
...Lanjutan Chapter sebelumnya......
...Silviana menjawab bahwa semua orang di hampir seluruh dunia, tau akan perang yg terjadi 18 tahun yg lalu....
...Perang yg dimana para pemerannya hanya dari 2 negara, namun korbannya mampu menembus 500 ribu orang, yg bahkan bukan berasal dari benua yg sama....
...Silviana menjelaskan jika, korban dari pertarungan Pahlawan Dain dan dewa Matahari Qwor tak hanya berasal dari benua barat, tapi juga timur. Tak lama... Terdengar suara benturan keras dari arah Abyssal Titan....
...Saat Andi dkk melihat kearah lokasi Abyssal Titan, nampak Abyssal Titan sedang memukul salah satu gunung. setelah melihat lebih teliti, ternyata... Ana lah yg dipukul oleh Abyssal Titan....
...Mereka kaget saat Fiero berkata bahwa Ana menerima serangan telak dari Abyssal Titan, Silviana pun terbang membawa yg lain menuju kearah Ana....
...Abyssal Titan terus memukul Ana yg tergeletak di salah satu gunung bersalju, meski terlihat begitu lambat... pukulan Abyssal Titan membuat Ana mengalami pendarahan yg hebat dari sekujur tubuhnya. Tak hanya itu saja, terlihat kedua tangan dan kakinya yg patah akibat pukulan dari Abyssal Titan....
...Ana terlihat kehilangan kesadarannya akibat kekurangan darah, hingga akhirnya.... dia pun tewas....
...TAMAT....
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...Abyssal Titan pun berhenti memukul Ana, dirinya kemudian berbalik dan melihat kearah langit, tepat dimana Silviana dan yg lain berada....
...Ana yg menutup kedua matanya... seketika membuka kembali kedua matanya dan terlihatlah seluruh bagian bola matanya yg berubah seperti saat bertemu dengan Nollu di laut Anak muda....
...Abyssal Titan kembali berbalik dan kembali memukul Ana, Ana membuka mulutnya dan terlihat pula gigi taring yg tumbuh didalam mulutnya....
...Setiap pukulan yg diberikan oleh Abyssal Titan, membuat Ana terlihat semakin hilang kendali. Seketika... ledakan terjadi ditempat Ana terkapar. Ledakan tersebut begitu besar dan membuat Abyssal Titan mundur beberapa langkah....
...Dari balik kepulan asap.... Tubuh Ana perlahan kembali seperti semula. Ana secara perlahan berusaha untuk bangkit dan kembali memegang sabitnya....
...Di dalam kesadaran Ana yg berada di tempat sang iblis terkurung... Sosok laki-laki tiba-tiba datang dan memanggil Ana....
...Kesadaran Ana pun membuka matanya, terlihatlah sosok laki-laki tersebut yg berada tepat dihadapannya. Ana pun bertanya siapakah dirinya, laki-laki tersebut menjawab bahwa dirinya adalah DAIN....
...Kesadaran Ana kaget, karena mengetahui bahwa laki-laki yg berada di hadapannya tersebut adalah DAIN. DAIN tersenyum dan mengulurkan tangannya yg mengepal pada Ana, DAIN bertanya pada Ana, apakah dirinya (Ana) mau menerima suatu benda yg berada digenggaman DAIN tersebut....
...Ana keheranan dengan apa yg dimaksud oleh DAIN, DAIN tertawa melihat Ana yg memiliki karakteristik yg sama seperti dirinya (DAIN)....
...Ana kemudian bertanya, bagaimana dan dimana Getsu saat ini. DAIN tersenyum dan berkata bahwa, Getsu telah mati saat DAIN bertarung melawan QWOR....
...DAIN juga menjelaskan bahwa dirinya juga telah mati, saat ini yg menemui Ana hanyalah sedikit ingatan dan mana yg tersisa dari tubuh asli DAIN....
...Ana hanya tersenyum mendengar yg sebenarnya dari DAIN....
...Ana kemudian menunjukkan wajah cerianya, sembari meminta pada DAIN untuk menceritakan kisah perjalanan DAIN saat menjadi pahlawan, hingga bertarung dengan QWOR....
...DAIN kembali tertawa dan berkata bahwa dirinya bersedia menceritakan semuanya pada Ana, namun... DAIN seketika membawa Ana pada sebuah dimensi yg berbeda dengan sang iblis dan sosok hitam berada....
...Ana dibawa ke sebuah halaman rumah yg berada di pinggiran kota, atau lebih tepatnya didepan rumah... FINA....
...TOO BE CONTINUED....