Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 34 - insiden di toilet



"Audrey ga mau pi" pekik Audrey sambil menggebrak meja


Tata terkejut dan hampir terlompat bangun, untung saja Brice memeluknya erat , brice menatap Audrey tajam


"Audrey ga mau kerja jadi resepsionis pi, Audrey malu. Lagian masa gajinya cuma tujuh juta, mana cukup beli hermes" Rengek Audrey pada papinya


"Sayang. UMR saat ini hanya 3.5Juta , dan BD Group memberimu upah dua kali UMR, ayolah jangan seperti ini, kita sama sama berusaha memperbaiki hidup kita, papi janji akan berusaha keras memenangkan dan meraih tender supaya hutang kita cepat lunas"


Semua mata menatapnya Audrey tajam juga


"Miel kenapa ini?" tanya tata masih shock


"Ssttt tak ada apa apa amour, tidurlah kembali " bujuk brice


"Derren katakan ada apa?" perintah tata masih dalam pelukan suaminya


"Ah tidak ada nyonya muda, hanya kertas berterbangan dan Nona Audrey terkejut" Terang derren , tak mau masalah menjadi rumit


"Oh ya sudah kalian lanjutkan saja" jawab tata lalu lanjut tidur dipelukan brice, brice menghela nafas lega


"Akhirnya Tuan Edelweis dan Audrey Edelweis menandatangani kontrak mereka"


"Derren Hiro bereskan pembayaran mereka , aku mengantuk" Ucap tata pelan sambil kembali menutup mata setelah anak buahnya mengiyakan


Acara meeting selesai , Brenda menerima sabuk kepemimpinan BD Group kependekan Dari Brenda Davina Group. Ia senang sekali memimpin perusahaannya sendiri dan diberikan saham kosong sebedar 20% oleh kakak iparnya


***


Tak terasa sudah 4 bulan Brenda memimpin BD Group. Brenda benar benar menunjukkan kemampuannya selama dipercayakan perusahaan itu oleh kakak iparnya.


Perut Tata juga sudah sangat besar sekali. Usia janinnya sudah 35 minggu, Triplet tumbuh baik dan sehat, hanya bayi perempuannya yang tetap mungil, menurut dokter sudah masuk berat badan yang baik.


Hari ini Brenda sangat bahagia karena baru memenangkan tender raksasa dari perusahaan nomor 1 di Canada, Owen Group. CEO Owen Group.. Tuan Muda Zavier Bernard Owen ingin mengundang Brenda dan Pimpinan tertinggi BD Group makan siang bersama .


Setelah susah payah minta ijin pada suaminya, akhirnya tata diijinkan untuk keluar rumah memenuhi permintaan Adik iparnya.


"Amour ingat baik baik kau harus waspada, sebentar lagi kau akan melahirkan" Pesan brice terakhir kali saat tata hampir tiba di BD Group.


Ini sudah panggilan telepon ke sembilan kalinya dari suaminya sejak suaminya berangkat kerja . tata sampai pusink di buat suaminya


Supir menurunkan tata di lobby, Rachel dan Rahel duluan turun baru mereka menunggu nyonya mudanya turun .


Tiba di loby, Tata melihat Audrey mendengus dengan sinis di meja resepsionis, tapi tata mengabaikannya dan memasang senyum manis pada semua karyawan


Mereka naik melalui lift khusus CEO, para karyawan menatap heran kenapa seorang wanita hamil yang sangat cantik dengan dua wanita bertubuh tinggi tegap yang juga sangat cantik itu lancang memakai lift CEO, tapi tak ada yang berani berkomentar


Lift berhenti di lantai 9 , mereka segera menuju ke ruangan CEO.


Tok Tok Tok


Sekretaris pribadi Brenda mengetuk pintu ruangan brenda untuk mengabarkan ada tamu


Masuklah..


"wahhh sawsaw kau sudah tiba, kau selalu cantik sekali" brenda memeluk kakak iparnya itu


"Nona pelanlah, Kakak anda akan mengubur kami hidup hidup kalau keponakan anda tergencet" rahel mengingatkan sambil bercanda


"Ahh kau rahel, mengganggu saja" brenda mencebik


"Ayo sawsaw kita berangkat sekarang, seharusnya kau menelponku , biar aku saja yang turun"


"Aku sekalian melihat suasana kantor CEO cantikku ini" puji tata tulus "Ayo kita berangkat"


"Tolong Restoran Firdaus ya pak" pinta brenda sopan pada supir keluarganya yang sudah bekerja sejak ia belum lahir . supir itu sekarang dipercaya mengantar kakak iparnya kemana mana oleh kakaknya yang posesive .


supir segera menjalankan mobil ke tempat yang mereka maksudkan. sampai di halaman restoran, rahel dan rach segera turun dan menunggu nyonya mereka turun. lalu mereka mengantar dua wanita cantik itu ke ruangan Vip yang sudah dipesan tuan owen.


