
Sepulang dari periksa kandungan, Dea langsung tidur karena mungkin kelelahan. Sedangkan Anang dia memandangi wajah cantik Dea yang sedang tidur.
"Kamu cantik banget sih yang, bikin aku gak bosen liatin kamu tau gak." ucap Anang menggajak Dea berbicara.
"Rasanya seperti mimpi bisa hidup seperti ini sama kamu, apalagi sebentar lagi kita akan menjadi orang tua untuk anak anaknya kita nanti, rasanya sangat mustahil untuk bisa sampai di titik ini." lanjut Anang.
Puas memandangi wajah istrinya Anang pun mulai memejamkan matanya karena kantuk sudah datang menghampirinya.
-
Pagi hari Anang dan Dea sudah siap siap untuk pergi, mereka berdua akan pergi ke rumah pak Kenan.
"Sayang kamu yakin kuat nanti saat dalam perjalanan?" tanya Anang pada Dea yang sedang bercermin di meja riasnya.
"Iya mas aku yakin, kenapa sih kamu kayaknya ragu banget." jawab Dea yakin.
"Ya kan kamu lagu hamil muda yang, aku takut kalau kalian kenapa kenapa, soalnya ini perjalanannya lumayan jauh."
"Kamu tenang aja, nanti kalau aku capek aku pasti bilang kok sama kamu." balas Dea meyakinkan Anang.
"Ya sudah terserah kamu saja." balas Anang mengalah.
Selesai bersiap mereka pun langsung berangkat menuju rumah pak Kenan menggunakan motor kesayangan Anang.
-
Begitu pula di tempat Dwi, dia juga sudah bersiap untuk pergi ke pesta ulang tahun Kenzo, pesta di laksanakan di siang hari, oleh karena itu Dwi sudah siap berangkat karena posisi rumah Kenzo yang jauh dari rumahnya.
Dwi memesan taksi online karena tidak mungkin buat dia untuk pergi ke pesta Kenzo menggunakan motor, sedangkan dia memakai dress mini seperti ini.
Dwi memakai dress ketat yang panjangnya tidak sampai lutut dan tanpa lengan sehingga membuat lekuk tubuh Dwi tercetak jelas.
Tak lupa tadi Dwi juga memakai serum yang ibu Tutik belikan, semalaman tadi Dwi memijat payu**** nya terus menerus dan benar saja tadi pagi saat bangun tidur Dwi merasakan bagian dadanya terasa sangat besat, dan setelah dia lihat ternyata bentuk dadanya semakin bulat dan besar.
"Seksi juga gw sekarang, pasti nanti Kenzo aku langsung klepek klepek sama gw." gumam Dwi memandangi dirinya di dalam cermin.
Setelah di rasa penampilannya sudah cukup Dwi pun langsung berangkat karena taksi online yang dia pesan juga sudah datang.
Dwi pergi dengan di tangannya membawa dompet serta kado untuk Kenzo.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Dwi sampai di rumah Kenzo dan bisa di lihat di depan sana juga ada Dea dan Anang yang sepertinya juga baru sampai.
"Loh itukan tetangga baruku, kok mereka bisa ada di sini?" tanya Dwi pada dirinya sendiri.
Tak mau ambil pusing Dwi langsung masuk ke dalam rumah Kenzo karena memang sudah ramai akan tamu yang hadir.
Sementara itu di tempat Anang dan Dea, mereka berdua bingung karena mendapati tempat yang mereka datangi tengah melakukan pesta.
"Mas ini gimana, masak iya kita udah jauh jauh ke sini mau balik lagi sih?" tanya Dea pada Anang.
"Aku juga gak tahu yang, ayo coba kita tanya ke pak satpam aja." balas Anang.
Dea dan Anang berjalan menghampiri pos satpam dan hendak bertanya kepada pak satpam.
"Permisi pak." ucap Anang pada satpam yang berjaga di sana.
"Jadi begini pak, kita datang ke sini mau bertemu dengan pak kenan sama bu Kenan, tapi kita tidak tahu kalau sekarang lagi ada pesta, dan kita juga tidak mungkin untuk kembali pak soalnya perjalanan dari sini ke tempat kita itu sangat jauh, jadi bolehkah kami minta tolong sama bapak buat panggilkan pak kenan atau ibu Kenan untuk ke sini." jelas Anang meminta tolong.
"Aduh gimana ya mas, sebenarnya saya juga gak berani ganggu acara tuan Kenan, tapi saya juga kasian sama kalian." balas pak satpam bingung.
"Maka dari itu pak, mungkin bapak bisa mencobanya. Bilang saja kalau ada Anang datang ke sini." balas Anang.
"Baiklah mbak sama masnya silahkan di tunggu di sini sebentar biar saya panggilkan ke dalam."
"Baik pak, terimakasih atas bantuannya." balas Anang.
"Sama sama mas, kalau begitu saya permisi masuk dulu." pamit pak satpam dan pergi dari sana.
"Alhamdulillah ya mas pak satpamnya baik." ucap Dea pada Anang.
"Iya yang, emang sebenarnya itu masih banyak orang baik di sekitar kita tapi kita tidak sadar." balas Anang.
"Iya mas, orang orang yang baik akan tertutup oleh mereka mereka yang jahat." balas Dea setuju.
Mereka berdua pun menunggu di sana dengan sabar dan berdoa agar pak Kenan mau menemui mereka berdua.
-
Sementara itu Dwi yang baru masuk pun menjadi sorotan banyak orang, wajahnya yang cantik dan bodynya yang aduhai membuat semua orang menatap Dwi.
Banyak dari mereka yang tidak percaya kalau yang ada di depannya itu adalah Dwi, karena Dwi yang mereka tahu itu bodynya tidak seaduhai itu.
"Ehh pasti itu si Dwi pakai busa yang besar deh biar dadanya kelihatan besar seperti itu." ucap julit teman sekelas Dwi.
"Bener, kan punya Dwi tidak sebesar itu." setuju yang lainnya.
Mereka pun pada membicarakan Dwi, ada yang percaya dan ada juga yang tidak percaya dengan Dwi. Tapi kebanyakan dari mereka memilih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Dasar orang orang sirik." ucap Dwi yang mendengar ucapan orang orang yang dia kenal.
"Ini juga si Rina kemana sih, kok gak kelihatan batang hidungnya, katanya udah sampai dari tadi." lanjut Dwi menggerutu kesal karena tidak melihat keberadaan temannya.
"**1*, kenapa dia pakai baju yang seperti itu sih. Mana ***** nya gede banget lagi." batin Kenzo yang melihat kedatangan Dwi.
Tak mau ambil resiko Kenzo pun langsung berjalan menghampiri Dwi dan langsung menarik tangan Dwi pergi dari sana.
"Lo apa apaan sih, lepasin tangan gw." berontak Dwi karena Kenzo menarik tangannya keluar dari ruangan pesta.
"Diam." tegas Kenzo dan terus menarik tangan Dwi menaiki tangga dan masuk ke dalam sebuah ruangan.
Dwi melihat ke sekeliling ruangan itu yang ternyata adalah sebuah kamar, kalau di lihat lihat sepertinya ini kamar laki laki, apa ini kamar Kenzo, pikir Dwi.
"Lo apa apaan sih?" tanya Dwi menatap tak suka pada Kenzo.
"Lo yang apa apaan, kenapa lo datang ke pesta gw pakai pakaian yang seperti ini." balas Kenzo tapi dia tidak mau menatap wajah Dwi karena dia tidak tahan melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
...***...