God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
Chapter 19 : CAHAYA DENGAN KEGELAPAN.



lanjutan chapter sebelumnya.


iblis : "jadi, apa yg kau inginkan hingga memanggilku?"


DAIN : "aku hanya ingin menanyakan beberapa hal padamu, bolehkah?"


iblis : "jika itu berhubungan dengan hal yg menarik, aku bersedia menjawabnya."


DAIN : "baiklah, yg pertama, apa kau tau tentang beberapa dewa selain DEMIORGOS? aku mohon jawab dengan jujur."


iblis : "begitulah, setidaknya mereka berjumlah 10 orang, dan yg tersisa setau sekarang hanya 8 orang saja."


DAIN : " yg kedua, dari mana kau tau semua hal itu?"


iblis tersebut tertawa mendengarnya.


iblis : "hahahaha, anggap saja aku memiliki seorang informan."


DAIN : " baiklah, aku tidak akan bertanya lebih lanjut tentang itu, yg terakhir aku akan bertanya 2 hal secara langsung. Siapa kau sebenarnya? dan kenapa kau ada bersemayam di dalam senjata ini?"


iblis tersebut sedikit kaget mendengarnya.


iblis : " untuk apa kau menanyakan hal itu? apa untungnya bagiku jika aku menjawabnya?"


DAIN tiba-tiba mengeluarkan ekspresi wajah datarnya.


DAIN : " tidak ada, aku hanya ingin tau, dan juga, kau itu iblis dengan kasta tertinggi, jika hanya karena hobimu yg suka bersemayam di sebuah senjata, menurut ku itu bukan alasan yg tepat jika dijawab olehmu."


iblis tersebut kembali tertawa.


iblis : "HAHAHAHAHA, kau tau bocah? kau makhluk pertama yg dengan santainya berbicara padaku, bahkan para bawahan ku selalu formal ketika berbicara denganku."


DAIN : " aku hanya malas berbicara secara formal."


iblis : " aku adalah iblis yg pernah memiliki julukan pangeran neraka, tapi semenjak aku dipaksa dikurung oleh SANG CAHAYA kedalam senjata ini, aku tidak bisa kembali dalam wujud ku yg sebenarnya hingga aku harus menggunakan 3 kunci untuk membuka segel kekuatan ku."


DAIN : " SANG CAHAYA? pangeran neraka? tunggu dulu, siapa itu SANG CAHAYA?"


iblis : " apa karena saking bodohnya kau, kau bahkan tak mengenali sosok yg menciptakan mu? atau mungkin kau berpikir kau muncul hanya karena planet ini dalam bahaya?"


DAIN seketika kaget mendengar nya.


iblis : " semua yg terjadi karena sebuah kebetulan, itu bukanlah kebetulan, semua yg terjadi didunia ini, bahkan di seluruh alam semesta memiliki alasan yg dinamakan takdir, bahkan setiap nafas mu, di setiap kedipan mata mu, juga merupakan takdir yg telah diciptakan dan ditulis olehnya, tak ada satupun yg tercipta didunia ini tak ada gunanya, bahkan iblis terbodoh maupun dari kasta terendah, tau akan hal itu, manusia dan iblis diciptakan dengan derajat yg sama, mereka terlahir dengan wujud yg berbeda, tapi pola pikir mereka lah yg menentukan kasta mereka, iblis tetaplah iblis, tapi manusia bisa menjadi seorang malaikat, jika mereka melenceng, mereka bisa menjadi iblis, bahkan IA tak segan-segan mengubah manusia menjadi babi bahkan sampah sekalipun, setiap manusia dilahirkan dengan membawa satu hal yg dinamakan kebebasan, tapi manusia lain yg serakah merebutnya seolah-olah kebebasan hanyalah untuk manusia tersebut, mereka lupa bahwa ketika mereka mati, yg mereka bawa hanya sebuah penyesalan ketika mereka masih hidup, perilaku, sifat dan sikap mereka yg menentukan neraka atau surga, manusia hidup dengan pola pikir mereka, dan kami hidup dengan pola pikir kami."


mendengar hal tersebut, DAIN hanya bisa terdiam.


