God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
CHAPTER 52 : Gadis dan 4 Pahlawan baru.



...Lanjutan Chapter sebelumnya....


...Dengan sekuat tenaga... Ana berlari mengejar rombongan kereta kuda yg ditumpangi oleh 4 pahlawan baru menuju sebuah kadetral di kota FONTAINE....


...Di depan gerbang kadetral nampak juga sudah banyak prajurit dan penduduk kota menyambut kedatangan ke-empat pahlawan tersebut....


...Ana seketika melompat keatas kereta kuda dan bersembunyi diatasnya, rombongan tersebut telah memasuki gerbang, kedatangan ke-empat pahlawan tersebut disambut oleh seorang biarawan dan biarawati tepat diteras kadetral....


...Ke-empat pahlawan tersebut dikalungi ikat bunga, layaknya seperti prosesi kedatangan seorang bangsawan, ke-empat pahlawan tersebut nampak ceria, ke-empat pahlawan dan beberapa biarawan dan biarawati pun masuk kedalam kadetral....


...Saat kereta kuda tempat Ana bersembunyi hendak pergi, Ana segera pergi dan mencari tempat yg cocok untuk masuk kedalam kadetral....


...Di posisi ke-empat pahlawan tersebut.......


...Mereka melewati koridor kadetral yg dihiasi dengan beberapa bendera. Salah satu dari 4 pahlawan itu bertanya tentang bendera-bendera yg berkibar di dinding koridor kadetral....


...Para biarawan dan biarawati menjawab bahwa bendera yg dipajang tersebut adalah bentuk persaudaraan dari berbagai kota yg dulunya belum bergabung dalam negara kesatuan....


...Ke-empat pahlawan tersebut diantar kesebuah ruangan yg cukup luas untuk mereka berempat beristirahat. Setelah ke-empat pahlawan tersebut telah masuk, para biarawan dan biarawati itu pun pergi....


...Ke-empat pahlawan tersebut menunjukkan ekspresi serius mereka sembari memanggil seseorang yg sedang bersembunyi untuk menampakkan diri, salah satu dari mereka berempat juga berkata bahwa percuma saja untuk bersembunyi karena mereka berempat mengetahui lokasi seseorang yg bersembunyi tersebut....


...Ana pun muncul dari langit-langit ruangan dan turun ke bawah mendekati ke-empat pahlawan tersebut....


...Mereka berempat pun bertanya siapa Ana tersebut, darimana asalnya dan bagaimana Ana bisa masuk kedalam kadetral. Ana membalas pertanyaan mereka berempat dengan sebuah pertanyaan juga, yaitu tentang sejak kapan mereka berempat tau bahwa Ana bersembunyi....


...Ana tersenyum dan berkata......


..."Hebat juga kalian, padahal aku sudah menyembunyikan hawa keberadaan ku, meskipun aku belum cukup terlatih melakukan hal itu."...


...Ucapnya....


...Dan Ana pun menjawab bahwa dirinya hanya gadis remaja biasa yg berasal dari benua lain, ana juga menjawab jika dia masuk melalui pintu depan tentu saja akan sangat beresiko, maka Ana pun mencari celah sekecil lubang tikus untuk masuk kedalam kadetral....


...Salah seorang pahlawan berkata Ana telah berbohong, ana pun kembali bertanya tentang bagian manakah yg berkata dirinya telah bohong, Pahlawan tersebut pun berkata jika memang benar Ana hanya gadis biasa, tidak mungkin baginya membawa sesuatu yg sangat kuat di punggungnya....


...Ana pun dengan polosnya menunjukkan sabit yg digendongnya....


...Salah satu pahlawan lainnya pun kaget ketika melihat sabit yg Ana pegang tersebut, dirinya juga bertanya pada Ana apakah sabit tersebut dahulunya milik pahlawan yg berasal dari benua tetangga. Ana pun hanya menjawab bahwa dirinya tak sengaja menemukan sabit tersebut ketika berkelana disebuah lokasi tanah tandus yg dimana lokasi tersebut adalah perbatasan antara kekaisaran QOINET dan kerajaan CELESTIAL....


...Ana pun kembali mengajukan pertanyaan tentang bagaimana bisa pahlawan tersebut (yg sebelumnya bertanya tentang DAIN) bagaimana bisa ia tau asal usul dari sabit yg Ana pegang....


...Pahlawan tersebut pun menjawab jika dirinya 17 tahun yg lalu pernah berpetualang bersama dengan orang yg menggunakan sabit tersebut, pahlawan tersebut pun memperkenalkan dirinya yaitu... Andi....


...TOO BE CONTINUED....


...Selanjutnya... Perjalanan bersama....