
...Setelah beberapa lama mereka beristirahat di dekat mayat Chimera... Mereka pun memutuskan untuk kembali ke kota FONTAINE menemui Silviana....
...Terlihat Ana yg digendong oleh Andi, Ana tertidur pulas di bahunya (Andi) Tio dan Fiero hanya bisa tersenyum melihat wajah polos Ana ketika tertidur....
..."Benar-benar kekuatan yg hebat, Gadis ini memang sudah setingkat dengan kita."...
...Ucap Andi....
...Tio kemudian menjawab sebaiknya jangan terlalu dipikirkan tentang kekuatan Ana. Fiero pun juga ikut berkata bahwa dirinya tak menyangka akan memiliki hutang Budi pada seorang gadis yg bisa dikatakan masih remaja....
...Fiero berkata seperti itu sembari menatap tangan kanan Ana yg memegang erat sabitnya meski sedang tertidur di pundak Andi....
...Malam hari kembali tiba... Ana masih belum bangun dari tidurnya, Ketiga rekannya membuat api unggun untuk menghangatkan diri dari dinginnya malam hari. Ana terbaring di tanah dengan sabit terkutuk yg masih dia pegang erat di tangan kanannya....
...Ketika Fiero dan Tio sedang makan, Andi menatap tajam kearah sabit terkutuk. Lalu tak lama... Sembari beralasan untuk memberikan selimut pada Ana agar tidak kedinginan, dirinya mencari kesempatan untuk menyentuh sabit yg Ana pegang erat....
...Baru 1 jari tersentuh... Andi tiba-tiba kaget dan terdiam seketika setelah menyentuh sabit terkutuk....
...Sekilas.... Dirinya melihat Ana berubah menjadi sosok menyeramkan dan menebas langit hingga terbelah dan hancur layaknya sebuah kaca, seketika itu pula Andi tersadar setelah melihat sebuah imajinasi yg dia lihat entah dari mana....
...Andi masih terdiam dan dirinya pun kebingungan tentang apa yg dirinya lihat setelah menyentuh sabit terkutuk, sembari menatap langit malam yg penuh dengan bintang-bintang. Fiero yg sadar bahwa ada yg tidak beres dengan Andi, dirinya pun bertanya apa yg terjadi pada Andi....
...Andi berkata bahwa sabit yg Ana pegang tersebut memiliki kekuatan yg diluar akal manusia. Fiero pun berkata jika dirinya juga tau akan hal tersebut....
...Andi kemudian menyangkal tentang apa yg diketahui oleh Fiero, Andi juga berkata bahwa sabit ini akan menjadi salah satu senjata yg mampu menghancurkan dunia jika berada di tangan orang yg salah....
...Andi menjawab jika hal itu sangat mustahil mengingat bahwa sabit terkutuk tidak hanya kuat, namun juga memiliki penghuni didalamnya, Andi juga berkata jika dirinya dan rekannya yg lain atau bahkan orang lain mencoba untuk merebut sabit terkutuk, ada kemungkinan orang yg mencoba merebutnya akan mati sia-sia....
...Tio yg sedang makan pun tiba-tiba menyela pembicaraan mereka berdua dengan berkata "jika memang seperti itu akhirnya, kenapa harus kalian pikirkan? bukan kah sebaiknya kita memberikan perhatian lebih pada Ana agar dia tidak jatuh dalam hasutan lawan." Ucapnya Tio sembari makan....
...Andi dan Fiero pun membenarkan omongan Tio....
...Keesokan harinya......
...Pagi telah tiba, cahaya mentari bersinar cerah tanpa ada satupun yg mengganggu perjalanan mereka berempat untuk kembali ke kota FONTAINE menemui Silviana....
...Ana yg sudah bangun, terlihat dirinya melakukan peregangan sembari berkata bahwa dirinya sudah kembali segar bugar....
...Tio yg mendengarnya, tersenyum dan berkata "Syukurlah." pada Ana....
......................
...Tanpa ada sepengetahuan orang lain... Ketika Ana tertidur, dirinya yg masih sadar ternyata menjumpai sang iblis yg bersemayam di dalam sabit terkutuk. ...
...Entah apa yg mereka bahas, akan di lanjutkan di chapter selanjutnya....
...TOO BE CONTINUED....