God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
Chapter 16 : AKU HARAP INI BUKANLAH YG TERAKHIR.



DAIN keluar dari gerbang kota bersama ROGER.


dia terlihat tidak semangat, ROGER menghampiri dia untuk menghiburnya.


ROGER : "jangan terlihat seperti itu, aku kan sudah membantumu, dan juga pasti akan terus membantumu dari belakang, bersemangatlah."


ucapnya dengan tersenyum.


DAIN : "iya, ngomong-ngomong, kau tidak akan ikut bersamaku?"


ROGER : "yaaahh, aku sedikit sibuk dengan pekerjaan ku disini, jika aku sudah selesai dengan pekerjaanku, aku akan mencari mu, saat itulah kau harus mengirimkan surat padaku, oke?"


DAIN : "baiklah, kalau begitu aku pergi."


PENJAGA GERBANG : "berhati-hati lah anak muda, dan juga terimakasih untuk yg waktu itu."


ucapnya sambil menghampiri DAIN.


DAIN : "haha, jangan dipikirkan, itu hanya sebuah kebetulan, aku pamit, sampaikan salam ku padanya."


PENJAGA GERBANG : "baiklah, semoga kau tidak tersesat lagi, haha."


DAIN : "aku sedikit kesal mendengarnya, hehe."


ROGER tiba-tiba memotong percakapan mereka.


ROGER : "woy woy, apa yg kalian bicarakan? libatkan juga diriku."


DAIN & PENJAGA GERBANG pun tertawa mendengarnya.


DAIN : "hahaha, kami hanya berbicara tentang FINA, ketika aku dalam perjalanan kesini, aku tersesat dan dibantu olehnya."


PENJAGA GERBANG : "benar, seperti itulah ceritanya, haha."


ROGER : "yaaah, itu memang DAIN yg kukenal."


DAIN kembali tersenyum dan mengatakan...


DAIN : "kalau begitu, aku pamit."


PG & ROGER : "iya, sampai jumpa."


ucap mereka bersamaan.


DAIN pun pergi dengan melambaikan tangannya pada mereka berdua, ROGER pun juga kembali masuk kedalam kota, tapi...


ROGER : "(satu hama juga telah pergi, tapi aku juga harus tetap mengawasi nya dari jauh, setelah aku berhasil menghabisi salah satunya lagi, aku akan membunuh...)"


ketika ROGER belum selesai berbicara dalam pikirannya, dia tiba-tiba berada disuatu ruangan gelap, dan seketika juga, iblis yg bersemayam di sabit terkutuk milik DAIN juga muncul.


iblis : "Yo! tuan pengkhianat! apa kau membutuhkan bantuan ku untuk tugas membunuh?"


ROGER : "si-siapa kau?"


ucapnya dengan gugup.


iblis : "hmm? aku hanya iblis yg berada didalam sabit teman bodohmu itu."


ROGER : "i-iblis? lalu apa tujuanmu membawaku ke tempat seperti ini?"


iblis : "apa kau tuli? bukankah aku baru saja menawarkan sesuatu padamu?"


ROGER : "memangnya kau mampu menghadapinya, dia itu sudah mengalahkan raja iblis beberapa bulan lalu, apa kau bisa membunuhnya?"


iblis itu tiba-tiba tertawa.


iblis : "HAHAHAHAHA, apa kau meremehkan ku, manusia?"


ROGER : "eh?"


iblis : "kalau begitu, lihatlah ini."


iblis tersebut mengeluarkan auranya.


ROGER yg merasakan aura iblis tersebut, seketika tersungkur dan tersujud karena pekatnya aura yg dipenuhi dendam dan rasa ingin membunuh yg sangat pekat.


iblis : "woy, aku bahkan belum mengeluarkan 1% kekuatan ku, dan kau sudah dalam kondisi seperti itu, kau benar-benar lemah."


ROGER : "(apa ini? sangat pekat dan berat sekali, rasanya aku seperti ditarik paksa kebawah untuk bersujud padanya, kelam! ini sangat kelam)"


ucap dalam pikirannya.


iblis : "jadi bagaimana? apa kau mau menerima tawaran ku?"


ROGER : "(iblis tingkat tinggi sepertinya, pasti akan sangat mudah menghabisi dia, bahkan aku juga dibuat seperti ini oleh iblis ini, mau tidak mau aku harus menerima tawaran nya."


ucapnya sambil berusaha berdiri.


iblis tersebut menekan kembali auranya.


iblis : "aku tidak bisa membunuhnya langsung, tapi aku bisa membunuhnya hanya dengan mengubah takdirnya, yah walaupun aku sudah melihat keseluruhan bagaimana nasibnya di masa depan."


