God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
Chapter 7 : APA KOTA INI TERBUAT DARI EMAS DAN BERLIAN?



kembali ke kota CELESTIAL tempat DAIN berada, DAIN berjalan dengan FINA ke arah guild petualang untuk melapor.


DAIN : "ini kartu petualang milikku."


memberi sebuah kartu yg menandakan ia adalah seorang petualang, setiap petualang memiliki 1 kartu tersebut, dan setiap petualang diberi status atau rank mereka masing-masing untuk mengambil misi sesuai rank milik mereka.


RESEPSIONIS : "terimakasih banyak, ternyata petualang baru yah, disini tertulis GENZO dengan rank C yah, saya akan melihat pencapaian anda di batu GEO, tunggu sebentar."


ucapnya sambil menaruh kartu DAIN diatas batu GEO.


batu GEO adalah sebuah batu ajaib dimana batu tersebut bisa melihat pencapaian milik petualang, batu tersebut juga bisa digunakan untuk melihat informasi orang hilang atau kabar penting terbaru yg disampaikan GUILD INFORMATION.


RESEPSIONIS : "sudah selesai, pencapaian anda baru 1 yah, tapi cukup hebat, bisa mengalahkan kawanan serigala mistik seorang diri."


ucapnya sambil mengembalikan kartu milik **DAIN.


DAIN** : "yaah aku sudah berlatih cukup keras, dan juga cukup sulit mengalahkan kawanan serigala mistik itu seorang diri."


DAIN : "(aku tidak akan bilang padanya kalau aku mengalahkan kawanan serigala itu hanya dengan sekali serangan)."


ucap dalam pikirannya.


RESEPSIONIS : "kalau begitu, anda sudah terdaftar di guild petualang kota ini, setiap petualang yg ingin pergi keluar kota untuk menyelesaikan misi atau kembali dari perjalanan menyelesaikan misi, tidak dikenakan biaya masuk."


DAIN : "benarkah? tapi kenapa bisa?"


RESEPSIONIS : "karena sumberdaya yang diberikan oleh para petualang, itu sangat berharga bagi guild pedagang, semakin sulit atau langka buruan misi nya, semakin besar hadiahnya hingga mendapat gelar dari guild petualang dan guild pedagang."


DAIN : "wow, kalau begitu aku bisa semangat mengambil misi disini setiap hari."


RESEPSIONIS : "semoga saja anda selalu seperti itu."


DAIN : "kalau begitu aku pergi dulu."


RESEPSIONIS : "terimakasih atas kunjungannya."


DAIN keluar dari gedung guild petualang, FINA yg menunggu diluar gedung, menyambutnya dengan gembira.


FINA : "bagaimana tuan? apa lancar-lancar saja?"


DAIN : "iya, sebagai ucapan terimakasih, aku traktir kau makan siang, bagaimana? kau wajib menerimanya!"


ucap sibodoh itu dengan memaksa.


FINA : "ah- baik tuan."


DAIN : "kalau begitu, kau kembali bertugas mencari tempat makan yg super enak, aku sangat lapar, serius."


FINA : "baik tuan, serahkan saja padaku."


ucap gadis itu dengan percaya diri.


mereka kembali berjalan untuk mencari tempat makan, dalam perjalanan, DAIN menanyakan sesuatu pada FINA.


DAIN : "hei gadis kecil, selesai makan nanti, apa kau bisa mengantarku ke tempat tinggal para rekan pahlawan?"


FINA : "eh? untuk apa tuan ingin pergi kesana? rakyat biasa seperti kita tidak mungkin bisa masuk, jangankan masuk, melihat dari gerbang saja sudah dikasih peringatan oleh prajurit yg berjaga."


DAIN : "kenapa begitu?"


FINA : "aku juga tidak tau, tapi terkecuali untuk para wisatawan, tapi mereka hanya bisa melihat dari luar gerbang saja, tetap tidak boleh masuk."


DAIN : "bukannya salah satu pekerjaan mu itu mengantar para wisatawan? kalau begitu antar saja aku kesana, aku akan masuk sendiri."


FINA : "ehhh? jangan memaksa seperti itu tuan, bisa-bisa tuan kena hukuman loh, kota ini memang bebas, tapi juga sangat ketat."


DAIN : "aku memiliki beberapa kenalan disana, jadi aku akan baik-baik saja."


FINA : "kenalan? koneksi tuan luas sekali walaupun baru tiba dikota ini."


DAIN : "bagaimana kau tau?"


FINA : "kan waktu kita bertemu di hutan, tuan sedang tersesat, jadi aku yakin anda baru pertama kali datang ke kota ini."


DAIN : "(aahhh, aku lupa akan hal itu, dan juga gadis ini sangat peka, haah)"


mereka pun sampai di tempat makan.


FINA : "kita sudah sampai, ini dia tempatnya tuan."


DAIN melihat kearah tempat makan itu dan berpikir...


DAIN : "waaahh...eh? (bukannya ini restoran mahal)"


ia lupa dimana ia berada, kota CELESTIAL adalah ibu kota dari negara GEORIEL, kota ini sangat maju bahkan, tempat makan murah terlihat sangat mewah seperti sebuah restoran mahal, aku katakan murah hanya untuk rakyat yg cukup berada.


FINA : "ini tempatku biasa makan, ayo masuk tuan."


