God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
Chapter 21 : DIMULAINYA CERITANYA.



...Lanjutan chapter sebelumnya....


...DAIN terdiam melihat sabitnya yg tertancam di tanah....


...ia melihat kebelakang dan tak ada seorang pun disana, hanya GETSU yg tak sadarkan diri akibat serangan FOZHE di chapter sebelumnya....


..."(apa ini? siapa yg melakukannya?)"...


...ucap dalam pikiran DAIN....


...dia kembali melihat kearah sabitnya....


...berjalan meninggalkan mayat FOZHE yg terkapar didepannya....


...ketika DAIN hendak mengambil sabitnya itu, pikirannya menjadi kosong, tubuhnya diselimuti rasa takut....


...senyuman penuh rasa ingin membunuh masuk dalam pikirannya....


...dia dipaksa masuk dalam ruang gelap tempat iblis itu bersemayam....


..."Yo!! Bocah, kau baik-baik saja?"...


...tanya iblis sambil tersenyum....


...DAIN terlihat seperti orang yg kehilangan akal....


...iblis itu menjentikkan jarinya untuk menyadarkan DAIN....


..."jangan pedulikan dia, dia memang suka membuat para makhluk dunia ketakutan."...


...ucap iblis itu....


...DAIN kembali tersadar dan bertanya pada iblis itu....


..."apa yg terjadi padaku? dan apa itu tadi?"...


...tanya DAIN....


..."aahh, itu hanya hawa keberadaan milik temanku, jangan dipikirkan, yah walaupun kau sudah dibuat seperti itu olehnya."...


...jawab iblis itu....


..."temanmu? jadi kau tidak sendirian bersemayam disini?"...


...tanya DAIN....


..."hmm? sejak awal aku tidak pernah bersemayam disini karena aku adalah sebuah sabit, yg bersemayam itu temanku, aku hanya menemaninya."...


...ucap iblis pada DAIN....


..."jadi kau yg membunuh orang itu tadi?"...


...tanya DAIN....


..." yah, karena itu permintaan temanku."...


...jawab iblis....


...kemudian, sosok hitam besar dibelakang iblis tersebut muncul....


...sosok hitam itu tersenyum pada DAIN hingga membuatnya kembali diselimuti rasa takut....


...senyum yg menampakkan gigi-gigi tajamnya terlihat oleh DAIN....


...DAIN tak bisa bergerak maupun menoleh, dia seperti dipaksa untuk tetap menatap gigi-gigi tajam milik sosok hitam itu....


...sehingga DAIN tak bisa dengan jelas melihat mata sosok hitam tersebut....


..."bisakah kau berhenti melakukan hal itu padanya?"...


...ucap iblis tersebut pada sosok hitam itu....


...sosok hitam itu hilang seketika dari pandangan DAIN....


..."A-apa yg barusan itu temanmu?"...


...tanya DAIN pada iblis....


..."hm? begitulah, tapi jangan mencoba untuk menatap matanya jika kau tidak ingin suatu hal buruk terjadi."...


...ucap iblis....


..."(bagaimana aku bisa menatap matanya jika aku tidak bisa bergerak, berkedip pun saja sudah susah.)"...


...ucap dalam pikiran DAIN....


..."kalau begitu aku akan pergi menolong temanku, biarkan aku keluar."...


...ucap DAIN pada iblis itu....


..."hehe, silahkan."...


...ucap iblis....


...DAIN pun keluar dari ruang gelap tempat iblis itu bersemayam, mengambil sabitnya danberlari menuju GETSU yg tak sadarkan diri....


...DAIN pergi sambil menggendong GETSU dipunggung nya, dan sabitnya ia letakkan di pinggangnya....


...dia membawa GETSU ke timur karena melihat laut ketika dia terlempar ke udara saat bertarung dengan FOZHE....


...******...


...sosok laki-laki bertopeng emas melihat kearah tempat terjadinya pertarungan antara FOZHE dan DAIN....


..."sepertinya dia akan cukup merepotkan bila terus dibiarkan, tapi... akan cukup menarik jika dia segera bertemu dengannya."...


...ucap laki-laki bertopeng tersebut....


...****************...


...kembali ke tempat DAIN dan GETSU berada, DAIN menggendong GETSU dan pergi dari kekaisaran, namun beberapa saat dia berjalan, DAIN kembali merasa kesakitan dikepalanya karena suara aneh yg masuk....


...*NGIIIIIIINGG..........


...suara dengungan cukup keras hingga membuat gendang telinga DAIN lagi-lagi pecah...


..."SIALAAANNNNN!!!!"...


...dia melepas GETSU dan tiba-tiba tubuhnya bergerak dengan sendirinya, DAIN mulai kehilangan kesadarannya, GETSU terkapar pingsan ditanah, dan DAIN yg tubuhnya dikendalikan, kembali menuju kekaisaran....


