
"Lah emang ada larangan mau pakai baju apa, gak ada kan, jadi ya bebas gw mau pakai baju apa." balas Dwi.
"**1*, lo tahu gak sih gw gak suka liat li jadi pusat perhatian orang orang, lo itu hanya milik gw gak ada orang lain yang boleh miliki Lo." ucap Kenzo membuat Dwi kaget.
"Ah lupakan saja," lanjut Kenzo dan membuka pintu kamarnya kembali.
"Keluarlah." suruh Kenzo agar Dwi keluar dari kamarnya.
Dwi diam tidak beranjak dari tempatnya tadi.
"Keluarlah, gw gak akan tahan lo." ucap Kenzo lagi.
"Ma-maksud lo tadi apa?" tanya Dwi.
"Abaikan, udah sana pergi dari sini." jawab Kenzo mengusir Dwi.
Dwi beranjak pergi dari sana, tapi saat sampai di tengah pintu dia kembali lagi masuk ke dalam kamar Kenzo.
"Kalau lo suka sama gw, gw juga suka sama Lo." ucap Dwi dan langsung berbalik untuk keluar dari kamar Kenzo karena dia malu sudah mengakui perasaannya.
Sedangkan Kenzo yang mendengar itu pun tersenyum senang, dia langsung menyusul Dwi dan menarik tangannya kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Lo tadi ngomong apa hmm?" tanya Kenzo pada Dwi.
"Ngomong apa, gw gak ngomong apa apa kok." elak Dwi.
"Ooh gak ngomong apa apa ya, si tepos kenapa sekarang besar banget hmm?" tanya Kenzo melirik dada Dwi.
"Kan gw sudah bilang kalau gw bisa montok." balas Dwi sombong.
"Ooh gitu, masak sih kok gw gak percaya ya, jangan jangan itu lo tambahin pakai busa lagi." balas Kenzo menggoda Dwi.
Mendengar itu Dwi langsung menarik kedua tangan Kenzo dan meletakkannya di atas kedua dadanya dan menekan tangan Kenzo agar merem45 d4d4nya.
"Emhh...." Dwi menahan desah4annya.
Kenzo pun memelototkan matanya dengan apa yang sudah Dwi lakukan kepada tangannya.
"Gimana, asli apa bukan?" tanya Dwi pada Kenzo.
"Udah ah, gw mau balik ke sana." lanjut Dwi berbalik hendak pergi dari sana.
Kenzo langsung menahan tangan Dwi dan mengunci pintu kamarnya.
"Mau kemana Lo, gak mau tanggung jawab setelah apa yang udah lo buat." udah Kenzo menahan Dwi.
"Tanggung jawab apa, orang gw gak ngapa-ngapain Lo." balas Dwi.
"Nih dah bangun." ucap Kenzo gantian saat ini dia membawa tangan Dwi ke bagian bawahnya.
"Gilak, ini gede banget." batin Dwi.
Entah apa yang ada di dalam otak Dwi dia malah mengerakkan tangannya di sana merem45 punya Kenzo.
"Ah, lo jangan gila." ucap Kenzo.
"Hehehe gemes." balas Dwi.
"Udah ah Ayi keluar, bisa gagal nanti acara ulang tahun gw gara gara lo." ajak Kenzo akan membawa Dwi keluar.
"Pinjam jas nya." ucap Dwi.
"Lagian salah siapa pakai baju kayaknya gitu." omel Kenzo.
"Ya kan aku mau buktikan sama kamu kalau punya ku itu besar gak tepos." balas Dwi.
"Kalau mau kasih lihat itu langsung aja di kamar, jangan kayak gini." balas Kenzo sambil mencarikan jas untuk Dwi.
"Ya kan aku mana tahu kalau bakal seperti ini."
"Dah nih pakai, awas aja kalau sampai pakai pakaian kayak gini lagi, aku nikahin kamu saat itu juga." ancam Kenzo.
"Kapan, nanti biar aku bilang ke mama sama papa, gak usah yang mewah mewah yang penting sah." balas Dwi gila.
"Astaga kenapa aku bisa suka sama orang yang seperti ini sih." tak habis pikir Kenzo.
