From Virtual to Real

From Virtual to Real
FVTR#42



"Iya sayang, kamu juga ya kalau aku ada salah kamu bilang jangan malah diemin aku." balas Anang.


"Iya mas, kita harus terus menjaga komunikasi kita agar tetap terjalin dengan baik ya, karena sebuah hubungan itu akan tetap utuh kalau komunikasinya lancar." balas Dea.


"Iya sayang, bentar ya mas mau pakai baju dulu, habis itu kita sarapan bareng."


"Iya mas."


Anang pun kembali ke dalam kamar, dia tidak lagi berteriak meminta ini itu pada Dea, karena sekarang Dea lagi hamil maka Anang tak mau lagi manja manja pada Dea. Dan seharusnya dialah yang memanjakan Dea.


"Berarti ini kemaren kamu masak banyak banget ya yang?" tanya Anang.


"Iya mas, kan aku pikir kamu bakal pulang cepat seperti biasanya." balas Dea.


"Maaf ya sayang...."


"Sudah mas jangan di ungkit lagi masalah yang kemaren, dan maaf ya sekarang harus makan makanan yang kemaren."


"Iya sayang gak papa, dari pada di buang kan mubadhir."


"Iya mas."


Mereka berdua pun makan dengan tenang, setelah selesai makan Anang berpamitan hendak pergi kerja pada Dea.


"Kamu hari ini ada paket yang harus di kirim gak?" tanya Anang sebelum berangkat kerja.


"Untuk sekarang sih gak ada, tapi gak tahu nanti semoga saja ada orang yang beli lagi." jawab Dea.


"Nanti kalau ada paket tunggu aku pulang saja ya bungkusnya biar kamu gak capek."


"Apaan sih mas, bungkus paket aja gak buang tenaga mas, lagian juga nanti kalau ada peket kurirnya sendiri yang akan ambil." balas Dea.


"Pokoknya mas gak mau tahu, nanti kalau ada paket kamu tunggu mas pulang biar mas saja yang kemas."


"Iya iya, udah sana pergi nanti keburu kesiangan." suruh Dea.


"Iya sayang, daa mas pergi dulu." pamit Anang.


"iya mas hati hati ya." balas Dea.


Cup.


Anang memberikan kecupan di kening Dea dan di balas Dea dengan mencium punggung tangan Anang, dan setelah itu Anang pun pergi untuk kerja dan Dea pun kembali masuk ke dalam rumah.


-


Sementara itu di tempat Dwi, dia juga sudah bersiap untuk pergi ke kampus karena hari ini ada mata kuliah pagi.


Dwi saat ini berada di depan cermin tengah memakai serum untuk payud*** nya.


"Benar apa kata yang jual, kemaren aku pakai tiga kali sehari efeknya jelas banget, keknya nanti pulang dari kampus aku harus beli br* sama ****** ***** baru deh, ini udah agak sesak." ucap Dwi memandangi dirinya di dalam cermin.


Setelah mengoleskan serum, Dwi memijatnya agar serumnya bekerja lebih cepat.


Dwi semalam melihat akun media sosial punya Kenzo dan di mendapatkan sebuah informasi kalau besok adalah hari ulang tahun Kenzo.


Dwi sangat yakin kalau Kenzo akan mengadakan pesta, oleh kerena itu Dwi ingin kalau besok miliknya harus lebih besar lagi daripada sekarang agar dia kalau memakai pakaian sexy akan pas di tubuhnya.


"Emm... enak banget di pijit kayak gini, pantes aja di film biru yang aku lihat si ceweknya kayak keenakan banget waktu dad* nya di remes." ucap Dwi menikmati pijatan tangannya.


Setelah di rasa cukup Dwi pun langsung memakai pakaiannya karena hari juga semakin siang.


"Pa, ma Dwi berangkat dulu ya, udah kesiangan." pamit Dwi pada ibu Tutik dan juga pak Suswanto.


