
...Lanjutan Chapter sebelumnya.......
...Chimera telah muncul dari dalam tanah, Ana yg terkagum-kagum melihat sosok Chimera tersebut kemudian berkata apakah dirinya bisa memelihara monster itu....
...Andi membentak Ana sembari berkata untuk menghentikan omong kosongnya, Andi pun menyuruh rekannya yang lain untuk segera bersiap bertarung....
...Semua rekannya termasuk Ana menyiapkan senjata mereka masing-masing, Chimera itu menggaung dan Andi pun memberikan perintah menyerang....
...Dari kejauhan langit... Terlihat sebuah cahaya yg mirip seperti bintang jatuh, terbang kearah mereka berempat, cahaya keemasan itu saat hampir dekat dengan tanah, pecah menjadi empat bagian dan kembali terbang menuju keempat pahlawan baru yg saat ini akan bertarung dengan Chimera....
...Cahaya tersebut masuk kedalam tubuh mereka berempat dan seketika stamina, mana sihir mereka berempat mulai meningkat karena cahaya yg datang pada mereka berempat....
...Dan ternyata... Cahaya tersebut adalah rapalan sihir jarak jauh milik Silviana yg beberapa detik lalu di terbangkan dari kadetral di kota FONTAINE....
...Mereka berempat pun melesat kearah Chimera dengan sangat bersemangat, tak terkecuali Ana yg langsung maju dari depan dan saling berhadapan dengan Chimera tersebut. Dengan membawa sabit terkutuk di tangan kanannya, Ana tersenyum sembari berlari kearah Chimera tersebut....
...Chimera itu mengangkat salah satu kaki depannya dan menghentakkan nya ke tanah dengan keras hingga gumpalan tanah tajam muncul seketika di hadapan Ana, Dengan lihainya Ana berhasil menghindari semua serangan Chimera tersebut....
...Fiero berada di sisi kanan Chimera, Andi berada di sisi kiri Chimera, sedangkan Tio yg masih berlari bersama Andi dan bermaksud akan membelakangi Chimera tersebut....
...Sembari berlari, Tio melempar kunai kearah kepala kambing yg berada di tengkuk Chimera tersebut. Tak ada satupun kunai yg berhasil mengenai kepala kambing itu karena ditangkis oleh Chimera tersebut menggunakan sayap naga nya....
...Terlihat dari posisi Andi, Ana melompat sangat tinggi dan hendak menyerang kepala singa dari Chimera tersebut. Dalam benak Andi, dirinya berpikir bahwa cara yg Ana lakukan sangat terlalu beresiko....
...Saat sabit milik Ana hampir mengenai kepala singa milik Chimera tersebut, kaki kanan depan Chimera tersebut menghempaskan Ana dengan kuat hingga Ana terlempar kembali ke tanah....
...Karena kepala kambing tersebut terlalu fokus pada Tio dan Andi, Fiero kemudian melancarkan serangan menggunakan pedang Claymore nya dan ternyata... Ekor kepala ular dari belakang hendak menyerang Fiero dengan mulutnya yg menganga lebar....
...Fiero kemudian menahan mulut ular tersebut dengan pedang Claymore nya sehingga Fiero pun terhempas ke tanah....
...Tak berhenti disana, Ekor kepala ular tersebut melanjutkan serangannya pada Fiero yg terhempas, karena Fiero masih belum bangkit saat jatuh tersungkur... Dirinya (Fiero) sempat merasa akan mati disaat ini juga....
...Namun... Ana datang dengan sangat Cepat, sehingga tangan kanan Ana yg memegang sabitnya dan hendak melindungi Fiero, digigit oleh ekor ular tersebut hingga... Terputus....
...Fiero yg melihat hal tersebut dari matanya langsung, Tercengang seolah tak percaya dengan apa yg terjadi. Ana kemudian membentak Fiero untuk segera pergi dan membantu yg lainnya menyerang Chimera tersebut....
...Fiero pun pergi meninggalkan Ana untuk membantu rekannya yg lain....
...Ana terduduk dan menahan lengannya agar tidak banyak mengeluarkan darah, namun... Darah yg mengalir keluar cukup deras. Karena tak tega melihat kondisi Ana yg sudah seperti itu, Sang iblis dari dalam sabit pun membantu menyembuhkan tangannya yg terputus....
...Tangannya yg tergeletak di tanah seketika terbang dan menyatu kembali dengan sisa lengan Ana yg terputus, sinar kehijauan muncul ketika tangan kanan Ana kembali menyatu, dan akhirnya... Tangan kanan Ana kembali menyatu seperti semula....
..."Sebaiknya kau peduli pada dirimu sendiri, gadis kecil."...
...Ucap sang iblis dari dalam Sabit terkutuk....
...Terlihat... Andi dan Tio yg sudah kewalahan mengurus Chimera tersebut....
...Tak lama... Gumpalan Api raksasa terbang dengan cepat dan mengenai Chimera tersebut di bagian kepala singa nya....
...Seorang wanita yg berpakaian Ronin dan membawa senjata Naginata melancarkan serangan tebasan beruntun pada Chimera tersebut hingga membuat Chimera itu sempoyongan....
...Tak berhenti disana... Sosok laki-laki yg kedua tangannya terlihat seperti mengenakan armor tangan, terbang dan melesat kearah Chimera itu, kemudian laki tersebut memukul keras kepala singa dari Chimera tersebut hingga Chimera itu menggaung kesakitan....
...Lalu... dari arah depan Chimera tersebut, sosok laki-laki yg membawa sebuah kapal besar berlari dan seketika memukul tanah dengan keras hingga membuat tanah terbelah dan membuat salah satu kaki depan Chimera itu masuk kedalam belahan tanah dan sedikit oleng. ...
...Dan terakhir... sosok wanita yg berpakaian ninja datang menebas kaki depan Chimera yg masuk ke belahan tanah hingga membuat Chimera itu pun terjatuh....
...Ke-empat orang tadi mundur setelah terjatuhnya Chimera tersebut, mereka berempat berkumpul dan berbaris. Lalu... dari belakang mereka, terlihat seorang laki-laki berpakaian Paladin datang dan berdiri ditengah-tengah mereka berempat....
...TOO BE CONTINUED....
Selanjutnya... "Pertarungan dengan Chimera."