From Virtual to Real

From Virtual to Real
FVTR#39



Dea sudah menggambil tespek dari dalam gelas yang berisi cairan urine miliknya, perlahan Dea mulai menggangkat tespek itu untuk melihat hasilnya.


"Bismillahirrahmanirrahim." doa Dea lagi dan....


"Hah, ini beneran?" tak percaya Dea dengan apa yang dia lihat.


Tespek yang dia pakai itu menampilkan dua garis merah, hal itu menandakan bahwa dia positif hamil.


"Alhamdulillah ya Allah terimakasih karena engkau telah mempercayakan kami untuk merawat dan membesarkan anak kami." ucap syukur Dea.


Dea langsung pergi ke dalam kamarnya mencari handphone hendak menghubungi Anang.


"Pasti mas Anang senang banget kalau aku kasih tahu aku positif hamil." ucap Dea mengotak atik handphonenya hendak menghubungi Anang.


Tapi belum sampai dia memencet tombol telfon dia sudah mengurungkan niatnya.


"Jangan deh, mending aku kasih surprise nanti saja waktu di rumah." ucap Dea mengurungkan niatnya.


Dea pun memikirkan cara untuk membuat kejutan buat Anang nanti, Dea mencari ide dari internet.


...**...


"Baik mas kami suka dengan rumah ini, saya akan transfer langsung sekarang." ucap papa Kenzo yang suka dengan konsep rumah yang akan mereka beli.


"Baik pak, terimakasih sudah percaya kepada perusahaan kami." balas Anang ramah.


"Sama sama mas, saya sudah transfer dan buktinya juga sudah saya kirim ke chat mas Anang." balas papa Kenzo.


"Kalau begitu ini serah terima kuncinya pak, semoga anaknya betah tinggal di sini."


"Aamiin mas terimakasih."


Setelah itu Anang pun pergi kembali ke perusahaan, dia akan mencari pelanggan baru agar bonus yang dia terima nanti semakin besar.


...**...


Jam kuliah Dwi sudah selesai, saat ini dia berada di parkiran motor hendak pulang. Tapi semuanya itu dia urungkan saat melihat Kenzo dan teman temannya berjalan ke arahnya.


"Gila, cuman jalan gitu dong aja udah gagah banget, apalagi sampai goyang di atas gw." gumam Dwi mengagumi Kenzo.


"Astaga gw ngomong apaan sih, stop Dwi stop, kenapa otak Lo kotor banget sih." lanjut Dwi menampar mulutnya yang suka tidak menyaring dalam berbicara.


"Ehem, ehh ada tepos di sini." ucap Kenzo menyapa Dwi.


"Gw akan buktikan sama lo kalau nanti gw bisa montok, dan lo adalah orang pertama yang akan gw goda nanti." balas Dwi.


"Oh ya, coba saja kalau bisa, akan gw tunggu." balas Kenzo sambil tersenyum mengejek.


"Minggir sana gw mau lewat." usir Dwi karena motornya terhalang oleh tubuh Kenzo.


"Tanpa lo suruh juga gw akan minggir, gak enak soalnya tabrakan sama orang tepos kayak Lo." balas Kenzo dan minggir memberikan jalan untuk motor Dwi.


Dwi tak menghiraukan Kenzo, dia mulai melajukan motornya meninggalkan parkiran kampus.


"Gila ya Lo, suka tapi malah lo ejek orangnya." ucap salah satu teman Kenzo yang bernama Bayu.


"Ya mau bagaimana lagi, cuma ini cara supaya gw bisa dekat sama dia." balas Kenzo.


Ya, sebenarnya Kenzo sudah menyukai Dwi dari lama, tapi karena dia malu dia pun mengejek Dwi biar Dwi bisa marah dan akhirnya mereka saling kenal seperti ini.


"Ya tapi gak gitu juga kali Ken, gimana nanti kalau dia di embat orang, nangis darah lo nanti." ucap Bayu.