DAIN : "(seberapa kaya gadis ini? apa dia serius mengajakku ke tempat ini, aku ragu dengan kondisi kantong uangku)"


ucap dalam pikirannya.


bagian dalam tempat makan itu bukan seperti restoran lagi, tapi memang sebuah restoran. DAIN melihat ke arah beberapa petualang yg sedang makan dan minum, dan dia...


DAIN : "(ini memang tempat orang kaya, bahkan petualang itu sudah seperti manusia yg terbuat dari perak)"


petualang disana menggunakan armor full body yg berwarna silver mengkilap, ada yg menggunakan senjata dengan tampilan keren, bahkan seorang penyihir petualang, mengenakan zirah kain anti sihir yg sangat mewah.


FINA : "tuan GENZO! disini, disini!"


DAIN : "(aku seperti merasa menyesal datang ke kota ini)"


FINA : "para petualang rank D selalu berkumpul dan berisik disini, jadi jangan terlalu dipikirkan yah tuan."


DAIN : "ah baiklah, eh? RANK D?"


DAIN dan FINA yg sedang menikmati makanan mereka, mendapati tatapan sinis dari beberapa petualang..


dua orang petualang menghampiri meja tempat DAIN dan FINA makan...


Childe : "woy Fina! ternyata kau memiliki seorang teman yah."


Champion : "hehehe, berhenti mengganggu nya childe, bisa-bisa cowoknya itu marah."


Childe : "ohh? sepertinya mereka akan menjadi pasangan yg serasi, hahahaha..."


Champion : "hahahaha...dalam hal apa?"


Childe : "tentu saja dalam hal kemiskinan."


ucap mereka berdua sambil menertawakan FINA.


DAIN yg sedang makan, melirik mereka dengan tajam yg membuat mereka kaget.


Childe : "kenapa kau melihatku seperti itu? apa kau tidak terima cewekmu dihina?"


semua orang di tempat orang itu melihat ke arah mereka.


DAIN : "dia bukan cewekku, aku hanya berterimakasih padanya karena mengantarku ke kota ini dan ke beberapa tempat di kota ini."


FINA yg mendengar hal tersebut, menundukkan kepalanya.


DAIN dengan cepat menyelesaikan makannya dan berdiri menghadap ke kedua petualang tersebut...


DAIN : "tapi... bukan berarti masalahnya bukan masalahku, akan sedikit tidak menyenangkan bila FINA membawaku berkeliling kota dengan perasaan nya yg sedang buruk."


ucapnya sambil menatap sinis kedua petualang tersebut.


Childe : "jadi? kau mau apa, pecundang?"


Champion : "kami bisa melayani mu disini jika kau mau."


FINA tiba-tiba bangun, dan berlari keluar dari tempat makan itu.


DAIN yg melihatnya, berjalan ke arah Pemilik Tempat Makan untuk membayar makanan FINA dan miliknya.


DAIN : "aku tidak tau uang ini cukup atau tidak, tapi jika ada lebihnya, ambil saja sebagai permintaan maaf kami karena sedikit ribut."


DAIN berbalik dan berjalan menuju keluar.


PTM atau Pemilik Tempat Makan tersebut kemudia berkata...


PTM : "sudah pas kok, mereka memang seperti pada pendatang baru atau pada orang yg lebih lemah, jika kau ingin mengurusnya, lebih baik diluar."


DAIN : "terimakasih sarannya."


DAIN berjalan melewati kedua petualang tersebut.


Childe : "mau kemana kau?"


Champion : "bagaimana jika kita selesaikan ini, haah?"


ucap mereka sambil menghalangi jalan DAIN menggunakan senjata milik mereka, semua orang yg berada di tempat itu masih melihat ke arah mereka bertiga.


DAIN : "bagaimana jika selesaikan ini di luar saja, aku merasa tidak enak pada semua orang yg sedang menikmati makanan mereka disini."


Childe : "pfft hahahaha, kau pikir bisa mengalahkan kami berdua? baiklah baiklah, kau boleh pergi, lawakanmu sudah cukup bagi kami."


Champion : "hahahahaha."


kedua petualang tersebut membuka jalan DAIN, namun DAIN tidak bergerak dan mengatakan...


DAIN : "kalian tau? kemarin aku bertemu dengan beberapa tikus kecil yg membawa emas, dan mereka berkata seperti itu."


semua orang yg disitu menyoraki kedua petualang tersebut.


bahkan Salah Satu Pelanggan ada yg berkata...


SSP : "apa kalian takut pada pemuda itu? lawan jika kalian memang hebat."


SSP lain : "jangan membuat keributan jika kalian seorang pecundang."


kedua petualang tersebut mulai marah mendengar hal tersebut.


Childe : "baiklah kami berdua akan melayani mu."


Champion : "akan ku beri tau kau bagaimana kekuatan kesatria sejati."


DAIN yg mendengar hal tersebut, tersenyum dan mengatakan...


DAIN : "aku sudah katakan tadi bukan? kita selesaikan diluar, dasar tikus kecil."


DAIN dan kedua petualang tersebut keluar dari tempat makan itu, setelah mereka bertiga berada diluar, semua orang baik yg berada di dalam restoran maupun orang yg diluar restoran melihat ke arah mereka.


mereka saling berhadapan, sepertinya pertarungan 2 vs 1.


Childe : "lebih baik kita mulai saja disini."


Champion : "yah, aku sudah tidak tahan ingin menghajarnya."


Childe : "jangan salahkan kami jika kau kami buat sekarat yah."


DAIN : "jangan banyak bicara, cepat selesaikan ini."


seperti apakah pertarungan mereka?


TOO BE CONTINUED.