
cerita dilanjutkan disebuah benteng yg terletak di sebuah planet kecil dekat matahari, pemilik tempat tersebut tidak lain adalah milik sang dewa matahari, QWOR!.
dilihat dari ekspresi nya, sepertinya dia sedang tidak senang, apa yg dipikirnya?.
ELLEN : "tuan QWOR, apa yg anda pikirkan hingga membuat ekspresi seperti itu? apa yg anda pikirkan tuan QWOR hingga menunjukkan ekspresi seperti itu?"
ELLEN adalah seorang kepala pelayan/pelayan utama yg bekerja di benteng Surya tempat QWOR tinggal.
QWOR menatap tajam pelayan itu dan...
QWOR : "ah, tidak apa-apa, aku hanya memikirkan sesuatu yg sangat penting, sepertinya aku membuat kalian gelisah, maafkan aku."
ucapnya sambil tersenyum.
para pelayan muda yang melihatnya, terpesona hingga...
ELLEN : "apa yg anda pikirkan, anda adalah seorang penguasa dan sekaligus dewa matahari, tidak sewajarnya berkata seperti itu pada kami yg rendahan ini."
tiba-tiba, QWOR memeluk Ellen dan mengatakan...
QWOR : "kau selalu tegas ketika sedang bekerja, padahal kau sangat lembut ketika sedang berdua denganku."
ucapnya sambil tersenyum.
ELLEN : "tuan QWOR, kita tidak boleh seperti ini, pelayan lain sedang melihat kita."
QWOR : "memangnya kenapa?"
ucapnya dengan kembali tersenyum.
ELLEN : "anda harus menahan diri sampai malam tiba."
QWOR dan Ellen saling menatap, membuat para pelayan lain yg melihat kemesraan mereka, iri dan...
PELAYAN 1 : "lihatlah mereka, mereka sangat romantis."
PELAYAN 2 : "kamu benar, betapa iri nya diriku melihatnya."
meskipun QWOR terlihat tersenyum, ia sedang memikirkan sesuatu yg membuat pikirannya tidak tenang.
QWOR : "(aku harus cepat-cepat memikirkan cara agar bisa merebut senjata itu, jika tidak, para sialan itu yg akan merebutnya lalu berbuat sesuka hati untuk menjadi malaikat utama)."
ucap dalam pikirannya.
sedangkan di tempat DAIN berada...
DAIN : "gawat!! aku melupakan ROGER, aku harus pergi ke tempatnya."
FINA : "kak GENZO, kakak mau kemana?"
DAIN : "aku ada urusan, sepertinya aku tidak akan kembali cukup lama."
ucapnya sambil cepat-cepat menuju pintu untuk keluar.
LANY : "apa kamu sudah baik-baik saja? makan lah dulu, FINA sudah membuat makanan untuk kita."
DAIN : "hah? urusan memang penting, tapi makan lebih penting, baiklah, aku akan makan dulu."
ucapnya sambil kembali masuk ke gubuk tempat FINA tinggal.
FINA : "kakak memang sulit mengalahkan rasa lapar yah, ini kak, sup dagingnya, aku memakai bahan dari belanjaan kemarin."
ucapnya sambil memberikan makanan pada DAIN.
DAIN : "pakai saja, lagi pula itu untukmu dan ibumu."
ucapnya sambil makan.
LANY : "aku tidak tau harus berterima kasih dengan apa untuk membalas kebaikan mu."
DAIN : "tidak perlu seperti itu, lagipula aku dan FINA kan teman, sudah sewajarnya bukan?"
FINA : "sekali lagi aku berterimakasih pada mu kak."
LANY : "kamu memang benar-benar pemuda baik hati."
DAIN : "makananku akan hilang rasanya jika kita terus membahas ini loh."
FINA : "iya-iya kak."
DAIN kembali melanjutkan makannya.
tak lama, DAIN keluar dari gubuk tempat FINA tinggal.
DAIN : "aku berangkat!!"
FINA & LANY : "hati-hati dijalan."
DAIN berlari menuju tempat ROGER menunggu.
belum keluar dari gang kecil, DAIN malah kembali ke tempat FINA.
DAIN : "woy FINA, bisa antar aku? aku lupa tempat kemarin aku berpisah dengan temanku."
LANY menahan tawa atas perilaku DAIN.
FINA : "baru saja kemarin aku berkeliling dengan kakak, sudah lupa?"
DAIN : "mau bagaimana lagi kan?"
FINA : "dasar kakak, tunggu sebentar, aku akan ganti pakaian."
DAIN : "tidak perlu, ayo cepat pergi."
ucapnya dengan menarik tangan FINA.
FINA : "tunggu-.. kakak!!!"
DAIN membawa FINA berlari menuju kota, mencari tempat dimana dia berpisah dengan ROGER.
