God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
Chapter 15 : APA YG HARUS AKU LAKUKAN?



GETSU yg pingsan, tersadar di gudang tempat ia kemarin bersembunyi, bersama beberapa warga yg selamat.


WARGA 1 : "woy! dia sudah sadar!"


beberapa warga menghampiri nya.


WARGA 2 : "apa kau baik-baik saja?"


GETSU : "aku sudah sedikit baikan, tidak apa-apa."


ucapnya sambil berusaha duduk dibantu dengan salah satu warga desa.


GETSU : "tempat ini, ternyata masih utuh."


GETSU tiba-tiba kaget.


GETSU : "hei, bagaimana dengan warga yg lain? apa mereka selamat?"


kedua warga tersebut tersenyum pada GETSU.


WARGA 1 : "memang banyak warga lain yg sudah tewas, tapi masih banyak juga yg selamat berkat bantuan mu, mereka ada disana, kami juga sudah mengubur mayat warga lain yg sudah tewas."


GETSU melihat kearah bagian belakang gudang, dan terlihat cukup banyak warga yg masih selamat, beberapa anak-anak dan bayi yg ia tolong, juga selamat.


GETSU : "syukurlah, ayo kita cepat pergi dari sini, jika tidak bala bantuan prajurit itu akan datang."


kedua warga tersebut kaget mendengarnya.


WARGA 1 : "eh? bukannya kau sudah menghabisi mereka semua?"


GETSU : "ada 2 prajurit yg berhasil lolos, kalau tidak salah ketika aku memulai pertarungan dengan ketua prajurit itu, mereka berdua langsung kabur, jadi aku tidak sempat mengejarnya karena berhadapan dengan si sialan itu."


ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


WARGA 2 : "kita akan pergi malam nanti, bagaimana?"


GETSU : "tidak masalah."


WARGA 1 : "baiklah, semua yg masih bisa berjalan, kumpulan semua yg bisa dimakan digudang ini, kita akan berangkat nanti malam."


ucapnya kepada para warga yg selamat.


para warga bergegas mengumpulkan bahan makanan, seperti wortel, padi, kentang DLL.


ketika malam tiba, salah satu warga menglihat sekitar, apakah bala bantuan prajurit sudah tiba, namun tidak ada apa-apa selain bunyi beberapa serangga malam.


WARGA 2 : "semuanya aman, ayo kita pergi."


para warga berjalan cukup cepat ke arah selatan desa, menuju sebuah gunung yg dimana terdapat desa tetangga yg keberadaan nya cukup sulit untuk ditemukan.


mereka berjalan melalui persawahan milik mereka, meninggalkan rumah dan keluarga mereka yg sudah tewas.


melewati hutan yg dipenuhi hewan buas, berjalan melintasi malam yg gelap, dan mereka sampai disebuah goa yg dipenuhi banyak kelelawar.


GETSU : "kita akan beristirahat disini sampai matahari terlihat."


ucapnya pada semua warga yg selamat.


WARGA 1 : "apa kau yakin kita akan beristirahat disini?"


WARGA 2 : "tempat ini sedikit menyeramkan."


GETSU : "tenang saja, tidak ada hewan lain selain kelelawar kecil disini."


para warga mulai masuk dan duduk didalam goa, salah satu warga menyalakan api untuk menghangatkan tubuh mereka.


WARGA 1 : "sepertinya warga lain sudah kelaparan, bagaimana kalau kita masak sesuatu disini menggunakan bahan persediaan?"


tanya warga tersebut pada GETSU.


GETSU : "aku ingin mereka makan besok, tapi jika sudah seperti itu keadaan nya, baiklah, tapi sedikit saja, aku takut bau makanan yg terlalu banyak dimasak, bisa mengundang binatang buas."


WARGA 1 : "baiklah."


ucapnya sambil bergegas untuk memasak.


warga tersebut kembali ke GESTU yg berdiri di mulut goa yg sedang berjaga.


GETSU : "ada apa?"


