Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 7 - komunikasi pertama



"elizabeth, wanita yang kau sebut wanita ular ini adalah violetta calon istriku" elizabeth langsung pias , vin menyeringai "dan wanita yang kau sakiti tadi adalah virellia calon kakak iparku" elizabeth seperti disambar petir saking kagetnya "dan ini carter anak yang kau hina tadi, mulai besok ia sudah menjadi keponakanku"


"minta maaflah baik baik, aku hanya membatalkan kontrakmu, masalah ini aku anggap selesai, tapi kalau kau tidak mau meminta maaf, satu jam kedepan kau akan kehilangan segalanya, seluruh dunia akan dipenuhi video scandalmu dengan berbagai pria tua kaya, tak ada yang tak mengenalmu di dunia ini, dan aku akan black list namamu didunia hiburan"


"kau tak bisa memperlakukanku seperti itu braice, aku mencintaimu.. kau harus membantuku" elizabeth mencoba trik lain


"hentikan drama murahan ini, kita baru bertemu kali ini, cinta darimana hah? cobalah kau pikirkan dulu jika aku sudah memiliki calon istri yang jauh lebih baik darimu, apakah mungkin aku membuang berlian demi sampah sepertimu" tanya braice pelan tapi pedas sambil memeluk pinggang tata, tata hanya menatapnya datar.


magie, vin, virellia hampir gagal menahan tawanya mendengar ucapan braice yang gentleman dan reaksi elizabeth yang menyedihkan


sementara carter dia malah sibuk bermain game di ipad omanya yang diberikan oleh vin demi menghiburnya tadi.


"dalam hitungan ketiga, kau belum meminta maaf, maka kau tak perlu minta maaf lagi selamanya" tegas braice "satu... du..."


"nona besar virellia, nona besar violetta, tuan muda kecil carter, maafkan aku, tadi aku khilaf, aku janji takkan mengulangi lagi" elizabeth mengepalkan tangannya meminta maaf


"papah.. lain kali kalau ia menyakuti mimi lagi, setiap aku bertemu dengannya, aku akan memukulnya" ucap carter lalu lanjut main game, vin mengelus kepala carter yang dikanannya


"sayang kau menerima maafnya?" tanya braice sambil memeluk pinggang tata "tanya jiejie" jawab tata dingin . vin mengelus kepala tata yang berada disisi kirinya


semua menatap virellia


"baiklah, jangan kau ulangi lagi, kalau kelak kau mengulanginya lagi, aku akan menunjukkan siapa virellia yang sebenarnya, sekarang pergilag jangan tunjukkan wajahmu lagi" perintah virell datar


elizabeth berlalu pergi dengan cepat, wajahnya merah padam karena marah dan malu


"sebenarnya siapa dia?" tanya maggie


"model ternama indonesia elizabeth taylor" jawab vin santai


"kekasih terakhir jason yang mengusirku dari mansionku sendiri sebulan sebelum perceraian kami" jawab virellia datar " tadi dia menghinaku di toilet, aku mengabaikannya, dia marah jadi menyakitiku, carter marah padanya" irell memperlihatkan pergelangan tangannya yang membiru dan kena goresan kuku


semua mata melotot memandang irell kecuali carter yang fokus ipadnya


"sudahlah, dia sepertinya tak tau kau putri siapa, anggap saja dia gila" potong vin "lagipula dia sial sekali mendapat tiga kali bantingan dari kalian hahaha" vin tertawa


"ayo kita jalan membeli camilanku, lalu pulang, badanku serasa kaku sekali. aku ingin berendam dan tidur" pinta irell memelas


"kenapa mimi tidak menjadikan orang tadi sebagai samsak untuk meregangkan otot mimi yang kaku? tanya carter dingin, irell menatapnya datar


vin terbahak bahak "lihatlah sikap dingin mami menurun sampai anak cucu mami" ledek vin


"kau menjadikan mami kambing hitam, awas mami akan menjewermu nanti, carter sifatnya menurun dari irell bukan dari mami" maggie mencebik.


"orang tadi tak perlu sampai mimimu turun tangan nak, cukup ontymu yang sekecil semut ini saja, sudah cukup membuatnya harus ke tukang las untuk mengelas tulangnya yang copot" ledek vin dan semua terbahal bahak. tata mencebik dan menghentakkan kakinya merajuk


vin segera merangkul lehernya sambil tertawa


carter berlari mencium dan memeluk tata, tata membalasnya dengan ciuman bertubi tubi


"onty jangan marah lagi, onty memang sekecil semut" semua kembali terbahak bahak. tata mengambek sambil manyun . carter menggelitikinya, tata berlari lari menghindari gelitikan carter


"ampun sayang, ampun.. hentikan, atau onty akan membalasmu nanti" pekik tata sambil berlari menghindar. braice memeluk pinggangnya menahannya untuk tak berlari