"Kamu suka sama aku?" tanya Dwi.
Kenzo membawa Dwi kembali ke tempat acara pesta ulang tahunnya.
-
Sementara di tempat Anang dan Dea, pak Kenan datang bersama istrinya menghampiri mereka berdua.
"Kamu jadi datang sekarang Nang, saya kira gak jadi, maaf ya lagi ada acara ulang tahun anak saya jadi kalian harus menunggu di luar seperti ini." ucap pak Kenan pada Anang.
"Iya pak, lagian kami berdua juga tidak tahu kalau bakal ada acara di sini." balas Anang.
"Oh iya pak perkenalkan ini istri saya namanya Dea." lanjut Anang memperkenalkan Dea pada pak Kenan dan istrinya.
"Dea pak, Bu." ucap Dea memperkenalkan dirinya.
"Saya Kenan dan ini Istri saya." balas pak Kenan.
"Saya Zoya." sambung istri pak Kenan yang ternyata bernama Zoya.
"Ayo mari masuk, kalian ikut pesta aja, nanti setelah pesta baru kita bicarakan masalah yang kemaren." ajak pak Kenan pada Anang.
"Ayo mbak." ajak ibu Zoya pada Dea.
"Iya Bu." balas Dea.
Akhirnya Anang dan Dea pun ikutan masuk dan bergabung dalam pesta anak pak Kenan dan ibu Zoya.
"Halo semuanya, terimakasih sudah datang ke acara pesta ulang tahunku." ucap Kenzo pada teman temannya yang datang ke acara pesta ulang tahunnya.
"Emm... mumpung lagi di momen yang seperti ini, aku mau memperkenalkan kalian pada orang yang sangat sepesial di hidup aku." lanjut Kenzo membuat teman temannya heboh.
Mereka yakin kalau yang akan di kenalkan oleh Kenzo itu adalah wanita Kenzo.
"Sayang sini." panggilan Kenzo pada seseorang yang ada di hadapannya.
Kebetulan Dwi yang ada di hadapan Kenzo, dia bingung siapa wanita yang sudah merebut Kenzo darinya.
Hatinya sakit saat mendapati Kenzo ternyata sudah mempunyai orang yang spesial di hidupnya.
"Sayang." panggil Kenzo lagi tapi tak ada yang maju menemui Kenzo.
Kenzo yang geram pun maju dan menarik tangan Dwi untuk maju ke tempatnya tadi.
"Wah gila, itukan Dwi." heboh teman teman Kenzo dan Dwi.
"Hah iya benar itu Dwi, pantesan aja tadi Kenzo menarik tangan Dwi pergi waktu Dwi baru datang." balas yang lainnya.
"Kalian pernah berfikir gak, kalau dada Dwi makin gede tuh akibat dari tangan Kenzo." ucap orang yang pikirannya selalu kotor.
"Nah iya, gw juga berfikir seperti itu." setuju yang lain.
"Perhatian perhatian." ucap MC agar para tamu tenang.
"Jadi aku di sini mau memperkenalkan pada kalian kalau Dwi adalah kekasihku." ucap Kenzo membuat semua orang kaget, termasuk Dwi juga.
"Kamu gak salah?" tanya Dwi berbisik pada Kenzo.
"Ssttt diam sayang, kamu tinggal nurut saja sama aku." balas Kenzo berbisik juga di telinga Dwi.
"Dan di pesta ini juga kita akan melangsungkan akad nikah." lanjut Kenzo semakin membuat orang terkejut.
"Hah, kamu jangan ngawur, mama papa aku gimana?" tanya Dwi kaget sekaligus senang juga.
"Itu mereka." balas Kenzo menunjuk ke orang yang baru datang.
"Mama papa." kaget Dwi yang melihat keberadaan ibu Tutik dan pak Suswanto di sana.
"Hai jeng apa kabar?" sambut ibu Zoya pada ibu Tutik.
"Alhamdulillah jeng kami baik." balas ibu Tutik.
Mereka berdua pun melakukan cipika-cipiki di hadapan banyak orang.
...***...