God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
CHAPTER 40 : RAGNAROK end.



...Mengapa Bartholomew dan Vin menyatakan perang kepada para dewa?...


...Jawabannya......


...*Kilas balik ketika Bartholomew dan Vin yg berada di ruang kerja mereka untuk menyusun rangkaian dari alat yg akan mereka gunakan untuk pergi ke luar angkasa.*...


...Terlihat Bartholomew yg mengambil sebuah buku untuk mencari referensi atau petunjuk untuk menyelesaikan proyeknya tersebut. Ia membuka halaman per halaman dengan pelan hingga menemukan sebuah halaman yg ditandai dengan lipatan....


...Dia menemukan sebuah cerita yg melanjutkan cerita dari si penulis buku tersebut pada chapter sebelumnya....


...Dan disana tertulis......


..."*Hai, kau bertemu denganku lagi! Ya sebenarnya hanya tulisan yg kau jumpai, tapi... kali ini aku hanya akan memberitahukan mu sebuah kebenaran tentang apa yg ku alami dan kebenaran dunia ini. Para dewa adalah kepar*t yg hanya suka bermain-main. Aku pernah bilang padamu bahwa diriku berasal dari dunia lain kan? itu benar. Saat itu aku sedang dalam perjalanan pulang setelah bekerja, namun entah bagaimana ceritanya... sebuah lubang portal tiba-tiba berada tepat di bawahku dan aku pun terjatuh ke sebuah tempat gelap, aku tidak terjatuh... aku terhisap dan dibawa ke tempat gelap. Disana.... sesuatu hal yg mustahil muncul di depanku. Aku bertemu dengan Iblis, dia berkata padaku bahwa ada beberapa orang yg menyeretku kesana, lalu tiba-tiba iblis itu menghilang dan aku pun kehilangan kesadaranku. Saat aku bangun... betapa kagetnya diriku yg bertemu dengan para dewa dan Dewi di sebuah tempat yg sangat megah, mereka berkata bahwa diriku sangat dibutuhkan untuk menjadi bahan percobaan mereka. mereka langsung mengatakan tujuan mereka dengan jelas dan sama sekali tak bertanggung jawab. Aku di lempar ke planet yg mirip dengan tempat ku tinggal, Yap.. di planet ini, namun anehnya aku masih tetap hidup. Aku marah namun diriku tak bisa apa-apa selain tetap bertahan hidup hingga akhirnya... aku menggunakan kembali kepintaran ku untuk menciptakan segala hal yg pernah kau temukan di tempatku....


...dan itu adalah separuh kisah perjalanan hidupku di dunia yg baru ini....


...Dan aku akan melanjutkan inti dari apa yg ku bahas di awal tadi tentang para dewa. Di dunia asalku... dewa seperti halnya sesuatu yg tidak nyata, aku hidup di Era dimana para manusia sudah bisa hidup tanpa para dewa, namun para manusia masih memiliki suatu hal wajib untuk dimiliki, yaitu Agama......


...Di dunia sebelumnya... aku hidup sebagai seorang ilmuwan yg ahli dalam berbagai bidang, kau bisa menyebutku sebagai orang pintar yg memahami segala hal kecuali yg berbau supranatural....


...Hingga suatu ketika... Aku meneliti beberapa hal, yaitu kitab suci dari sebuah agama yg ada di dunia ku sebelumnya. betapa kagetnya diriku ketika berhasil mengartikan seluruh kata dari kitab suci tersebut....


...segala hal mulai dari yg ada didalam tanah hingga langit... semua di jelaskan dalam satu buku saja, meski tidak serinci dan se lengkap yg aku perkirakan... entah mengapa aku bisa paham dan mengerti maksud dari kalimat yg ada pada kitab suci tersebut....


...Segalanya tercipta karena dirinya, bukan karena dewa maupun lainnya, yg ku maksud disini adalah Tuhan. Bayangkan saja... segalanya tercipta ketika Tuhan menciptakan sebuah pena....


...Jadi yg ingin aku katakan disini adalah... Alam semesta ini tak membutuhkan para Dewa maupun Dewi, semua akan tetap berjalan dengan lancar meski mereka semua* MATI....


...Karena dengan kuasanya... segalanya tercipta dengan sempurna, keadilan, kebenaran, kebaikan maupun keburukan... telah tuhan ciptakan dengan sempurna terkecuali PERDAMAIAN....


...*Semua itu hanyalah omong kosong jika kau mencarinya di dunia ini, MATILAH DAN PERGILAH KE SURGA! mungkin disana kau akan menemukan perdamaian yg kau cari itu....


...SAMPAI JUMPA LAGI*!"...


...Setelah membaca semua yg tertulis diatas... Bartholomew hanya bisa terdiam dan......


..."Begitu yah? yah... sejak awal diriku juga tidak pernah berdoa maupun beriman pada dewa yg kau sebut kepar*t itu, mereka juga telah memberikan banyak hal pahit kepada para manusia, mana mungkin aku hanya diam saja... lebih baik kami mati daripada dijadikan mainan oleh mereka."...


...Ucap Bartholomew dengan mengepalkan tangannya....


...Dan itulah... pemicu mengapa Bartholomew menyatakan perang kepada para dewa....


...TOO BE CONTINUED....