WARGA 1 : "aku lupa membawa panci, apa tidak ada yg bisa digunakan untuk menjadi tempat menampung makanan yg dimasak?"


GETSU : "kalau begitu, aku akan menggunakan sihir penciptaan untuk membuat panci dari tanah liat, itu cukup membantu untuk sementara waktu."


ucapnya dengan bergegas mencari tanah liat.


WARGA 1 : "jangan lupa untuk membuat sebuah mangkuk kecil."


GETSU : "Baiklah!"


tak lama, ada suara sekumpulan orang sedang berjalan dari dalam goa.


WARGA 2 : "siapa itu?"


tapi tak ada jawaban dari arah dalam goa.


seketika, terlihat beberapa Warga Suku yg tinggal di goa tersebut, namun mereka sepertinya berpikir bahwa warga yg sedang bersembunyi itu mau menyerang desa mereka.


WS 1 : "siapa kalian?"


WS 2 : "apa tujuan kalian datang kesini?"


ucap mereka sambil menodongkan tombak yg bilahnya terbuat dari batu tajam.


WARGA 1 : "kami hanya berlindung disini, kami tidak ada maksud lain"


salah satu warga bergegas kearah para warga suku tersebut.


WARGA 2 : "apa kalian warga suku dari desa ViHM?


salah satu warga suku, mengetahui warga yg bertanya itu, menghampiri warga tersebut.


WS 3 : "tunggu dulu, apa itu kau sang utusan dari desa ruzoth?"


WARGA 2 : "benar, kami dari desa ruzoth, kami sedang bersembunyi dari kejaran prajurit kota."


WS 3 : "SEMUANYA, MEREKA BUKAN MUSUH, TURUNKAN SENJATA KALIAN!"


ucapnya pada para warga suku lain.


WS 3 : "apa yg terjadi?"


WARGA 2 : "cerita nya panjang, apa kami bisa berlindung ditempat kalian?"


WS 3 : "tentu saja, tapi kalian harus..."


WARGA 2 : "aku tau, kalian harus menutup mata kami agar tidak bisa mengetahui jalur menuju desa kalian kan? lakukan saja."


WARGA 1 : "apa menurutmu akan baik-baik saja?"


WARGA 2 : "tenang saja, mereka semua penduduk yg sangat baik pada pendatang/pengunjung seperti kita ini, nyawaku jaminannya."


WARGA 1 : "baiklah kalau begitu, tapi kita harus menunggu tuan GETSU kembali."


tiba-tiba GETSU dengan cepat pergi kearah para warga desa.


WARGA 2 : "tuan GETSU, anda sudah kembali, mereka adalah warga suku yg aku ceritakan diperjalanan tadi."


GETSU : "kalau begitu tidak ada masalah, ini! panci dan mangkuk kecilnya."


ucapnya sambil memberikan barang yg selesai ia buat.


WS 3 : "siapa dia?"


WARGA 2 : "akan kami ceritakan semuanya ketika kita sudah sampai di desa kalian."


kepala para warga desa ditutup dengan sebuah kain oleh para warga suku.


mereka pun berjalan masuk ke dalam goa yg gelap itu.


sementara itu di kota CELESTIAL tempat DAIN berada.


FINA sedang mengobrol bersama DAIN.


FINA : "begitu yah, mau bagaimana lagi, kakak harus selalu menjaga kesehatan yah, jangan sampai sakit, jangan tersesat lagi, oke?"


ucapnya sambil memaksakan diri tersenyum.


tiba-tiba FINA memeluk DAIN, dan dia menangis.


DAIN : "sebelum aku pergi, aku akan menepati janjiku padamu."


FINA masih menangis sambil memeluk DAIN.


dari kejauhan, ROGER menunggu DAIN untuk bertemu dengan FINA untuk terakhir kali nya.


DAIN : "ROGER! bisakah kau menunggu sedikit lama lagi? ada yg harus aku lakukan."


ucapnya sambil berbalik melihat ROGER.