ROGER berdiri dengan susah payah akibat dia merasakan aura iblis tersebut.


ROGER : "jadi, bagaimana masa depannya?"


iblis tersebut tersenyum dan mengatakan...


iblis : "meskipun aku tidak mengubah takdirnya, dia juga akan tetap mati..."


ROGER : "benahkah itu?"


ucapnya yg kaget dan tersenyum mendengar omongan iblis.


iblis : "tepat beberapa saat setelah kau mati."


ucap iblis tersebut dengan tersenyum pada ROGER.


ROGER : "eh? aku mati?"


ROGER terlihat seperti membeku karena kaget mendengar omongan iblis tersebut.


iblis tersebut kembali tertawa.


iblis : "hahahaha, sepertinya aku mengurungkan niatku untuk menawarkan bantuan padamu, aku lebih tertarik pada perjalanannya daripada mengubah takdirnya sekarang, akan tidak asyik jika dia cepat-cepat mati."


iblis tersebut pergi sambil tertawa dan ROGER kembali dari ruang gelap itu, namun ROGER tidak bergerak dari tempatnya berdiri.


dia melihat kebelakang, memeriksa jaraknya dengan DAIN.


dia melihat DAIN yg seperti sebuah titik karena jauhnya jarak antara dia dan DAIN.


ROGER : "apa aku akan dibunuh oleh nya? tapi karena apa?"


ROGER yg sudah tidak bisa berpikir jernih, berlari dan berkata...


ROGER : "aku harus menutup rapat rahasia ku dan cepat-cepat membunuh GETSU, jika tidak, dia lah yg akan membunuhku terlebih dulu."


dia berlari tanpa henti karena mendengar ucapan iblis tersebut.


di tempat DAIN berada.


DAIN : "ohiyah, aku lupa bertanya tentang bayaranku pada iblis itu, nanti saja deh."


ucapnya sambil berjalan kearah Utara, tapi sepertinya, tujuannya kali ini akan membuat cerita menjadi lebih menarik.


arah yg DAIN tuju adalah, KEKAISARAN TERBESAR : KEKAISARAN QOINET.


kerajaan terbesar dibumi yg menjadi pusat seluruh bangsa-bangsa.


kembali ke tempat GETSU, dia memasuki lorong goa yg cukup panjang dan berliku-liku, setelah beberapa lama dia berjalan, akhirnya dia sampai di jalan keluar goa tersebut, para warga suku membuka penutup mata para warga desa ruzoth dan juga GETSU, terlihat sebuah desa yg berada disebuah kawah yg sangat luas dan dalam, desa yg hijau nan damai, bahkan setiap pengunjung baru tidak akan bosan tinggal di desa tersebut, air terjun yg keluar dari sebuah tebing di pinggiran kawah mengalir merata disungai kecil dan sawah-sawah milik para penduduk di desa tersebut, anak-anak yg bermain dengan riangnya, para pemuda yg berlatih tempur, para kepala rumah tangga yg bekerja dikebun, ibu rumah tangga dan gadis desa yg mand- *-ehem* menyuci baju disungai, matahari terbit yg menyinari kawah luas tersebut membuat desa itu semakin indah, sawah-sawah hijau yg ditumbuhi berbagai jenis sayuran dan biji-bijian, hewan-hewan ternak yg berada disebuah Padang rumput di kawah tersebut terlihat sedang memakan rumput, rumah-rumah tradisional yg terbuat dari kayu, tak terlihat satupun masalah didesa itu, benar-benar desa sangat damai dan sangat aman dari serangan manusia diluar kawah, para warga desa ruzoth terpukau karena melihat keindahan dari desa chuzo.


PARA WARGA : "waahhh, indahnya."


GETSU : "waaahh, aku tidak mengira bahwa ada desa yg sangat indah seperti ini, rasanya aku ingin tinggal dan menetap hingga aku mati."


WARGA 1 : "apa yg kau katakan? jelas-jelas kita hanya pengunjung, kita hanya bersembunyi untuk sementara waktu."


WARGA 2 : "dia benar loh."


ucap mereka sambil menghampiri GETSU.


GETSU : "bukan begitu, hanya saja ini tempat yg sangat luar biasa, andai saja dia disini, dia pasti akan bermalas-malasan setiap hari disini."


ucapnya sambil tersenyum.


WARGA 1 : "dia? siapa?"


GETSU : "ahh, temanku, ayo kita pergi ke desa, aku tidak sabar melihatnya langsung keindahan nya dengan mataku sendiri."


GETSU pun berlari menuju desa.


WARGA 1 : "jangan terburu-buru, tunggu kami!"


para warga desa ruzoth dan warga suku chuzo berjalan ke desa.


TOO BE CONTINUED.