God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
CHAPTER 51 : Empat pahlawan baru.



...Lanjutan Chapter sebelumnya......


...Ana masih berkeliling kota, menikmati berbagai pemandangan yg tak pernah ia lihat sebelumnya sembari memakan jajanan yg dia beli di pinggir jalan....


...Tak lama, dari kejauhan... seorang pemuda membawakan kabar bahwa 4 pahlawan akan segera tiba di kota FONTAINE ini, mendengar julukan pahlawan... Ana menghampiri pemuda itu dan bertanya tentang ke-empat pahlawan itu. Pemuda tersebut menjelaskan bahwa ke-empat pahlawan itu adalah seorang petualang yg berhasil mencapai lantai dasar Dangeon milik sang Dewi cinta....


...Pemuda itu pun pergi memberitahukan penduduk lainnya tentang kabar yg ia bawa....


..."Pahlawan ya? jadi teringat lagi."...


...Singkat cerita... Ana tiba di sebuah penginapan, dia pun menyewa salah satu kamar, saat si mbak resepsionis memberikan kunci kamar, Ana kembali bertanya tentang ke-empat pahlawan itu. Si mbak resepsionis pun menjelaskan bahwa sudah menjadi tradisi setiap 30-50 tahun sekali pasti ada sekolompok pahlawan yg berhasil mencapai lantai dasar Dangeon milik sang Dewi cinta. setelah mencapai lantai dasar Dangeon, sang Dewi akan datang ke setiap kadetral di seluruh benua ini untuk memberitahukan bahwa beberapa pahlawan telah muncul....


...Ana berterimakasih dan pergi menuju kamar yg dia sewa....


...Sesampainya di kamar yg dia sewa, Ana memanggil sang iblis dan bertanya kembali. Dengan menggunakan telepati, sang iblis pun mengobrol dengan ana....


...*ATTENTION, Setiap kali sang iblis dan Ana mengobrol, Sang iblis tidak pernah memanggil nama ana, dia memanggil Ana dengan sebutan (Gadis kecil)*...


...Ana bertanya pada sang iblis tentang Dewi cinta, apakah sang iblis mengenal Dewi tersebut ataukah tidak, sang iblis pun menjawab bahwa dirinya mengenal hampir seluruh dewa Dewi yg pernah menguasai alam semesta, bahkan sang iblis sudah pernah bertarung dengan para dewa Dewi hingga tak terhitung jumlah dari mayat para dewa Dewi yg sang iblis kalahkan....


...Dengan raut wajah kesal, Ana pun berkata pada sang iblis bahwa Ana hanya bertanya tentang Dewi cinta saja, bukan semua dewa Dewi, lalu Ana sedikit tercengang mendengar bahwa sang iblis pernah bertarung dengan para dewa Dewi....


...Ana dengan raut wajah keheranan mendengar omongan sang iblis dan hal itu membuat sang iblis kesal dengan berkata....


..."Woy, apa maksud dari muka mu itu, hah?"...


...Ucap sang iblis....


...Keesokan harinya......


...Ana keluar dari penginapan dan menuju jalan utama di kota FONTAINE, terlihat sudah sangat ramai orang yg berada di pinggir jalan untuk menyambut kedatangan ke-empat pahlawan....


...Tak lama... layaknya sebuah pawai, sebuah kereta kuda yg cukup mewah, dikelilingi dengan para prajurit berkuda disekelilingnya, mengantar ke-empat pahlawan itu menuju sebuah kadetral di kota FONTAINE ini....


...Sekilas... Ana melihat wajah salah satu pahlawan dari balik jendela di kereta kuda yg mereka tumpangi, tanpa pikir panjang... Ana pun pergi meninggalkan kerumunan orang dan mengejar ke-empat pahlawan yg menuju ke kadetral....


...Selagi Ana berlari, ia terpikirkan sesuatu dalam benaknya. Ana merasakan energi sihir yg pernah ia rasakan ketika masih bayi....


..."Aku mengenal energi sihir itu, apa tuan Getsu masih hidup? tidak... banyak orang yg berkata jika perang 17 tahun yg lalu tak meninggalkan apapun selain darah dari orang-orang yg berperang. Aku harus memastikan nya sendiri."...


...TOO BE CONTINUED....