"Iya nak, kamu hati hati ya di jalannya." balas orang tua Dwi.


Seperti biasa Dwi pergi ke kampus mengendarai motor metik kesayangannya, hadiah ulang tahunnya yang kemarin dari kedua orang tuanya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, akhirnya Dwi sampai di kampusnya, dia langsung pergi ke kelasnya karena takut terlambat.


"Hampir aja lo telat, untung aja tuh dosen belum dateng." ucap Rina menyambut kedatangan Dwi.


"Emang dosennya belum dateng ya?" tanya Dwi mencari keberadaan dosennya yang belum ada di dalam kelas.


"Belum, tapi kata murid murid yang lain sih udah datang tapi belum masuk ke kelas." jawab Rina dan hanya di balas anggukan oleh Dwi.


Dwi membuka laptop miliknya dan mulai mempelajari pelajaran yang akan di ujikan sekarang, Dwi bisa di bilang anak yang rajin, dia juga pandai tapi tak pandai pandai banget, karena di atasnya masih ada yang lebih pandai lagi.


...**...


Sementara itu di tempat Kenzo, dia saat ini berada di parkiran kampus. Hari ini dia tidak ada jam mata pelajaran, tapi dia tetap masuk ke kampus karena dia ingin melihat sang pujaan hati, siapa lagi kalau bukan Dwi.


"Gw lakuin apa ya biar nanti gw bisa deket deketan ama Dwi." batin Kenzo berfikir.


Kenzo melirik motor yang ada di sampingnya, motor matic kesayangan Dwi dan terlintas ide licik di dalam otak Kenzo.


Kenzo melirik ke segala arah untuk memastikan bahwa tidak ada yang melihat aksinya, dan setelah memastikan semuanya aman Kenzo pun langsung melancarkan aksinya.


Kenzo mengurangi angin yang ada di ban motor Dwi hingga angin itu habis dan membuat ban motor Dwi yang belakang habis.


Setelah selesai Kenzo langsung pergi dari sana agar nanti tidak ada yang curiga padanya, Kenzo akan memantau kedatangan Dwi dari jarak jauh, dan nanti saat waktunya tiba Kenzo akan muncul sebagai pahlawan kesiangan.


-


Di tempat kerja Anang, dia berjalan menuju ruangan Joni, karena tidak ada pelanggan Anang memutuskan untuk menemui Joni untuk membicarakan sesuatu.


"Bang." pangil Anang sambil mengetuk pintu ruangan Joni yang memang sudah terbuka.


"Masuk Nang." balas Joni menyuruh agar Anang masuk ke dalam ruangannya.


"Anang ganggu gak?" tanya Anang karena takut kalau dirinya mengganggu pekerjaan Joni.


"Tidak kok, kebetulan Abang lagi free." balas Joni.


"Emang kenapa?" lanjut Joni bertanya.


"Emm... soal tempat yang Abang tawarkan buat Anang waktu itu, Anang mau memakainya." ucap Anang.


"Oh bagus dong, kamu mau buka usaha apa?" tanya Joni.


"Anang mau buka toko bang." jawab Anang.


"Terus kamu kapan mau bukannya?" tanya Joni lagi.


"Mungkin nanti awal bulan Anang mulai mengerjakannya." jawab Anang.


"Ya sudah, Abang hanya bisa bantu doa ya, semoga toko kamu nanti laris manis."


"Aamiin bang, terimakasih doanya." balas Anang.


"Oh iya, modal kamu udah ada berapa?" tanya Joni.


"Kalau di gabungin sama gaji aku nanti dari perusahaan ini mungkin sekitar lima belas juta lebih bang." jawab Anang.


"Nanti kalau modal kamu itu kurang kamu jangan sungkan sungkan ya minta bantuan sama Abang, Abang akan berusaha membantu kamu semampu Abang nanti."


"Iya bang, terimakasih nanti kalau Anang membutuhkannya pasti Anang akan menghubungi Abang." balas Anang.


...*** ...