Setelah memastikan nyonya muda mereka duduk dengan aman, dua pengawal cantik itu segera berdiri di pintu ruangan tapi bagian dalam. Dibagian luar ada banyak pengawal pria tuan owen berjaga jaga


"Tuan Owen kenalkan ini adalah kakak iparku dokter violetta, dia pemegang saham tertinggi BD Group"


"Saw ini Tuan muda owen dari canada, perusahaan yang baru memberikan tender pada BD Group"


"Zavier"


"Violetta"


mereka bersalaman


Owen adalah pengusaha nomor satu terkaya di canada , usianya 25 tahun, pria bertinggi 195cm ini memiliki darah campuran, Ayahnya Canada, ibunya Tionghoa Indonesia, Selain bahasa Inggris, ia menguasai bahasa Indonesia & mandarin yang sangat Fasih dalam lisan dan tulisan , ia bahkan menguasai hokkian. Hidungnya sangat mancung dengan kulit putih dan rahang tegas, warna biru dimatanya melengkapi ketampananannya


Dokter Fernando Owen adalah Abang sepupu Zavier Owen yang merupakan Sahabat sekaligus Teman kuliah tata di perancis, Bulan lalu Fernando mengabari tata perihal adik sepupunya mau membuka anak perusahaan di Indonesia, setelah tata meminta team memeriksa latar belakang perusahaan dan kehidupan pribadi zavier yang merupakan CEO terkaya nomor 1 canada, setiap kegiatannya menunjukkan ia orang bertanggung jawab, Tata merekomendasikan BD Group pada Keluarga Owen itu.


"Nona Violetta.. Mengingat anda sedang mengandung.. kalau pesanan saya tidak sesuai selera anda, anda bisa memesan makanan yang anda inginkan" ucap zavier sopan


"Kita hanya bertiga, kau memesan makanan sebanyak ini, kita akan kesulitan menghabiskannya, ini sudah cukup. ayo makan" ajak tata samb tertawa


Zavier mengambilkan beberapa makanan untuk brenda. dari tatapan matanya pada brenda, tata bisa melihat zavier memiliki perasaan lebih pada brenda


Bagaimana brenda? ia cuek saja. ia memakan makanannya dengan lahap tanpa menjaga imagenya. Hal ini membuat zavier melihat brenda dari sudut pandang berbeda, ia terlihat salut pada gadis blasteran disampingnya.


Mereka menyekesaikan makan siangnya dengan tenang, semua makanan kandas tak bersisa. Tata tergelak melihat banyaknya piring kosong dihadapan mereka


"Kau mentraktir lima orang hari ini, jadi makananmu tak bersisa" canda brenda , tata tertawa


"lima orang??" tanya zavier bingung


"Dalam perut Kakak iparku ada tiga orang keponakanku, jadi kami berlima hahaha" brenda tergelak,


melihat brenda tertawa lepas, zavier memandangnya takjub , ia terkesima..


Wanita blasteran disampingnya memiliki dua gingsul, tinggi 175 Cm, hidung mancung, kulit putih , didukung sikap apa adanya tanpa drama sok jaim, benar benar menyihir zavier


"ekhhmmm.. " tegur brenda melihat zavier membeku. zavier gelagapan. tata tertawa


"Kau menyukai adikku?" goda tata dengan bahasa perancis, yang tak dipahami brenda


"Ya aku sangat menyukainya, aku jatuh cinta pada pandangan pertama, dia terlihat berbeda dari wanita lain, dia luar biasa" tanpa sadar zavier menjawab dalam bahasa perancis juga, matanya masih menatap brenda


"Kalau kau menyukainya, melamarlah kepada orangtuanya.. jangan berpacaran dan menambah dosa nantinya, begitu juga baik supaya adikku tak direbut oranglain, banyak yang mengantri menginginkan adikku" sambung tata dalam bahasa perancis


"Aku akan segera melamarnya, apa saja yang harus kupenuhi dalam lamaran kepada keluarganya?" tanya zavier serius


"Ajak orangtuamu menemui orangtua kami, apa persyaratan adat yang harus dipenuhi akan dibicarakan saat kalian ajukan lamaran" jawab tata, zavier mengangguk


"Orangtuaku hanya memiliki satu putri, kami menyayanginya seperti permata, jangan sampai mau menyakitinya, atau kau akan kehilangan dia selamanya" ancam tata tegas. zavier mengangguk


"Kalau aku begitu mencintainya, bagaimana aku bisa berpikir melukainya?" tegas zavier


Makan siang selesai, Zavier mengantar tata dan brenda sampai mereka naik ke mobilnya.


Mobil berhenti di lobby perusahaan BD Group.