ROGER : "tidak masalah."


ucapnya sambil tersenyum pada DAIN.


DAIN berbalik dan memeluk FINA.


tiba-tiba, ROGER menunjukkan wajah tidak enak.


ROGER : "(sampai kapan bajingan ini akan berlama-lama disini, haaah, seperti induk anjing dan anaknya saja)"


ucap dalam pikirannya.


DAIN melepas pelukannya, DAIN dan FINA, pergi menuju gubuk kecil tempat FINA tinggal.


DAIN masuk kedalam gubuk itu dan terdapat LANY yg terbaring di ranjangnya.


LANY : "apa kamu sudah bicara pada FINA?"


DAIN : "iya, kalau begitu aku akan menepati janjiku pada FINA."


ucapnya sambil berjalan kearah LANY.


LANY : "janji? janji apa?"


DAIN : "untuk menyembuhkan mu."


DAIN memejamkan matanya lalu...


DAIN : "(IBLIS! AKU SUDAH MENEMUKAN JAWABANNYA, AKU INGIN KAU MENYEMBUHKAN IBU TEMANKU, SEKARANG JUGA!)"


ucap dalam sebuah ruangan gelap tempat sosok yg berada didalam sabit terkutuk itu.


tiba-tiba...


??? : "qhiqhiqhiqhi, baiklah, tapi aku akan minta bayarannya padamu nanti, sebaiknya kau persiapkan dirimu nanti."


ucapnya dengan tertawa sambil menunjukkan wujudnya.



ATTENTION!!!


GAMBAR HANYA SEBUAH ILUSTRASI YG SAYA BUAT SENDIRI DISEBUAH APLIKASI ART.


DAIN : "apa itu wujud mu yg sebenarnya?"


ucapnya dengan sedikit ketakutan melihat iblis yg muncul dalam kesadarannya.


iblis : "ayolah, ini hanya wujud yg aku ciptakan menggunakan sihir, jika aku perlihatkan wujud asliku padamu, kau akan menjadi gila lalu otakmu akan hancur dari dalam."


DAIN : "kalau begitu, lakukan permintaan ku."


iblis : "baiklah."


iblis tersebut mengeluarkan cahaya terang dari salah satu jarinya, cahaya tersebut mengarah ke atas lalu lenyap.


DAIN : "apa maksudnya ini?"


iblis : "kenapa kau tidak keluar dari sini lalu lihat apa yg terjadi pada wanita itu."


DAIN : "jika terjadi sesuatu pada ibu FINA, kau yg akan membayarnya."


DAIN keluar dari kesadarannya, dan melihat LANY sedang kesakitan sambil memegang dadanya.


DAIN menggunakan sihir penglihatan untuk melihat reaksi kutukan di jantung LANY.


terlihat, kutukan sihir yg terdapat pada jantung LANY, terkikis seperti kayu yg dimakan rayap.


lalu tiba-tiba, LANY tak sadarkan diri, DAIN yg cemas, segera memeriksa denyut nadi ditangan **LANY.


DAIN** : "ternyata masih ada, syukurlah, haha."


ucapnya dengan lega sambil tersenyum.


FINA yg melihatnya, menghampiri mereka berdua.


FINA : "bagaimana dengan ibuku kak?"


DAIN : "tenang saja, aku sudah melakukan yg terbaik, dan aku telah berhasil menepati janjiku padamu, FINA."


ucapnya sambil tersenyum pada FINA.


FINA bergegas memeluk ibunya dan kembali menangis.


FINA : "syukurlah, sekarang ibuku bisa berjalan dengan sehat lagi."


DAIN berdiri dan berjalan untuk keluar dari gubuk tempat FINA tinggal.


ketika dia baru saja keluar, FINA memanggil nya.


FINA : "tuan pahlawan, bukan.... maksudku, kak DAIN. Terimakasih banyak."


ucapnya dengan tersenyum bahagia.


DAIN pergi dengan tersenyum sambil melambaikan tangannya pada FINA.


TOO BE CONTINUED.