kepalaku sangat sakit hingga aku tidak bisa menahannya, maafkan aku yah."


FINA : "tidak apa-apa kak, yg penting Kakak sudah baik-baik saja kan?"


DAIN : "sudah baikan kok, tenang saja."


FINA : "oh Iyah, barang belanjaan yg kakak minta sudah aku beli, apa aku perlu memasaknya sekarang?"


ucapnya sambil bangun dari duduknya.


DAIN : "tidak perlu, itu untukmu, jika kamu ingin masak, besok saja, sekarang aku tidak lapar, lagipula ibumu juga sedang tidur pulas."


ucapnya sambil berusaha berdiri.


DAIN : "aku akan berjaga diluar, kamu lanjutkan tidurmu."


DAIN mengambil sabitnya yg terbaring didekatnya dan pergi keluar untuk berjaga, tak lama dia hanya berdiam diri sambil memikirkan bagaimana cara untuk berinteraksi dengan sosok yg berada di dalam sabitnya itu.


DAIN : "(dia tadi berbicara dikepalaku, artinya dia bisa saja menguasai tubuhku ini cepat atau lambat, aku harus bisa menguasainya lebih dulu)"


ucap dalam pikirannya.


tak lama, FINA juga keluar dan membawa segelas minuman hangat.


DAIN : "eh? apa kau tidak tidur?"


FINA : "Iyah, ini untuk kakak, maaf hanya bisa menyuguhkan teh herbal seperti itu, dan maaf juga, aku hanya memiliki gelas yg terbuat dari kayu itu."


ucapnya sambil memberikan teh hangat kepada DAIN.


DAIN : "ini sudah cukup untukku, terimakasih."


mereka berdiri berdampingan sambil menatap langit.


FINA : "malam ini sangat dingin sekali yah kak."


DAIN : "kau benar."


FINA yg sedang menatap langit, dipakaikan jaket kulit milik DAIN.


FINA: "eh? tidak perlu kak, kakak pakai saja."


DAIN : "pakai saja untuk malam ini, kau bisa sakit jika tidak mengenakan pakaian tebal."


FINA : "tapi kakak bagaimana?"


DAIN : "tidak apa-apa, pakaian ku ini sudah cukup tebal."


FINA : "terimakasih kak."


ucapnya sambil malu-malu.


DAIN meminum teh hangat pemberian FINA, dan mengatakan


DAIN : "aku tidak tau apakah aku akan menetap di kota ini atau tidak, jadi selama aku masih disini, kau harus bisa menjaga kesehatan agar tetap bisa bekerja untuk ibumu, aku juga akan berusaha membantumu."


FINA : "kakak tidak perlu repot-repot seperti itu, aku yakin aku pasti bisa menyembuhkan ibuku."


ucap DAIN sambil tersenyum pada FINA.


FINA : "siap kak! hehe."


mereka masih berdiri berdampingan sambil menatap langit malam yg dipenuhi bintang.


sedangkan di tempat HERMES berada.


terlihat dari kejauhan, HERMES sedang bekerja di ladang, tak lama kemudian, beberapa warga desa menghampiri HERMES.


WARGA 1 : "HERMES! istirahat dulu, kami sudah membawa makanan untukmu."


WARGA 2 : "jika kau bekerja terlalu keras, istrimu akan memarahi mu loh."


HERMES berjalan kearah warga.


HERMES : "ayolah paman, aku kan masih jomblo, memangnya siapa yg akan menikah? dan juga memang ada orang yg bersedia menikah denganku, warga desa kan kebanyakan laki-laki nya."


WARGA 2 : "hahahaha, itulah salah satu alasan tidak ada yg bersedia menikah denganmu."


WARGA 1 : "sudahlah, ayo kita makan, HERMES! cepatlah basuh dirimu, aku akan menyiapkan makanan nya."


HERMES : "baik paman!."


HERMES berlari untuk membasuh diri.


