
Malam hari setelah mereka makan malam bersama mereka langsung pergi ke kamar.
"Mas." pangil Dea pada Anang yang tengah bermain game di handphonenya.
"Iya sayang kenapa?" balas Anang tanpa menoleh ke arah Dea karena dia tengah fokus bermain game.
"Aku siap kalau kamu mau minta hak kamu sekarang."
"Hah, beneran?" kaget Anang sampai sampai dia melemparkan handphonenya ke atas ranjang.
"Sayang gak sedang becanda kan?" tanya Anang memastikan.
Dea hanya membalasnya dengan anggukan kepala sana karena dia sangat malu.
"Kalau kamu belum siap aku masih bisa kok tahan sampai nanti saat kamu siap."
"Aku sudah memikirkannya mas, dan ini memang sudah menjadi hak kamu." Dea memberanikan diri menatap wajah Anang.
Cup.
"Terimakasih sayang, aku janji nanti akan pelan pelan." ucap Anang dan langsung menuntun Dea untuk naik ke atas ranjang.
"Kamu yakin kan? Soalnya nanti kalau aku sudah di tengah jalan aku gak bakal bisa berhenti." tanya Anang lagi memastikan, takut takut nanti kalau suwaktu waktu Dea berubah pikiran.
"Iya mas aku yakin." balas Dea mantap.
Anang pun langsung melancarkan aksinya dengan di mulai dari bibir Dea dan berlanjut ke bawah sampai pada intinya. Dan malam panjang pun terjadi.
Mereka berdua melakukan malam pengantin yang sudah tertunda selama beberapa hari. Hingga pagi menjelang barulah Anang menghentikan aksinya karena Dea sudah terkapar di bawahnya.
Tadi sambil memasak Dea kepikiran apakah dia harus memberikan hak Anang apa tidak. Tapi melihat kebaikan Anang kepadanya dia jadi merasa bersalah. Karena Anang sudah baik kepadanya, tapi dia malah tidak mengijinkan Anang untuk meminta haknya.
Alhasil setelah berfikir panjang Dea pun akhirnya memutuskan untuk memberikan hak Anang malam ini juga.
-
Pagi hari Dea masih tertidur karena mungkin dia kecapekan. Sedangkan Anang, dia berkutat di dapur untuk membuat makanan sarapan mereka berdua.
Dengan memakai seragam kerja yang sudah rapi dia memotong sayuran yang akan dia buat capcay. Selain memasak untuk sarapan, Anang tadi juga sudah berbelanja barang barang yang sudah habis.
Setelah masakannya matang, Anang langsung menatanya di meja makan. Baru setelah itu dia pergi ke kamar untuk membangunkan Dea.
"Sayang bangun yuk." ucap Anang membangunkan Dea dengan lembut sambil mengelus pipi Dea yang halus.
"Sayang ayo bangun, ini udah siang loh." ucap Anang lagi karena tidak ada respon dari Dea.
"Aku masih ngantuk mas." balas Dea dengan mata yang masih terpejam.
"Ayo bangun kita sarapan, aku mau berangkat kerja habis ini." ucap Anang membuat Dea membuka matanya.
"Loh kamu kok udah rapi?" tanya Dea.
"Iya kan aku mau kerja." balas Anang.
"Emang ini jam berapa sih?" tanya Dea lagi, Dea berusaha bangkit dari tidurnya.
"Auww...." ringis Dea saat merasakan intinya terasa ngilu.
"Sayang kamu kenapa?" panik Anang.
"Itu aku sakit, gara gara kamu sih mainnya kasar banget." balas Dea setengah kesal ketika mengingat bagiamana ganasnya Anang semalam.
"Hehehe maaf sayang, habisnya aku nahan udah lama, jadi ya mumpung ada kesempatan aku gas lah." cengir Anang.
"Kamu udah mulai kerja ya?"
"Iya kan aku udah bilang kemaren, yuk bangun kita sarapan aku udah masakin makanan buat kita." ajak Anang.
