From Virtual to Real

From Virtual to Real
FVTR#44



"Hehehe sorry mulut gw lemes." cengir Kenzo.


"Emang." balas Dwi.


"Permisi ini pesanan anda datang." ucap pelayan membawakan makanan pesanan mereka berdua.


"Iya terimakasih mbak." balas Dwi.


"Sama sama mbak." balas pelayan itu.


"Yuk makan, aku udah lapar banget dari tadi." ajak Dwi dan langsung menyantap makanan tak memperdulikan ada Kenzo di depannya Dwi dengan lahap makan miliknya.


"Besok gw undang lo, lo harus datang ya ke acara ulang tahun gw." ucap Kenzo di sela sela acara makannya.


"Hmm, akan gw usahakan." balas Dwi.


Mereka pun makan dengan tenang hingga makanan milik mereka berdua habis tak tersisa.


"Jalan jalan yuk " ajak Kenzo.


"Mau jalan kemana?" tanya Dwi.


"Ya gak tahu, muter muter mall aja mungkin." balas Kenzo.


"Ya udah yuk, anterin aku beli sesuatu." balas Dwi.


"Oke ayo kita cabut."


Sebelum pergi tak lupa Kenzo membayar tagihan makanan mereka, kali ini Kenzo mentraktir makanan untuk Dwi.


"Thanks ya buat makanannya." ucap terimakasih Dwi.


"Santai aja kali kayak ama siapa aja." balas Kenzo.


"Lo kan musuh gw, kenapa lo baik banget sama gw hari ini?" tanya Dwi heran.


"Tak selamanya musuh akan tetap jahat kan?" balas Kenzo.


"Iya sih, tapi lo tuh kayak aneh banget gitu."


"Udah gak usah di pikirkan, lo mau beli apa tadi ayo gw anter." ajak Kenzo.


"Kita naik aja dulu." balas Dwi tak mungkin menyebutkan apa yang ingin dia beli saat ini.


Mereka berdua pun naik ke lantai dua, saat di sana Dwi langsung menarik tangan Kenzo menuju sebuah toko yang khusus menjual pakaian dalam wanita.


"Ehh... lo mau beli itu kan, lo masuk sendiri aja biar gw yang tunggu du sini." ucap Kenzo tak mau ikut masuk ke dalam toko itu setelah dia tahu apa yang di perjual belikan di sana.


"Ya udah kalau gak mau, nanti kalau gw kelamaan lo bisa pulang duluan." balas Dwi dan langsung masuk ke dalam toko itu.


"Ya kali gw mau masuk ke toko kayak begituan, ehh tapi gw kepo juga dengan ukuran punya Dwi." gumam Kenzo penasaran.


Diam diam Kenzo pun memutuskan untuk masuk mengikuti Dwi dari belakang tanpa sepengetahuan Dwi.


Di dalam toko Dwi langsung mencari barang barang yang dia cari, seperti br* dan ****** *****.


"Ini ukuran besarnya mana ya." gumam Dwi mencari ukuran br* yang lebih besar.


"Nah ini dia." lanjut Dwi setelah menemukannya.


Dwi terus mencari barang barangnya dan setelah selesai dia pergi me kasir untuk membayarnya.


"Gila kenapa dia beli yang ukuran besar besar, padahal kan punya dia gak besar besar amat?" bingung Kenzo setelah mengetahui berapa saja ukuran yang Dwi beli.


Karena takut ketahuan Kenzo langsung keluar dari toko itu untuk menunggu Dwi di depan.


"Sorry ya udah buat lo nunggu lama." ucap Dwi merasa tidak enak pada Kenzo.


"Udah biasa kali kalau cewek belanja itu pasti lama." balas Kenzo.


Setelah puas Kenzo pun mengajak Dwi untuk pulang karena memang hari sudah sore hari.


-


Anang baru sampai di rumah, dia mencari keberadaan istrinya sambil di tangannya membawa bungkusan kresek.


"Sayang kamu dimana?" teriak Anang mencari keberadaan Dea.


"Aku masih mandi mas." jawab Dea dari kamar mandi.


Mendengar itu Anang pun langsung menyiapkan makanan yang dia beli ke dalam mangkuk, sambil menunggu Dea selesai mandi Anang pergi ke kamar untuk mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian rumah.


"Kamu kok tumben udah pulang mas?" tanya Dea saat memasuki kamar dan mendapatkan Anang berada di dalam kamar.


"Iya, mas gak mau lagi seperti kemaren yang harus membuat kamu menunggu lama di rumah." jawab Anang menghampiri Dea.


"Kamu sore sore kok keramas sih yang, sini aku bantu keringin." ucap Anang menuntun Dea untuk duduk di depan cermin meja rias.


"Ya kan rambut aku udah lepek jadi ya aku keramas kah." jawab Dea menuruti perintah Anang untuk duduk di sana.


"Yang besok kan weekend, kita jadi pergi ke tempat pak Kenan kan?" tanya Anang pada Dea sambil tangannya terus mengeringkan rambut Dea.


"Iya mas jadi, enaknya aku bawa apa ya mas ke sananya, kan gak mungkin aku datang ke sana dengan tangan kosong." balas Dea bingung.


"Ya bawa aja apa yang ada yang." balas Anang.


Dea pun berfikir apa yang harus dia bawa besok, kira kira orang kaya seperti mereka itu sukanya apa ya.


"Dah selesai, sana gih ganti baju biar gak masuk angin nanti." suruh Anang setelah menyelesaikan mengeringkan rambut Dea.


Tanpa menjawab, Dea langsung pergi mencari pakaian ganti buat dia dan setelah selesai dia langsung keluar dari kamar bersama Anang.


"Wah kamu bawa apa ini mas?" tanya Dea yang mendapati ada makanan du atas meja makan.


"Ini tadi aku beli kebab, siapa tahu kamu mau kan." jawab Anang.


"Iya mas aku mau kok." balas Dea.


"Ya udah langsung di makan aja, sebelum nanti dingin." suruh Anang dan Dea pun langsung menyantap kebab yang di belikan Anang untuknya.


Terkadang juga Dea menyuapi Anang dan Anang langsung menerima suapan dari Dea.


"Ada paket yang harus di bungkus gak yang?" tanya Anang pada Dea yang tengah memakan kebab.


"Ada mas, ada dua. Udah aku siapkan semuanya tinggal paking aja." jawab Dea.


"Ya udah kamu habiskan ini dulu aku mau bungkus paketnya ya." ucap Anang dan di angguki Dea.


Anang pun pergi membungkus paket terlebih dahulu sebelum nanti dia akan makan, dengan lancar Anang membungkus paket itu tanpa ada kendala sama sekali, sepertinya tangan Anang memang sudah terbiasa.


Selesai membungkus paket itu Anang kembali menghampiri Dea di ruang makan, di sana dia melihat sudah tersaji makanan yang sangat banyak.


"Kamu sudah masak ternyata, aku kira tadi belum mau aku masakin." ucap Anang menarik tempat duduk di hadapan Dea.


"Udah mas, sebelum aku mandi tadi aku sempatin buat masak." jawab Dea.


Mereka berdua pun makan dengan tenang, selesai makan mereka berdua duduk di ruang tamu dengan Anang yang tiduran di paha Dea.


"Anak papa lagi apa di dalam." ucap Anang menghadap ke arah perut Dea yang masih rata.


"Dedek habis makan yah." jawab Dea menirukan suara anak kecil.


"Wah anak ayah habis makan ternyata, gimana udah kenyang belum?" tanya Anang lagi.


"Belum ayah, dedek masih mau makan yang lain." balas Dea lagi.


...***...