
...Latar waktu masih sama, yaitu 500th sebelum kisah DAIN dan HERMES....
...Di Altar langit tempat para dewa berkumpul, nampak 10 dewa sedang mendiskusikan sesuatu. Terlihat... Dyroth yg masih muda, tubuhnya seperti seorang anak remaja, bahkan juga ada Tsukoyomi dan Kharmus yg masih hidup....
...Para dewa dan Dewi sedang mendiskusikan bagaimana nasib manusia di bumi, beberapa dari para dewa Dewi mengusulkan untuk para manusia tetap menjadi bahan percobaan mereka, ada juga yg mengusulkan untuk segera melenyapkan para manusia dan menggantinya dengan makhluk yg baru....
...Terlihat Tsukoyomi yg hanya diam sambil duduk, Zath yg melihatnya kemudian bertanya pada Tsukoyomi tentang apa ide yg akan dia berikan, Tsukoyomi pun menjawab bahwa sebaiknya manusia tetaplah menjadi bahan percobaan para dewa dan dewi, karena dengan begitu... Para malaikat tidak akan curiga dengan semua yg telah dilakukan oleh para dewa dewi kepada manusia di bumi....
...Reoth kemudian bertanya pada Zath, apakah hal yg sedang didiskusikan saat ini hanya berlaku pada manusia di bumi saja, dan Zath pun menjawab bahwa hal yg sedang didiskusikan akan berlaku pada seluruh makhluk berakal yg ada di alam semesta yg mereka jaga....
...Mendengar hal tersebut, Reoth hanya bisa berkata bahwa semuanya tergantung pada Zath saja, tak berselang lama... Kharmus bertanya kepada Tsukoyomi tentang senjata terkutuk, Tsukoyomi pun menjawab bahwa senjata terkutuk itu berada di tempat yg aman dan ada yg tau dimana lokasinya meski para dewa dan dewi mencarinya keseluruh penjuru alam semesta....
...Kharmus kemudian berbicara seolah-olah menantang Tsukoyomi dengan berkata bahwa sepertinya Tsukoyomi takut untuk memegang senjata terkutuk itu, dengan nada rendah dan tatapan tajam yg tertuju pada Kharmus, Tsukoyomi pun berkata bahwa......
..."ingat! Ditempat ini, dewa yg paling lemah adalah dirimu, fungsi dari julukan dewa perang takkan pernah berlaku padamu jika menghadapi Voush saja kau tidak mampu."...
...Ucap Tsukoyomi....
...Mendengar hal tersebut, Kharmus pun tersulut emosi dan menantang Tsukoyomi untuk duel sekarang juga, Voush kemudian menyela perkataan Kharmus dengan berkata bahwa Sebaiknya Kharmus tutup mulut jika tidak mau lehernya terpisah hanya dalam satu kedipan mata saja....
...Kharmus pun terdiam ketika mendengar ucapan Voush, Voush yg merupakan dewa waktu cukup sulit dikalahkan, karena dia dapat mengendalikan waktu dengan mudahnya hanya dengan kedipan mata saja....
...Beberapa saat kemudian... Zath kembali bertanya pada Tsukoyomi tentang wujud baru yg dipakainya saat ini, Tsukoyomi menjawab bahwa wujud barunya kali ini adalah bentuk dari kunci pertama sekaligus ⅓ kekuatan milik sabit terkutuk....
...Dan terlihatlah... Tsukoyomi yg mengenakan jubah serba hitam dan sebuah selendang yg juga berwarna hitam, namun terdapat banyak corak segitiga yg memenuhi selendang yg dipakainya, dari kepalanya juga tumbuh sebuah mahkota yg terbuat dari tulang, mahkota tersebut mengambang di kepala Tsukoyomi....
...Mendengar hal tersebut dari Tsukoyomi... Ke-9 dewa dewi kaget dan sedikit panik, mereka mengkhawatirkan bahwa sepertinya Tsukoyomi telah sangat dekat dengan iblis yg bersemayam di dalam sabit terkutuk. Bahkan salah satu Dewi yg bernama Eris telah salah menilai Tsukoyomi, dia pun berpikir bahwa sepertinya Tsukoyomi adalah sosok dewa yg paling dekat levelnya dengan malaikat, mengingat bahwa Tsukoyomi kini telah berhasil menggunakan kekuatan dari sabit terkutuk meski jarang sekali membawa dan memegang sabit terkutuk....
...Zath pun menghiraukan hal tersebut, kemudian... Dirinya mengusulkan untuk tetap menjadikan manusia sebagai bahan percobaan saja, seketika......
...Terjadi sebuah ledakan di area altar langit, para dewa dewi bergegas menuju ke jendela didalam ruangan tersebut untuk melihat situasi, dan terlihat... potongan plat besi yg mengambang ke langit lepas, dan terlihat juga Bartholomew dan Vin yg sedikit terluka akibat benturan tadi....