"sudah duduklah.. jangan ribut lagi.. " pinta vin sambil merangkul leher tata "anak kecil dengan anak kecil jangan bertengkar terus" ledek vin


tata memukuli dada vin dan merajuk kembali , vin terbahak bahak


***


"temani aku makan, aku lapar" ajak braice "setelah makan aku akan mengantarmu pulang" tata menatapnya datar


"ayo kita berangkat juga, aku ingin cepat sampai dikamarku, aku merindukan kamarku ohhh" pinta virellia


sampai dimobil, seperri biasa braice dan tata tak bersuara sama sekali. tata mengeluarkan ipadnya dan membaca email yang masuk


"aku menyuruhmu jangan keluar, kau malah keluar dan berkelahi" celutuk braice tiba tiba, tata hanya meliriknya sesaat dan kembali menatap ipadnya


braice merebut ipad tata dan meletakkannya di selipan pintu mobil disampingnya , tata menghembuskan nafasnya kuat kuat menahan kesal, kerjaannya terganggu


"aku sudah memberitaumu aku akan menjemput jiejie-ku hari ini, kau melarangku keluar malah kau yang berkencan dengan wanita lain" jawabnya dingin


pembicaraan mereka terhenti karena mereka sudah tiba di restoran , braice memesan makanan tak lama pelayan datang menghidangkan pesanannya.


setelah makan braice mengantar tata pulang


"kau cemburu?" tanya braice


"cemburu? tak ada kata cemburu dikamusku, itu hanya buat orang yang terlalu percaya pada cinta, sementara aku adalah orang yang tak percaya cinta, hubungan kita adalah perjodohan dan paksaan dari orangtua kita. apakah mungkin ada rasa cemburu didalamnya? dan final dalam sebuah hubungan buat orang yang tak bisa menjaga hatinya untukku, aku akan melepaskannya"


"mau tak punya cita cita mempertahankan rumah tanggamu dan pasanganmu?"


"cinta harus datang dari dua arah, kalau hanya satu arah, tidak akan bisa berhasil. dan jangan percaya cinta bisa datang dari dua arah.. jalani saja sesuai realita, saling menjaga sikap sendiri dan perasaan pasangan . kalau memang tidak berhasil, lepaskanlah.. biarkan ia menemukan jalan kebahagiaannya sendiri, kita juga berhak bahagia"


"setelah menikah, apa yang kau inginkan?" tanya braice


"aku terbiasa hidup sederhana, aku tak suka hal rumit, aku ingin bekerja, dan tidak dikekang , jangan hianati rumah tangga kita, hanya itu"


"pernikahan adalah sebuah ikatan dua hati, pasti ada pengekangan didalamnya karena rasa memiliki" tegas braice


"apa yang harus dikekang dariku? aku pagi bekerja, pulang kerja aku istirahat, akhir pekan aku banyak menghabiskan waktuku di rumah, kecuali keluarga mengajakku keluar" tanya tata bingung


"membatasi interaksi dengan pria lain, itu termasuk mengekang amour"


"punya suami yang tampan kaya mapan, apalagi yang mau kucari dari pria lain?" tanya tata heran


"baiklah.. kuharap kita membina rumah tangga kita dengan bahagia" braice mengelus kepala tata


"setelah menikah kita tinggal dimana?" tanya tata


"apartemenku berada di samping rumah sakit kita, kita akan tinggal disana.. memang kecil tapi nyaman, ada 4 kamar disana. satu aku jadikan ruang kerja. kalau kau tak suka.. kita bisa pindah ke mansion, aku akan membelikan mansion untukmu"


"aku lebih suka aprtemen, gaya hidupku yang lama membuatku terbiasa dengan apartemen, bisakah aku membawa mobilku ke apartemen?" tanya tata


"aku sudah membelikanmu mobil baru, tapi aku baru tau kau hanya bisa membawa mobil mini, aku rasa biarlah supir mengantarmu"


"aku tak nyaman bersama supir, aku hanya pergi pagi dan pulang sore menggunakan mobilku, aku tak kemana mana, ijinkan aku membawa mobilku" pinta tata


"aku akan membelikan mobil mini untukmu, jangan bawa apa apa dari rumah orangtuamu, aku tak mau jadi bahan gunjingan"


"mobilku baru kubeli 3 minggu lalu dengan uang sendiri, bukan milik keluargaku" tata kembali di mode dingin


"baiklah baiklah.. kau bisa membawanya.. tapi kemanapun kau pergi kau harus ijin padaku" brice mengalah.. tata mengangguk


"besok ada beberapa sahabatku akan hadir, kau tak masalah?" tanya braice


"besok ada beberapa teman kecilku juga akan hadir, apa kau ada masalah?" tanya tata balik


"pria atau wanita?" tanya braice "keduanya" jawab tata


"baiklah jaga sikapmu.. aku tak suka istriku dekat dengan lelaki lain, begitu pula denganku, aku akan menjaga sikapku untuk membatasi diri dengan wanita" tegas braice, tata hanya meliriknya


"setelah aku mengantarmu pulang, kau istirahatlah, besok akan melelahkan, kau begitu kecil, aku tak mau kau sampai sakit amour" tata mencebik.