God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
Chapter 14 : AKU MOHON, SESEORANG BANTU AKU!



puluhan prajurit berkuda dengan armor baja full body, datang ke desa tersebut. Ketua prajurit yg melihat kerumunan warga berhenti dan...


Ketua : "SEMUANYA BERHENTI!!!"


ucapnya sambil berteriak pada para pasukan nya.


puluhan prajurit berhenti dan Ketua prajurit yg mengenakan armor baja berwarna keemasan, menghampiri para warga desa.


KADES : "ada apa tuan ksatria datang ke desa kecil kami?"


Ketua : "kami sedang melakukan pengejaran terhadap seorang buronan? apa kalian melihat seorang pemuda memakai pakaian serba biru?"


ucapnya sambil menghampiri kepala desa.


KADES : "selama 2 Minggu terakhir ini, tidak ada sama sekali pengunjung dari luar desa, jika buronan yg anda maksud tadi datang ke desa kami, kami berjanji akan sekuat mungkin untuk menangkapnya, dan segera membawanya ke tuan Ksatria."


Ketua : "baiklah, terimakasih atas partisipasinya, ngomong-ngomong desa apa ini? dan apa yg kalian lakukan hingga berkumpul sebanyak ini?"


KADES : "ah, ini adalah desa ruzoth, kami sedang mendiskusikan tentang hasil panen kami bulan lalu, kami berencana untuk menjual ke kota, namun karena masih kurang banyak, kami berencana untuk menjualnya bulan depan."


Ketua prajurit itu melihat sekitar dan melihat sebuah penjara kayu dibelakang para warga.


Ketua : "kalau boleh tau, kenapa benda itu ada disitu?"


KADES : "ahh? itu karena babi hutan yg kami tangkap kemarin lepas, mungkin karena para pemburu didesa kami lupa untuk menguncinya, hahaha."


ucapnya sambil memaksakan tersenyum.


Ketua prajurit yg tak percaya, berjalan kearah penjara kayu dan memeriksanya.


Ketua : "bukankah jika babi hutan itu kabur, seharusnya pintu nya akan sedikit rusak?"


salah satu warga yg cukup pintar, berhasil menjawab pertanyaan ketua prajurit itu.


WARGA 1 : "mungkin saja, ketika tengah malam, pintunya itu sedikit kendor dan terbuka sedikit, babi hutan sekarang sudah cukup pintar nampaknya yah, hingga bisa membuka pintu itu, hahaha."


ucapnya sambil memaksakan tersenyum.


Ketua prajurit itu melihat bercak darah, dia kemudian masuk dan memeriksa bercak darah itu menggunakan sihir pendeteksi.


Ketua prajurit itu keluar dan menuju kudanya, warga yg melihatnya sedikit lega karena berpikir Ketua prajurit itu percaya, namun...


dirumah kepala, pemuda dan 2 orang warga laki-laki yg bersembunyi sedang berbisik-bisik.


WARGA 1 : "jika saja bukan perintah kepala desa, mungkin kami sudah menyerahkan mu kepada para prajurit itu."


??? : "aku minta maaf karena menyebabkan keributan, dan aku juga berterimakasih karena sudah membantuku."


WARGA 2 : "jangan dipikirkan, ngomong-ngomong siapa namamu anak muda?"


GETSU : "namaku GETSU."


kedua warga tersebut kaget mendengarnya.


WARGA 1 : "kau GETSU sang rekan pahlawan itu?"


WARGA 2 : "tidak mungkin, beberapa bulan lalu kau dikabarkan dihukum mati karena melakukan pembunuhan berencana pada rekanmu sendiri, apa kau berhasil lolos?"


WARGA 1 : "tunggu dulu, jadi tuan ROGER berbohong pada seluruh penduduk di benua ini?"


GETSU : "jujur saja, aku dikhianati olehnya, ceritanya cukup panjang, ketika para prajurit itu pergi, aku akan menceritakan semuanya pada kalian."


WARGA 1 : "kami pegang kata-kata mu."


ditempat para prajurit dan warga berkumpul...


kepala desa dan beberapa warga yg berbohong pada para prajurit itu sedikit lega karena berpikir Ketua prajurit percaya pada kebohongan mereka, namun...


