
Drttt Drtttt
ponsel braice berbunyi
"Halo Carl.. Ya.. aku sudah berada dalam perjalanan di Rodz Mall.."
"......"
"Aku bersama istriku.. Jam 15 dan jam 17 aku akan menemui mereka"
"....."
"Kalau begitu kau minta Rachel dan Rahel menyusulku jam 14:50"
"....."
"Baik aku tutup teleponnya"
"Miel sibuk?" tanya tata "kalau sibuk aku akan berbelanja sendirian, selesaikanlah pekerjaan miel, aku tak apa"
"Jam 15 aku ada pertemuan dengan klien dari Rajawali Group dan 17 aku ada pertemuan dengan klien dari Edelweis Group. Carl membuat janji di Mall ini, cuma CEO rajawali terkenal mata keranjang, Carl takut membuatku tak nyaman jika kau ikut. aku minta asisten menemanimu belanja. untuk jam 17:00 kau bersamaku karena CEO nya meminta putrinya mewakilinya, aku lebih nyaman ditemani istriku" tata mengangguk
Braice mengajak istri kecilnya berbelanja beberapa pasang pakaian kerja untuk bumil. setelahnya braice membawa istrinya membeli lingeri beraneka warna.
Setelah lelah, mereka masuk ke restoran yang menjual steak.. braice memesan steak dua porsi steak sapi untuk istri kecilnya dan memesan steak ayam untuk dirinya sendiri.
tak lama pelayan menghidangkan steak di meja mereka. braice mulai memotong kecil kecil steak sapi dihadapannya. lalu memindahkannya ke hadapan istrinya. dia melakukan hal sama di porsi kedua. setelahnya dia baru memakan makanannya
ketika mereka selesai makan , maggie dan elda menghampiri meja mereka. tata dan braice segera berdiri menyapa kedua ibu mereka. setelah tata memeluk kedua ibunya. braice mengajak mereka duduk dengan sopan
"Mama dan mami sedang apa disini?" tanya braice
"Ahh besok kan hari sabtu, ada undangan acara lahiran cucu sahabat lama kami. jadi kami kesini mencari hadiah. sekalian mau belikan barang barang keperluan buat bumil" elda menunjuk tata
"kalian ngapain disini." tanya maggie
"Ahh tadi kami belanja pakaian kerja buat tata" jawab braice singkat
"memangnya tata masih kerja?" tanya maggie elda bersamaan dengan bingung
"ekhmmm... tata sudah ga kerja di Rs sejak kemarin, tapi masih ada kerjaan secara online. koko ice maunya kalau tata memakai busana sesuai standard resmi saat meeting online, sementara baju tata sudah tak muat lagi, jadi kami berbelanja tadi" jawab tata malu malu. kedua ibu itu paham putra kulkas mereka sangat posesive
"dasar posesive" omel elda sambil memutar bola matanya malas
"oh ya habis ini kalian mau kemana?" tanya maggie
"Habis ini koko ice ada meeting di mall ini, jadi tata belanja sebentar sendirian sampai koko ice selesai. nanti jam 17 tata baru temani koko ice meeting dengan perusaan lain" terang tata
"Braice kau pergilah kerja.. mami dan mama akan belanja flat shoes dan hand bag buat bumil bersama tata, kalau sudah selesai meeting, kau bisa menjemput tata" ucap maggie, braice mengangguk
Drrttt Drrttt
Ponsel braice berdering
"Ya Carl.. Aku di Restaurant Holly-One"
Braice memutuskan sambungan telepon
Tak Lama Carl datang menemui braice , dibelakangnya ada dua wanita cantik dengan wajah blasteran, bertinggi 175cm dengan blazer hitam dan celana bahan hitam sepatu hitam. ada juga dua pria berjas hitam bertinggi 190cm bertubuh kekar dibelakang mereka
"Tugas kalian "menjaga" ketiga wanita dalam hidupku ini dengan baik selama aku meeting, ingat istriku sedang hamil.. meski ke toilet kalian harus temani istriku, jangan sampai terjadi sesuatu dengan mereka bertiga atau aku akan meminta pertanggung jawaban kalian" tegas braice .
"Baik tuan" jawab keduanya bersamaan, tata memutar bola matanya jengah melihat suami posesivenya.