DAIN : " (apa ini? apa yg aku dengar ini? iblis? manusia? malaikat? tuhan? neraka? surga? aku sama sekali tidak mengerti, penyesalan? kebebasan? apa yg sebenarnya dia katakan? ini membuatku pusing hingga kepalaku ingin hancur berkeping-keping)"


ucap dalam pikirannya.


seketika, iblis tersebut menjentikkan jarinya untuk menyadarkan DAIN.


iblis : "[KLIIIIKKK!!] lebih baik kau kembali, tak lama lagi matahari akan terbit, apa kau melupakan tujuanmu?"


mendengar hal tersebut, DAIN kembali sadar dan bergegas keluar dari ruang gelap tempat iblis itu bersemayam.


iblis : "bocah itu, hampir memaksaku menceritakan segalanya, aku harus lebih berhati-hati lagi hanya karena dia menarik perhatian ku."


kembali ke tempat DAIN berada, dia berdiri dan pergi dari rumah Toni, tapi dia sama sekali tak berpamitan padanya.


DAIN : "lebih baik aku segera pergi dari sini, jika tidak aku pasti akan melibatkan nya dalam masalahku."


dia pergi menuju pintu gerbang kerajaan, tapi... beberapa saat ketika dia keluar dari pintu gerbang, sebuah api raksasa terbang kearahnya yg membuat sebuah ledakan yg cukup besar diluar gerbang.


namun, api raksasa itu berhasil dihindari olehnya.


DAIN : "apa yg terjadi? siapa yg mengarahkan sihir api padaku?"


tiba-tiba, sebuah pedang besar yg berbentuk seperti salib terbang dari asap ledakan yg dengan cepat menuju kearahnya.


pedang tersebut berhasil ditangkis olehnya menggunakan sabit terkutuk nya.


??? : "heeeh, ternyata kekuatan sang pahlawan memang benar-benar hebat yah."


bayang-bayang seorang laki-laki yg mengenakan armor full body terlihat berjalan menuju kearah DAIN.


DAIN : "siapa kau? apa masalahmu denganku?"


muncul lah Komandan Ksatria dari balik asap ledakan.


??? : "namaku FOZHE, Komandan Ksatria KEKAISARAN QOINET."


ucapnya dengan santai sambil berjalan kearah DAIN.


DAIN : "aku tidak tau siapa kau, dan bagaimana kau tau identitas diriku yg sebenarnya?"


FOZHE : "hahaha, setiap makhluk yg masuk kedalam dinding yg mengelilingi kerajaan, mana sihir mereka akan dikenali dan diidentifikasi oleh para penyihir kerajaan, apa kau tidak tau?"


dibelakang Komandan Ksatria tersebut, muncul seorang Magician yg mengenakan jubah hingga menutupi kepalanya.


DAIN : "(sialan! jika terus seperti ini, aku hanya akan menarik perhatian penduduk)"


ucap dalam pikirannya.


matahari mulai terbit, tapi didepan pintu gerbang kerajaan, keadaan mencekam sedang berlangsung.


para ksatria mulai bermunculan dari dalam pintu gerbang, mereka mulai mengelilingi DAIN.


FOZHE : "jadi bagaimana sekarang? jangan berharap bisa kabur dari kami, tuan pahlawan."


ucapnya sambil tersenyum.


Magician tersebut mengeluarkan tongkat sihirnya dan melontarkan berbagai serangan sihir pada DAIN, namun dengan cepat, DAIN berhasil menghindar, tak berhenti disitu, DAIN kemudian diserang oleh FOZHE menggunakan pedang besarnya.


serangan tersebut berhasil ditahan oleh DAIN.


DAIN dengan cepat mengembalikan serangan tersebut namun juga berhasil ditahan oleh FOZHE.


DAIN : "(aku tidak bisa pergi dari sini, bisa atau tidak, aku harus membawanya ke tempat yg lebih jauh)"


ucap dalam pikirannya.


FOZHE : "jadi bagaimana dengan pertarungan di bulan? atau bisa disebut penghancuran masal nya."


DAIN dengan lantang mengatakan...


DAIN : "aku terima duel mu, tapi jika kau mengandalkan kecurangan, aku tidak akan ragu membunuh kalian yg ada disini."


para ksatria, FOZHE dan magician tersebut tertawa mendengarnya.


FOZHE : "kalau begitu, aku akan tetap melakukan kecurangan, haha."


FOZHE dengan cepat melancarkan serangan udara ke arah DAIN, namun berhasil ditahan, seketika, magician tersebut melancarkan sihir petir tingkat tinggi kearahnya, karena tidak bisa menghindari serangan sihir tersebut, DAIN akhirnya terkena serangan sihir petir yg dilancarkan magician tersebut hingga membuatnya terjatuh terkapar.


TOO BE CONTINUED.