
...Ana yg terkurung dalam kurungan kayu terlihat hanya berdiam diri saja, sabit terkutuk yg berada di salah satu rumah warga suku chuzo masih menghubungi Ana dengan telepati....
...Mereka berdua sedang membahas tentang asal usul dari Pohon Darah Abyss yg berada di kawasan desa chuzo, Ana yg masih remaja tentu saja tidak mengetahui asal usulnya meski para tetua suku chuzo menulisnya dalam bentuk skrip gambar pada sebuah lembaran kulit....
...Dan dengan kemampuan yg disembunyikan, sang iblis mampu membaca ingatan Ana yg pada suatu hari ia tidak sengaja melihat hampir seluruh isi dari skrip gambar milik para tetua suku chuzo....
...Di ingatan nya terdapat sebuah gambar yg dimana hampir seluruh makhluk bumi menyembah sesuatu yg terlihat seperti matahari, namun... ada sebuah kejanggalan pada gambar matahari tersebut, yaitu... Matahari tersebut memiliki mata dan gambar semburan api yg terdapat pada lembaran kulit tersebut mirip seperti sebuah tentakel gurita....
...Dalam ingatan Ana... Ana mengira bahwa sosok itu adalah dewa matahari yg memberikan berkatnya pada makhluk bumi dalam bentuk sebuah benih pohon di masa lalu, itu adalah pemikiran Ana di ingatannya....
...Namun dalam pengertian sang iblis yg sedang membaca pikiran Ana... tentu saja berbeda, Terdapat sebuah gambar yg dimana tentakel gurita tersebut terbelah menjadi banyak potongan dan berjatuhan di berbagai penjuru alam semesta....
...Atau dapat di artikan bahwa gurita tersebut memiliki ukuran yg sangat luar biasa besarnya dan berhasil dikalahkan oleh seseorang....
...Melihat ingatan Ana yg sedang melihat skrip gambar pada sebuah lembaran kulit tersebut, membuat sang Iblis tersenyum dan berkata......
..."aku kira... pertempuran itu hanya disaksikan oleh para malaikat saja, ternyata ada seorang pengkhianat yg membocorkan tentang pertempuran itu yah, hahaha... rencana mu terlalu halus hingga hampir tak diketahui oleh banyak makhluk, hei kau Nollu."...
...Ucap sang iblis sambil tersenyum....
...Ana yg mendengar ucapan sang iblis kemudian bertanya tentang siapakah Nollu tersebut, Sang iblis menjawab bahwa Nollu adalah teman lamanya dan sang iblis pun diam tanpa sepatah katapun setelah menjawab pertanyaan Ana....
..."janjimu... hanyalah omong kosong belaka, aku akan segera pergi dan memulai perjalanan ku sendiri mencari kebenaran."...
...Ucap Ana dalam pikirannya....
...Banyak Warga suku chuzo yg melihat kearah Ana dengan tatapan seolah menghina Ana, Ana hanya diam dan menutup kedua matanya sambil duduk bersimpuh....
...Sang iblis kembali bertanya pada Ana tentang kapan dirinya (Ana) beranjak pergi dari tempatnya tersebut. Ana menjawab bahwa ketika malam tiba, dia akan segera pergi dan menyuruh sang iblis untuk membantunya dalam melarikan diri....
...Sang iblis pun mengiyakan perkataan Ana, 2-3-4 orang berlalu lalang dan melirik tajam kearah Ana sambil berbisik-bisik tentang keburukan Ana, Ana hanya diam tak mempedulikan hal tersebut....
...Di angkasa luar yg gelap nan sunyi... Terlihat Langit yg seketika terbelah, terbuka perlahan-lahan seperti sebuah portal dimensi namun ketika terbuka.. sebuah pupil mata raksasa nampak melihat kearah salah satu galaksi yg menjadi tempat bumi berada sekaligus sabit terkutuk berada....
...Hanya 1 mata saja yg terlihat, namun mata raksasa tersebut seolah-olah mampu melihat segalanya....
...Dialah......
...TOO BE CONTINUED....