Ketua : "kalian harus mengetahui beberapa hal, kami tidak suka jika ditipu, karena kami adalah ksatria suci yg diperintahkan langsung untuk menangkap buronan kami, dan kami tidak akan segan-segan untuk menyingkirkan semua orang yg melindungi buronan itu!"


para warga desa yg mendengarnya, seketika kaget dan sedikit ketakutan, namun mereka hanya bisa menunduk dan diam mendengarnya.


tak lama, prajurit itu memberikan perintah kepada para pasukannya...


Ketua : "SEMUANYA! HABISI MEREKA!!


PARA PRAJURIT : "SIAP KETUA!!"


para warga yg mendengar itu, lari berhamburan, para prajurit itu mengejar para warga dan menghabisi mereka satu persatu menggunakan pedang nya sambil menunggangi kuda mereka.


dengan keji, mereka juga tak segan-segan menghabisi para anak-anak, maupun bayi sekalipun.


ada juga yg membakar rumah-rumah mereka, mereka yg terjebak didalam rumah, dari luar, prajurit itu membakar rumah tersebut.


kepala desa yg lari kerumahnya, berhasil ditebas dibagian punggungnya oleh ketua prajurit.


2 warga yg melihat dari sela-sela pintu rumah kepala desa, ketakukan, GETSU dengan cepat-cepat menggunakan sihir recovery untuk mengobati lukanya, tak lama setelah dia selesai mengobati lukanya, ia bangun dan mencari senjata apapun yg bisa untuk melawan para prajurit itu.


GETSU melihat sebuah garpu tani, mengambil nya dan pergi keluar dari rumah kepala desa itu.


GETSU : "woy kepa**t! aku disini, dan hadapi aku!"


ketua prajurit yg menusuk punggung kepala desa menggunakan salah satu pedangnya, menghentikan serangannya, kemudian melirik dengan tatapan tajam kearah GETSU.


GETSU bersiap dan melakukan kuda-kuda untuk bertarung.


GETSU : "akhirnya kalian menunjukkan wajah kalian yg sebenarnya, meskipun aku keluar sejak awal, kalian juga akan tetap menghabisi para warga itu, dasar anj*** kadetral!"


ketua prajurit yg mendengarnya, kesal dan berlari menuju GETSU untuk menyerangnya, namun serangannya berhasil ditahan.


Ketua : "tarik kata-kata mu itu, manusia laknat! aku adalah ksatria suci yg sudah diakui oleh sang biarawati."


ucapnya sambil melihat GETSU dengan tatapan marah.


GETSU : "sang biarawati? ahh, maksudmu patung perempuan yg wajahnya ditutupi kain hitam itu? aku yakin wajahnya pasti dipenuhi kotoran sapi dan beberapa ulat menggeliat."


ketua prajurit yg kembali mendengar hal itu dari mulut GETSU, semakin marah dan mengeluarkan aura putih keemasan.


Ketua : "baiklah, akan aku habisi kau disini, bersama para warga tak beriman itu."


GETSU : "coba saja kalau bisa, haha."


ucapnya sambil tertawa.


Ketua prajurit yg semakin marah, menyerang GETSU dengan tebasan dari samping, namun berhasil ditahan menggunakan garpu tanah, ketua prajurit menghindar kebelakang, seketika, GETSU melemparkan garpu tanahnya sekuat tenaga kearah ketua prajurit, namun berhasil dihindari, garpu tanah yg terlempar sangat cepat, berhasil mengenai kepala prajurit lain yg ingin membunuh seorang warga wanita yg menggendong bayi menggunakan tombak.


dengan cepat, GETSU pergi kearah prajurit yg tewas untuk mengambil tombak prajurit yg tewas tersebut.


GETSU : "pergilah nyonya, kabur sejauh mungkin, jangan pernah melihat kebelakang, bawa dirimu dan anakmu pergi dari sini, aku yg akan mengurus sisanya."


WARGA P : "terimakasih."


wanita tersebut lari sambil menggendong bayi nya, namun tak lama, dari persimpangan jalan di desa itu tiba-tiba seorang prajurit berkuda yg membawa tombak, berhasil menghabisi wanita itu, bayinya yg terjatuh, menangis dengan kencang.