...Benar saja, Roket yg telah dikembangkan oleh Bartholomew dan Vin telah berhasil mencapai Altar langit, sebenarnya..m jarak antara Altar langit dan bumi seperti jarak bumi pada planet Pluto di kehidupan nyata, cukup dekat namun jika berjalan kaki... Akan membutuhkan setidaknya ribuan hingga jutaan tahun atau ratusan juta tahun. Namun entah bagaimana caranya... Bartholomew dan Vin telah sampai ke Altar langit....
...Bartholomew yg mampu merasakan hawa keberadaan dari para dewa dewi, dengan cepat menoleh kearah mereka dan tersenyum dengan berkata......
..."Akhirnya sampai juga."...
...Vin pun bertanya kepada Bartholomew tentang bagaimana caranya sampai ke tempat ini, Bartholomew pun menjawab bahwa dirinya mampu untuk memaksakan seluruh mana yg ada didalam tubuhnya meluap hingga hampir tidak ada batasnya, dia juga berkata bahwa dirinya mengalirkan seluruh mana ke batu sihir agar terus bisa digunakan, Vin yg kaget mendengarnya... mulutnya sampai-sampai menganga....
...Tak berselang lama... 10 dewa dewi bergegas menuju ke tempat Bartholomew dan Vin, Zath pun bertanya bagaimana caranya Bartholomew dan Vin bisa sampai ke Altar langit, dia juga bertanya siapa mereka berdua. Bartholomew tak menjawab pertanyaan Zath tentang bagaimana caranya mereka berdua sampai ke Altar langit, Bartholomew hanya menjawab siapa dirinya dan Vin....
...Dirinya berkata bahwa dia adalah utusan dari bumi untuk menyatakan perang antara seluruh manusia dan para dewa dewi yg ada di Altar langit semesta ini....
...Zath kembali bertanya tentang maksud dari pertanyaan Bartholomew, Bartholomew tersenyum dan berkata......
..."jangan pura-pura bodoh kau, sialan! Apa kau lupa tentang seorang wanita yg kau bawa dari alam semesta lain?"...
...Ucap Bartholomew sambil tersenyum....
...Spontan... Para dewa dewi kaget bahwa Bartholomew mengetahui hal tersebut, Tsukoyomi tertawa sambil berkata bahwa ternyata ada manusia yg mampu mengetahui rahasia para dewa dewi, Tsukoyomi bahkan bertepuk tangan kepada Bartholomew dan Vin....
...Tsukoyomi pun menerima pernyataan perang yg diucapkan oleh Bartholomew, seketika... Zath menjadi sedikit kesal dan menyela omongan Tsukoyomi, Zath bertanya tentang apa maksud dari omongan Tsukoyomi, Tsukoyomi menjawabnya dengan berkata.......
..."rahasia kita kan sudah ketahuan, untuk apa menutupinya lagi? Tinggal habisi saja para manusia, iyakan? Lagi pula... Tak ada yg bisa mengalahkan kita selain para malaikat, benar bukan?"...
...Ucap Tsukoyomi sambil tersenyum....
...Tsukoyomi berjalan mendekat kearah Bartholomew, mereka berdua sekarang... Saling berhadapan dengan ekspresi tersenyum....
...Tsukoyomi bertanya pada Bartholomew bagaimana jika para dewa dewi yg menang melawan manusia, Bartholomew pun menjawab bahwa apapun permintaan atau pertanggungjawaban ketika perang selesai adalah hal yg sia-sia, Bartholomew juga berkata bahwa perang ini adalah penentu tentang nasib manusia di masa depan atau nasib para dewa-dewi dimasa depan....
...Tsukoyomi kembali bertanya apakah perang ini adalah tentang hidup dan mati, Bartholomew kembali menjawab bahwa hal itu tentu saja harus dilakukan, jika tidak... salah satu dari kedua pihak akan sangat dirugikan jika bukan perang hidup dan mati....
...Tsukoyomi pun kembali mengiyakan pernyataan Bartholomew, namun dengan syarat... Perang hanya akan dilaksanakan di bumi, para manusia boleh menentukan sendiri dimana tempatnya dimana dan dibelahan bumi manapun itu....
...Bartholomew menjabat tangan Tsukoyomi dengan tersenyum dan berkata......
..."Setuju, untuk pelaksanaan perangnya, akan kita laksanakan tepat 1 tahun setelah pertemuan kami berdua dengan kalian saat ini"...
...Tsukoyomi kembali mengiyakan perkataan Bartholomew....
...Nampak beberapa dewa-dewi yg menjadi sedikit gelisah, ada juga yg tersenyum karena menantikan perang tersebut....
...TOO BE CONTINUED....