WARGA 1 : "padahal ayah dan ibunya dulu hanya orang biasa, entah kenapa anaknya menjadi luar biasa."


WARGA 2 : "kau benar, apa kau ingat ketika beberapa utusan desa sebelah yg datang ke desa kita? beberapa gadis muda desa itu selalu memperhatikan HERMES, bahkan gadis itu dengan malu-malu juga perhatian padanya."


HERMES : "apa yg paman bicarakan?"


tak disadari, HERMES berada dibelakang beberapa warga tersebut.


WARGA 2 : "ehh? sejak kapan kau disitu? bukannya kau ke arah sana?"


ucap warga sambil kaget dan menunjuk arah sebaliknya/arah menuju desa.


HERMES : "baru saja, aku berlatih menyembunyikan keberadaan, hehe, bagaimana? hebat tidak?"


WARGA 1 : "saking hebatnya kau membuat kami terkejut."


WARGA 2 : "jangan lakukan itu lagi, bisa-bisa aku terkena serangan jantung loh!"


HERMES : "hehe, maaf paman, aku janji tidak melakukannya lagi, kalau lupa aku akan berjanji lagi."


ucapnya sambil tersenyum.


WARGA 2 : "ampuni aku."


WARGA 1 : "sudah-sudah, ayo makan.


HERMES : "baik paman."


mereka bertiga duduk untuk makan siang, dan berbincang-bincang.


tak terasa, waktu sudah menjelang petang, HERMES dan beberapa warga tersebut berjalan pulang kerumah masing-masing.


WARGA 2 : "tidurlah yg nyenyak, besok kita akan membuat menara archer di gerbang pintu masuk."


WARGA 1 : "sampai jumpa HERMES!"


HERMES : "baiklah, sampai jumpa paman."


mereka pun berjalan pulang kerumah masing-masing.


HERMES yg tiba dirumah, seketika merasa lelah, menatap isi rumahnya yg hanya satu ruangan saja, terlihat sebuah kasur dibelakang, meja dan beberapa kursi kayu yg disampingnya tempat tungku api.


HERMES : "kenapa setelah mendengar kata mereka, aku malah jadi kesepian seperti ini? haah."


tanya nya pada dirinya sendiri.


HERMES berjalan ke sebuah kursi lalu duduk disana.


HERMES : "memangnya sepenting itukah seorang wanita di kehidupan pria? HAH? apa jangan-jangan aku penyuka sesama jenis?"


eh? kenapa anak polos sepertinya bisa berpikir seperti itu? ehem- tanya nya pada dirinya sendiri.


HERMES : "tidak- tidak mungkin, yaah semoga saja aku menemukan jodohku nanti, jika tidak ya sudah, aku akan membersihkan diri lalu tidur."


ucapnya sambil keluar dari rumahnya untuk membersihkan diri.


tak lama, HERMES yg selesai membersihkan diri, masuk kedalam rumahnya dan melihat kearah pedang yg digantung diatas meja kecil dekat kasurnya.


HERMES : "aku belum tau alasan dia memberikan pedang nya itu orang sepertiku, daripada memikirkan itu, lebih baik aku tidur nyenyak agar besok semangat kembali bekerja."


ucapnya sambil rebahan di kasur.


HERMES : "selamat tidur ayah, ibu."


ia pun tertidur.


disebuah planet kecil didekat matahari, terdapat sebuah benteng dan kastil cukup besar, dan pemilik tempat itu adalah sang dewa matahari, QWOR! yg sedang duduk di singgasana nya, mengenakan zirah kain merah yg bermotif matahari berwarna kuning ke-emasan, dan dikepalanya, terdapat sebuah mahkota yg mengambang dan terbuat dari api merah menyala.


dilihat dari ekspresi nya, ia sedang tidak senang dan sedang memikirkan sesuatu, beberapa pelayan muda didekatnya merasa seperti terintimidasi olehnya, apa yg dipikirnya hingga seperti itu?


TOO BE CONTINUED.