GETSU yg melihatnya, marah dan melempar tombaknya kearah prajurit yg ingin menghabisi bayi itu hingga menembus kepalanya.


tak berhenti disitu, GETSU menghampiri prajurit yg tewas dan menusuknya dengan tombak di kepalanya berkali-kali.


ketua prajurit yg melihat brutalnya GETSU, tiba-tiba dia bertepuk tangan.


Ketua : "hahaha, kau hebat, ini akan menjadi sebuah bukti yg hebat, bahwa kau benar-benar seorang buronan keji."


GETSU mengabaikan omongannya, dan membawa bayi tersebut dengan cepat kerumah kepala desa.


GETSU menyerahkan bayi itu pada kedua warga yg ada didalam rumah kepala desa.


GETSU : "pegang bayi ini untukku, jangan kemana-mana, aku akan mengurus mereka."


WARGA 1 & WARGA 2 : "baik, berhati-hatilah."


GETSU : "iya."


ucapnya dengan tenang sambil keluar dari rumah kepala desa itu.


GETSU menutup pintu rumah kepala desa dan menggunakan sihir shield untuk melindungi rumah tempat mereka bertiga berlindung.


GETSU : "sekarang aku bisa menghabisi mu dan seluruh pasukan mu dengan mudah.


ketua prajurit yg mendengarnya, kesal dan berlari menuju GETSU, lalu ia berusaha menebas lehernya, tapi dengan cepat, GETSU berhasil menahannya dengan gagang tombaknya.


ketua prajurit lagi-lagi menghindar kebelakang, tapi dengan cepat, GETSU berusaha menusuk dada ketua prajurit itu, tapi terhasil ditahan dengan menggunakan kedua pedangnya.


ketua : "akan aku layani kau seserius mungkin."


GETSU : "maju sini, jangan banyak omong seperti ketua prajurit yg sudah aku habisi sebelumnya."


mendengar hal itu, ketua prajurit mulai membabi buta menyerang GETSU, dengan lihainya, GETSU berhasil menghindar dan juga menyerang ketua prajurit itu, mereka bertarung secara brutal, menghancurkan rumah warga yg baru saja dibakar oleh para prajurit lain.


disisi lain, ditempat kedua warga yg berada di dalam rumah kepala desa...


WARGA 1 : "semoga saja dia selamat."


WARGA 2 : "aku juga akan berdoa untuk keselamatan kita dan bayi ini.


ucapnya sambil menggendong bayi itu.


WARGA 1 : "apa yg sebenarnya terjadi?"


WARGA 2 : "apapun itu, semoga saja tidak berlangsung lama, jika tidak, dimasa depan nanti, anak cucu kita akan juga merasakan hal yg serupa seperti yg kita alami saat ini.


ditempat lain didesa ruzoth, beberapa warga yg berhasil bersembunyi diloteng dirumah mereka, sangat ketakutan dan para anak-anak yg menangis, mulut mereka ditutup agar suara tangisan mereka tidak terdengar oleh para prajurit.


GETSU dan ketua prajurit yg masih bertarung secara brutal, masih belum berhenti, para prajurit yg juga berhasil dihabisi oleh GETSU, terkapar tak bernyawa ditanah bersama kuda mereka.


GETSU menyerang ketua prajurit menggunakan combo sihir angin yg dia aliri ke bilah tombaknya, namun serangannya berhasil ditebas oleh ketua prajurit menggunakan kedua pedangnya.


GETSU kembali menyerang ketua prajurit dengan menendang batu kecil kearah ketua prajurit tersebut, namun berhasil ditebas, batu yg berhasil ditebas ternyata adalah sebuah gumpalan tanah, tanah itu hancur dan menutupi penglihatan ketua prajurit.


GETSU, dengan cepat menusuk dada ketua prajurit hingga tembus kebagian punggungnya yg juga berhasil menghancurkan jantung ketua prajurit tersebut hingga tewas terkapar ditanah.


karena sisa-sisa prajurit yg masih selamat, GETSU mengejar mereka dan menghabisi mereka satu persatu dengan menusuk dadanya, hingga menebas leher mereka menggunakan tombaknya.


setelah semua prajurit berhasil ia habisi, GETSU yg mengalami banyak luka disekujur tubuhnya, ia juga kehabisan tenaga dan MANA untuk bergerak, sehingga membuat nya pingsan.


TOO BE CONTINUED.