
...Dahulu kala......
...Sebelum manusia mengenal sistem kerajaan... manusia berkoloni atau berkelompok dalam bentuk suku....
...Suatu hari, sebuah suku yg tinggal dikawah gunung... melihat sebuah keanehan di langit. Makhluk yg melebihi kata raksasa, bahkan melebihi besar dari dunia itu (bumi itu)....
...Makhluk tersebut berkata pada seluruh umat manusia, untuk bersiap menghadapi kehancuran alam semesta. Makhluk tersebut berkata bahwa, dimasa yg akan datang... akan bangkit sosok yg mampu membelah langit dan gelapnya malam....
...Makhluk tersebut kembali menyuruh manusia untuk menyembah sosok tersebut, namun tak lama... sebuah cahaya kecil, terbang dengan sangat cepat dan menusuk dada makhluk tersebut hingga mati dan hancur lebur....
...Sebelum makhluk tersebut hancur, tetesan darahnya terjatuh tepat di kawah yg ditinggali oleh suku baulye. Hanya dalam beberapa hari, tempat yg menjadi tetesan darah milik makhluk tersebut, seketika ditumbuhi sebuah pohon raksasa....
...Dahulu kala... Suku baulye menyebutnya sebagai pohon suci, tapi setelah manusia di masa pertengahan mengetahui kebenaran tersebut... mereka mengganti julukannya dengan "Pohon Darah Abyss"....
...Lalu, manusia dari suku baulye yg berada di masa pertengahan, menyembah sosok cahaya yg membunuh makhluk tersebut....
...Tak berhenti disana, masa demi masa... Manusia dari suku baulye terus mengubah perspektif mereka tentang siapakah yg wajib disembah, hingga pada akhirnya mereka kembali menyembah Pohon Darah Abyss....
...Manusia di masa kini pun, akhirnya mempercayai tentang masa depan yg dikatakan oleh makhluk tersebut....
...Rekan pahlawan lain yg mendengar cerita tersebut, mereka seolah-olah keheranan dengan inti cerita yg diceritakan Ana. Tak lama, Andi bertanya apakah senjata yg dimaksud dari cerita itu, adalah sabit yg dipegang oleh Ana. Ana menjawab bahwa itu adalah benar....
...Andi kembali bertanya, tentang siapakah sosok pemuda yg dimaksud oleh makhluk raksasa dari cerita Ana. Ana menjawab jika dirinya dan seluruh penduduk suku baulye tidak mengetahui akan hal itu....
...Andi pun berpikir dan kembali mengingat masa lalu yg dia jalani, ketika masih bersama dengan Dain....
...Tak lama, Fiero pun meminta Andi untuk mempercayai cerita Ana sebagai informasi sementara, untuk menyelidiki Pohon Darah Abyss....
...Andi pun mengiyakan perkataan Fiero. Dirinya pun mengajak Rekannya yg lain untuk segera berangkat dan menyelidiki tentang Pohon Darah Abyss....
...Ditempat lain......
...****************...
...Di lokasi yg hanya berisikan tanah tandus, sebuah bangunan cukup besar yg hampir mirip dengan sebuah kastil... Justin, Saber, Gerald, Violet, dan Ruu, mereka sedang mendiskusikan sesuatu....
..."Sedikit lagi, sedikit lagi kita akan segera memulai rencana kita dan kita akan segera membunuh para dewi. Hidup sang pangeran!!". Ucap Justin sembari mengangkat kepalan tangannya....
...Rekannya yg lain pun serentak mengatakan hal yg sama dengan Justin "Hidup sang pangeran!!" sembari mengangkat kepalan tangan mereka....
...Beberapa hari telah berlalu... Ana dan rekannya yg lain pun bersiap untuk berangkat, menuju ke tempat Pohon Darah Abyss berada. Namun sebelum berangkat, nampak mereka berempat sedang berdoa di kadetral yg ditempati oleh Silviana. Mereka berempat, kecuali Ana....
...Nampak Ana menatap tajam kearah rekannya yg sedang berdoa. Dengan suara yg cukup pelan, Ana berkata......
..."Orang-orang religius." Ucap Ana yg setelahnya langsung memalingkan wajahnya....
...TOO BE CONTINUED....