"Gerry.. Gerald.. bawalah semua belanjaan disini kembali ke mobil.. kemudian dampingi mereka dengan jarak aman supaya mereka merasa nyaman"
"Amour.. aku pergi dulu.. jaga diri dan jaga anak kita baik baik.. belilah apa yang amour mau sepuasnya dengan kartu yang kuberikan" tata mengangguk, braice mengecup kening istrinya
"Mah Mih Braice pergi dulu" braice berpamitan lalu pergi bersama carl
"sekarang kita cari flat shoes dulu" ajak elda
Mereka memasuki sebuah brand ternama.
ketiga wanita itu melihat lihat etalase, sementara dua pengawal wanita kembar itu mengawasi mereka.
akhirnya elda menemukan yang dia suka buat menantunya, maggie juga sudah menemukan yang dia suka buat putrinya
"Nona tolong ambilkan nomor 35 model ini dan ini" pinta maggie menunjukkan sepatu dengan tumit 1cm yang dia dan elda pegang . petugas kembali membawa sepatu yang mereka minta. tata segera mencobanya. sangat nyaman dipakai. mereka meminta sepatunya dibungkus sambil menuju kasir
elda dan magie segera menyerahkan black card mereka pada kasir. tata mencegahnya. keduanya menatap dengan protes
"Koko ice meminta tata yang bayar dengan kartu koko ice" jawab tata.
tata mengeluarkan dompet mininya dan mengeluarkan sebuah black card milik suaminya. kasir dan petugas melotot sampai mata mereka mau keluar melihat susunan black card didompet milik gadis bertubuh kecil itu.
untuk memiliki sebuah black card berlapis emas san berlian seperti milik gadis ini, harus memiliki saldo minimal 1 Triliun, kalau kartunya sederet itu, berapa uang yang dimiliki oleh gadis mungil dengan penampilan sederhana ini
Berbeda dengan elda dan maggie. mereka terbahak bahak melihat deretan black card milik putri mungil mereka ini. mereka memang memiliki banyak kartu yang sama, tapi tak sebanyak milik putri mereka.
tata heran melihat dua ibunya tertawa teebahak bahak , ia pun bertanya
"kenapa mah mih?"
"*suamimu s**udah* bucin akut hahaha" jawab mereka bersamaan
pengawal wanita dibelakang mereka malah bersikap santai, wajar tuannya sangat khawatir dengan istri kecilnya yang kelihatan sangat cantik tapi berpenampilan simple dengan etika sangat baik, *i**stri sultan* sih
pengawal wanita itu membawakan belanjaan tata, mereka pun pindah ke toko lain dengan brand ternama dunia juga
"kita cari apa disini mah mih?" tanya tata polos, pasalnya mami maggie sudah membelikannya hand bag yang cukup memenuhi rak tas dalam walk in closetnya, mertuanya juga sudah mengisi lemari tas di apartemen dan mansionnya sampai penuh.
"Kita cari yang bisa membuat suamimu miskin" canda elda, tiga wanita itu tertawa bersama
mereka bertiga mulai melihat lihat tas pajangan etalase. tata merasa agak haus. ia membuka dompetnya dan mengambil tiga lembar uang merah
"Nona rahel, tolong bantu belikan air mineral 7 ya" pinta tata sopan kepada rahel, melihat kelembutan dan cara bicara tata, rahel semakin kagum pada istri kecil tuannya, ia merasa dihargai
rahel segera kembali ke posisinya setelah menyerahkan uang tersebut pada gerry yang berada diluar sana tak jauh dari mereka
tanpa mereka sadari ada seorang wanita yang memperhatikan tata dengan tatapan sinis, saat tata mengeluarkan dompetnya tadi. ia sempat melirik jumlah uang tunai dan selembar ATM berwarna silver yang ada di dompet gadis kecil berpakaian sederhana itu.
yah tata selalu membawa uang secukupnya di dompetnya sekedar membeli makanan dan minuman untuk makan siang selama jam kerja, tak heran uang di dompetnya tak seberapa, lagipula masih ada atm silvernya.. ia bebas menarik uang di ATM sekedar mengisi dompetnya untuk membeli makanan tanpa harus dikenakan batas minimal penggunaan kartu
meskipun sudah memberikan black card pada istrinya, sejak awal pernikahan tak jarang braice mengintip dompet istrinya dan menyelipkan lima lembar uang merah di dompet istrinya. karena ia tau istrinya lebih nyaman seadanya.