"Ambilin baju dulu, masak aku mau makan gak pakai baju."
"Ya gak papa, aku malah senang."
"Itu mah maumu."
Anang hanya tersenyum dan segera mengambilkan pakaian untuk Dea.
"Udah pakai itu aja, lagian juga aku udah lihat semuanya." balas Anang santai.
Tak mau debat lagi, Dea pun langsung memakai daster itu tanpa dalaman.
"Gimana, bisa jalan gak?" tanya Anang.
"Pakai tanya lagi, pikir aja sendiri." kesal Dea karena Anang tidak peka.
"Hahahaha, sini aku gendong." tawa Anang dan langsung menggendong tubuh Dea ala bridal style pergi ke ruang makan.
"Ini kamu semua yang masak?" tanya Dea setelah melihat banyaknya masakan yang ada di atas meja makan.
"Iya dong, kan spesial buat kamu." balas Anang.
"Kamu mau cobain yang mana?" tanya Anang.
"Aku mau coba semuanya, aku penasaran sama masakan kamu." jawab Dea.
Dengan senang hati Anang mengambilkan berbagai macam masakannya ke dalam piring Dea.
"Harus habis, biar makin montok." ucap Anang sambil mengelus kepala Dea setelah meletakkan makanan di hadapan Dea.
"Kamu kok jadi mesum gini ya?" curiga Dea.
"Ya biarin, orang sama istri sendiri juga." balas Anang santai.
"Udah ayo makan, nanti aku keburu kesiangan." ajak Anang.
Mereka berdua pun makan dengan tenang, dan setelah selesai Anang langsung pamit kerja sama Dea.
"Sayang aku kerja dulu ya, doain aku rezekinya lancar biar bisa kasih uang terus sama kamu. Nanti kalau itu kamu masih sakit kamu tidur aja, pulang kerja nanti aku beliin salep agar tidak sakit lagi." ucap Anang setelah memakai sepatunya.
"Aamiin, aku selalu doain agar rezeki suami aku lancar. Dan aku selalu berdoa agar kamu di berikan perlindungan di manapun kamu berada." balas Dea.
"Aku pergi dulu ya, kamu hati hati di rumah. Nanti kalau ada apa apa kamu telfon aku."
"Iya mas, kamu hati hati ya."
Cup.
"Daa... sayang mas pergi dulu."
"Daa... mas." balas Dea.
Dea tidak menghantarkan Anang keluar rumah karena dia tidak memakai dalaman takut nanti kalau ada orang yang lewat.
Setelah kepergian Anang, Dea kembali lagi ke kamarnya setelah mengunci pintu rumahnya. Di kamar dia kembali merebahkan tubuhnya yang sangat lelah dan masih ngantuk.
"Gilak sih, mas Anang kalau main bruntal banget." ucap Dea mengingat kegiatan dia dan Anang semalam.
"Kalau setiap hari gini terus bisa bisa aku gak akan bisa jalan." lanjutnya.
Dea pun mencari sesuatu di internet yang dapat di gunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat berhubungan pertama kali. Setelah mendapatkannya Dea langsung mengirimkan screenshot an nama produk itu pada Anang agar nanti Anang membelikannya setelah pulang dari kerja.
-
Anang yang baru sampai di pabrik dia kerja pun di sambut heboh oleh teman temannya.
"Widih penganten baru udah mulai kerja nih." goda teman Anang.
"Bener nih, gimana malam pertamanya seru gak? Bagi link dong." timpal yang lainnya.
"Wah parah lu kalau ngomong, ehh tapi boleh deh nanti kalau dapat jangan lupa Share ya." balas yang lainnya.
"Lo pada gilak, gw dateng bukannya di tanyain kabarnya gimana, ehh ini malah di mintain link." balas Anang.
"Hahaha... emang apa lagi yang harus kita tanyain, kan pengantin baru itu identik dengan malam pertama. Ya gak gues?"
"Yoi."
...*** ...