"Gak akan gw biarkan hal itu terjadi, lo tahu kan apa yang akan gw lakukan buat cowok yang berani dekati Dwi." balas Kenzo yang membuat kedua temannya menggelengkan kepalanya.


"Emang ya lo itu aneh, suka itu di manja, bukan malah di ejek seperti ini." ucap Sandy salah satu teman Kenzo juga.


"Lo gak akan pergi tahu apa yang gw rasakan." balas Kenzo dan naik ke atas motornya.


"Ehh Ken lo mau kemana?" tanya mereka berdua.


"Pulang." balas Kenzo dan menjalankan motornya pergi meninggalkan kedua temannya.


"Gila ya tuh anak, main tinggal tinggal aja." ucap Bayu.


"Udah ayo kita kejar dia." balas Sandy.


Mereka berdua pun pergi mengejar motor Kenzo yang sudah pergi jauh meninggalkan mereka berdua.


...**...


"Mama kemaren beli di mana ya, kok bisa ampuh gitu." gumam Dwi berfikir.


Kalau beli online keknya gak mungkin deh, soalnya mama nama bisa belanja online." lanjut Dwi.


"Loh Dwi kamu makan di sini?" tanya ibu Iva teman satu geng mamanya.


"Iya Tante, kebetulan Dwi lapar." balas Dwi.


"Ooh pasti kamu baru pulang ngampus ya?"


"Hehehe iya Tan, kalau Tante ngapain di sini?" balas Dwi bertanya.


"Tante sih lagi nunggu seseorang buat cod." jawab ibu Iva.


"Cod apa Tan?" tanya Dwi penasaran.


"Ini." mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong kresek yang dia bawa.


"Itu bukannya produk CISA ya Tan?" tanya Dwi.


"Iya, kan Tante pakai produk itu dan ada teman Tante yang pengen coba jadi ya Tante ambilkan trus Tante jual lagi." jelas ibu Iva.


"Wah pasti ibu Iva tahu nih siapa penjual produk CISA di sekitar rumah." batin Dwi.


"Emang yang jualan produk CISA siapa sih tan, kok mama juga pakai di rumah?"


"Itu loh tetangga baru kita, mbak Dea namanya." jawab ibu Iva.


"Ooh." balas Dwi.


"Dwi boleh minta nomornya gak Tan, soalnya Dwi penasaran sama skincare dari produk CISA?" lanjut Dwi.


"Boleh Wi, nanti Tante kirim langsung ke nomor kamu." balas ibu Iva.


"Makasih Tante." ucap terimakasih Dwi.


"Iya sama sama." balas ibu Iva.


Tak berapa lama teman ibu Iva pun datang dan Dwi pun langsung pergi dari sana karena memang makanannya sudah habis dari tadi.


Sampai di rumah Dwi langsung mengecek apakah ibu Iva sudah mengirimkan nomor Dea atau belum, dan ternyata ibu Iva sudah mengirimkannya, Dwi pun langsung mengirimkan pesan kepada Dea.


Halo kak, aku Dwi aku mau cari produk CISA dong kak.


Pesan yang Dwi kirimkan kepada Diandra.


Halo juga kak, kak Dwi mau cari produk CISA yang bagaimana, skincare atau perawatan tubuh yang lain?


Dea membalas pesan Dwi.


Aku mau cari yang buat memperbesar payud*** yang cepat kak, kalau bisa seminggu sudah gede.


Balas Dwi.


/send picture.


Ini ada kak, tapi tidak langsung besar, ada prosesnya, tapi kalau kakak pengen cepat besar kakak bisa menggunakannya tiga kali sehari kak, dan harus sering sering di pijat juga biar cepat besar.


Balas Dea.


Oh gitu ya kak, kalau gitu gak jadi deh.


Balas Dwi.


Oke kak, mungkin nanti mau cari produk CISA lagi bisa langsung menghubungi aku.


Balas Dea dan Dwi tak lagi membalas pesan Dea.


Dwi sangat terobsesi untuk memperbesar payud***nya agar bisa mendapatkan Kenzo, dia akan melakukan apapun demi mendapatkan Kenzo.


...***...