
...LANJUTAN CHAPTER SEBELUMNYA.......
...Saat Ana mengatakan hal tersebut, semua rekannya termasuk Andi dan Silviana pun kaget mendengar ucapan Ana. Andi dengan raut wajah kesal berkata pada Ana untuk tidak sembarangan menyebut julukan Dewa....
...Lagi-lagi, Ana dengan raut wajah polosnya berkata bahwa apa yg dikatakannya bukanlah sebuah kebohongan. Ana juga berkata bahwa dirinya mengetahui langsung dari Dain, yg merupakan pengguna kedua dari sabit Terkutuk....
...Andi tercengang saat mendengar nama Dain disebutkan oleh Ana, Andi kemudian bertanya pada Ana, tentang bagaimana dan Dimana Ana bertemu dengan Dain....
...Ana kemudian menjawab bahwa dirinya bertemu didalam kesadarannya, saat bertarung melawan Abyssal Titan. Ana pun menjelaskan bahwa dirinya bertemu dengan Dain, bukanlah sebuah kesalahan ataupun rekayasa omong kosongnya....
...Meski bukan tubuh Asli, dirinya (Ana) sangat yakin bahwa dirinya bertemu dengan sisa-sisa jiwa Dain yg terperangkap didalam sabit terkutuk....
...Silviana mengganti topik pembicaraan, dengan bertanya tentang Dewa yg menggunakan kekuatan iblis dari sabit terkutuk. Ana menjawab......
..."Itu adalah, Dewa Tsukuyomi, sang penjaga bulan dan bumi." Ucap Ana dengan wajah datarnya....
...Ana juga menjelaskan bahwa, hal itu merupakan pengetahuan publik yg masih bertahan sampai saat ini....
...Mendengar semua itu, Rekan pahlawan seketika terdiam tanpa sepatah kata apapun. Nampak Silviana yg mulai emosi setelah mendengarkan cerita Ana....
...Mengepalkan tangannya, seluruh tubuh yg menggeram membuat Silviana pun berkata......
..."Jadi, kisah pahlawan Dain yg mengalahkan raja iblis di bulan, adalah palsu?" Ucap Silviana dengan menggeram....
...Ana pun menjawab bahwa kisah pahlawan Dain tidak mungkin di ubah hingga seperti itu di benua tempat tinggal Ana, melainkan... Orang-orang yg tinggal di benua seberang, menceritakan hal sebenarnya kepada seluruh manusia di planet bumi tersebut....
...Terlihat, Andi yg memalingkan wajahnya. Fiero pun tercengang sekaligus marah, dirinya pun dengan emosi bertanya pada Andi, apakah semua omongan Ana itu adalah sebuah kebenaran....
...Suara Justin terdengar lantang dengan berkata......
..."Itulah kebenaran yg membuatmu hilang kepercayaan padaku, Silviana." Ucap Justin....
...Terlihatlah, kelompok Justin dari kejauhan....
...Dengan spontan, Tio dan Fiero menghunuskan pedangnya dan bersiap untuk bertarung. Rekan Justin nampak tenang-tenang saja, bahkan Justin pun menghampiri kelompok Ana....
...Dengan santainya, Justin melambaikan tangannya dan menyapa Silviana beserta rekannya yg lain termasuk Ana. Silviana bertanya tentang kedatangan Justin yg secara tiba-tiba, Justin menjawab bahwa dirinya akan memberikan informasi penting pada Silviana dkk....
...Justin mengalihkan pembicaraan dengan melanjutkan omongannya tentang hal yg dibicarakan oleh Silviana dkk, dirinya (Justin) berkata bahwa para dewa dan dewi telah menjadikan seluruh dunia sebagai panggung mereka agar dapat menjadi penguasa mutlak di dunia....
...Justin pun berkata.......
..."Ngomong-ngomong, informasi yg akan ku beritahu kan pada kalian yaitu... Para monster yg telah kami kendalikan, sudah semakin dekat dengan kekaisaran Zephyara."...
...Fiero dengan raut wajah kesal kemudian menyerang Justin, kemudian ditahan oleh Ruu. Dengan nada marah, Fiero menyuruh Ruu untuk menyingkir, karena Fiero akan membunuh orang yg telah membahayakan kekaisaran Zephyara....
...Ruu kemudian berkata pada Fiero bahwa kekuatan Fiero masih terbilang cukup lemah untuk menyingkirkan Ruu, Ruu pun menangkis serangan Fiero hingga claymore Milik Fiero terpental dan terjatuh....
...Saat Ruu hendak menyerang Fiero, Justin kemudian menyuruh Ruu untuk tidak membunuh Fiero. Ruu pun menyerang Fiero menggunakan ujung naginata bagian belakangnya, untuk melumpuhkan Fiero....
...TOO BE CONTINUED....