...darah kembali mengalir dari telinga DAIN....


...pria bertopeng itu duduk di singgasananya, perlahan membuka topengnya, dan terlihatlah wajah tampan dengan mata berwarna kuning keemasan, rambut kecoklatan....


...dia adalah.... pangeran Michiel Chirffvousn lll, pewaris takhta kekaisaran QOINET, anak dari Kaisar Virdous Chirffvousn XXVI....


..."semuanya!! lakukan sesuai rencana kita!!"...


...ucap sang sang pangeran kepada para bawahannya....


...para bawahannya mulai meninggalkan ruangan....


...paus gereja yg sedang berdoa ia dihampiri bawahan sang pangeran bahwa rencana telah mulai dilaksanakan....


..."oh, engkau ibu Pertiwi kami, berikan hambamu ini kekuatan untuk melaksanakan tugas yg engkau berikan pada kami."...


...sebuah patung biarawati yg wajahnya tertutup kain hitam dan jari tangannya yg membentuk segitiga terbalik....


...paus gereja tersebut, pergi meninggalkan gereja sambil mengatakan....


..."wahai para anak-anak ibu Pertiwi, mari kita bergegas untuk melakukan perintah sang ibu Pertiwi."...


...para pemuja bersorak dan juga mulai bergerak....


...****************...


...di ibu kota CELESTIAL, Roger dan beberapa bangsawan termasuk raja yg memimpin kerajaan, berkumpul di sebuah ruangan....


..."yang mulia, mau tidak mau kita harus terima deklarasi perang kekaisaran, jika tidak, kita akan di injak-injak oleh para bangs** itu."...


...ucap salah satu bangsawan....


..."kita tidak boleh sembarangan melawan mereka, entah strategi apa yg akan mereka pakai, dan meski kita kalah jumlah, setidaknya kita punya kartu as."...


...ucap seorang panglima perang bernama marchus....


..."itu benar, karena dia sudah pergi, setidaknya kita bisa memberikan serangan besar pada mereka."...


...ucap Roger....


...raja William Ghoecrhiel menyetujui saran tersebut dan memerintahkan para bawahannya untuk membawa seluruh pasukan ke lokasi perang....


......"*si sialan itu, aku berniat bekerja sama, tapi malah mendeklarasikan perang, akan ku buat dia paham karena menantang seorang pahlawan sepertiku, tunggu saja kau, Mich*iel."......


...ucap Roger dalam pikirannya....


...****************...


...kembali ke tempat DAIN, berjalan melewati besarnya kota, ia berjalan layaknya orang normal, tak ada satupun orang yg sadar bahwa dia sedang dikendalikan, ia di bawa ke gereja tempat paus itu berada....


...baru sampai di depan gereja, iblis yg bersemayam di dalam sabitnya, tiba-tiba bereaksi....


..."emm? hawa ini seperti tidak asing, sepertinya aku pernah merasakannya disuatu tempat, hehe, aroma sang abu-abu benar-benar membuatku sedikit terangsang."...


...ia melihat kebelakang, dan sedikit kaget karena melihat sosok hitam pekat itu kembali tersenyum....


..."kau pasti mengetahui sesuatu, hei, beritahu diriku jika kau ada hal yg menarik."...


......................


...di tempat DAIN.......


...ia mulai masuk kedalam gereja tersebut, ia disambut oleh sang paus dan beberapa biarawati yg wajahnya tertutup kain putih dengan gambar segitiga terbalik....


..."selamat datang di istana sang Ibu Pertiwi, wahai pahlawan yg ternodai, kemarilah, aku akan mensucikan jiwa mu dan tubuhmu."...


...ucap sang paus gereja kepada DAIN yg tak sadarkan diri karena dikendalikan, bawahannya juga membawa GETSU....


...DAIN yg berdiri tak sadarkan diri dengan memegang sabitnya ditangan kanannya, tatapan hampa dari mata DAIN terlihat jelas, sang paus gereja tertawa melihat wajah DAIN....


...ia membentangkan kedua tangannya dan berkata......


..."WAHAI IBU PERTIWI, KEKUATAN MU YG MAHA DAHSYAT SUNGGUH LUAR BIASA, IZINKAN ANAKMU INI MENSUCIKAN JIWA ORANG YG TERNODAI IBLIS INI."...


...****************...


...sementara itu di kota CELESTIAL, puluhan ribu prajurit sudah mulai bergerak meninggalkan kota menuju lokasi perang, bahkan para prajurit dari kekaisaran yg bergabung dengan kesatria suci gereja juga mulai bergerak menuju lokasi perang....


..."sekarang! ayo kita mulai cerita ini menjadi sedikit menarik, haha."...


...ucap sang pangeran Michiel Chirffvousn lll....