DAIN yg berlari membawa FINA, mencari tempat dimana dia berpisah dengan ROGER.
FINA : "tunggu dulu kak, aku capek."
DAIN : "tidak ada waktu istirahat, kalau begitu, aku akan menggendong mu."
ucapnya sambil menggendong FINA di punggungnya.
DAIN melompat keatas gedung untuk mencari lebih cepat, FINA yg awalnya tersipu malu, malah jadi takut, haah...
FINA : "dimana kakak meninggalkan temannya?"
tanya-nya sambil berlarian diatas gedung
FINA : "ehhhh? itukan di persimpangan dekat rumahku, kita berlari kearah yg salah kak! dan juga kita ini sudah jauh sekali."
DAIN : "HAAAAH? kenapa kau tidak bilang dari tadi?"
DAIN berhenti berlari.
FINA : "kan kakak yg tidak bertanya dari tadi, lagian kakak juga langsung membawaku, dasar kakak bodoh!"
DAIN : "AAAHHHHH! ayo kita kembali."
FINA : "hehe, ayoooo!"
DAIN berlari kearah yg sebaliknya, FINA yg berada dipunggung DAIN, entah kenapa dia sangat gembira.
FINA : "tunggu!! awas kak! ada cerobong asap!!"
DAIN berlari dan hampir menabrak sebuah cerobong asap, tapi ia berhasil melompat, namun...
DAIN : "hehe, bukan masalah besar!!"
DAIN tidak menyadari bahwa dia bukan melompat ke arah gedung, tapi malah...
FINA : "kakak!"
DAIN : "apa?"
FINA : "memangnya manusia biasa bisa melompat cukup lama yah?"
DAIN : "tidak juga, tergantung pada kekuatan dan MANA sihir orang tersebut."
FINA : "apa kakak melompat dengan menggunakan kekuatan atau MANA sihir?"
DAIN : "tidak, memang kenapa?"
mereka melihat kebawah dan tidak ada sebuah pijakan selain sebuah jalan yg berada cukup jauh dibawah.
DAIN : "maafkan aku FINA."
FINA : "kakak bodoh!"
ucap mereka sambil menunjukkan ekspresi muka datar.
dan yah, mereka terjatuh.
DAIN : "AAAAAAHHHHHHHHHH, KENAPAAA HAL SIAL SELALU MENIMPAKUUUU????"
FINA : "TOLOOOOOONNNGGGGG AKUUUUUUUU!!!!."
dengan cepat, ROGER melompat dan menyelamatkan FINA, DAIN tetap jatuh kok.
ROGER : "apa kau tidak apa-apa gadis muda?"
FINA : "aku tidak apa-apa tuan."
FINA terpesona melihat wajah ROGER.
DAIN : "aduduuuuhhh, badanku sakit semua."
ucapnya yg sambil berusaha duduk.
ROGER : "eh? DAIN?"
DAIN : "hmm? WAHHH! ROGERRR!!"
ucapnya sambil berdiri karena terkejut.
ROGER : "sedang apa kau disitu?"
DAIN : "apa matamu rabun, otak udang?"
terlihat, ROGER sedang menggendong FINA.
DAIN : "woy woy FINA! mau sampai kapan kau digendong oleh nya?"
FINA : "EHHH? maafkan aku tuan."
ucapnya sambil turun dari gendongan ROGER.
ROGER : "tidak masalah, selama kamu baik-baik saja gadis muda."
DAIN : "terimakasih karena menolong FINA, jika tidak, mungkin tulang punggungku akan patah di buatnya."
ROGER : "itukah yg kau khawatir kan, bodoh?"
FINA : "lagian kakak melompat tidak melihat kedepan, kita jadi terjatuh."
ROGER : "apa kalian saling kenal?"
FINA : "kak GENZO kemarin menolongku ketika aku sedang di hutan, apa kalian juga saling kenal?"
ROGER & DAIN : "eh?"
FINA : "eh?"
DAIN : "ahahaha, jadi seperti FINA..."
DAIN membawa FINA menjauh, dan berbisik-bisik.
FINA : "ehhhhhh? tapi kan dia tuan ROGER, mana mungkin dia seorang penagih hutang."
ROGER : "hah? penagih hutang? aku?"
DAIN : "jadi seperti itulah yg terjadi."
FINA : "untuk kali ini aku tidak mempercayai kakak."
ROGER : "woy woy brengsek, apa yg kau katakan pada gadis muda itu?"
DAIN : "cuma bilang kalau kau itu tukang penagih hutang, dan aku adalah korbannya."
ROGER : "apa kepalamu sudah rusak karena terjatuh tadi?."
DAIN : "mana mungkin seperti itu bodoh!!"
dan begitulah....
TOO BE CONTINUED.