Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 50 - kepantai bersama brian



Acara sebulanan baby z berakhir sukses. Tamu sudah berpulangan. Hadiah tambahan setelah kemarin , malah bertambah dua mobil box lagi. Brice mulai pusink dengan hadiah tersebut. tapi dia memilih bersyukur saja


"Sudahlah nanti ada brenda dan irell yang menggunakan kalau twins sudah kebanyakan, aku harap mereka segera hamil" ucap elda santai , wajah irell merona.


carter, nathan, nathalie sudah pulang bersama vin dan audie karena mereka ada less sore ini.


"amour istirahatlah dulu, kau sudah lelah" ucap brice sambil menggendong rara putrinya


"Aku ingin mandi sebentar" ucap tata sambil menyerahkan putranya pada suster, brice mengangguk


"Bawalah kemari aku ingin menggendongnya" pinta maggie pada suster itu


"Ta aku juga mau mandi sebentar, badanku gerah sekali" kata irell


"Ayo naiklah jie, aku mengantarmu ke kamar tamu, apa kau membawa pakaian ganti?" tanya tata , irell menunjukkan ransel mini berisi pakaiannya


"Aku mengantarnya saw" potong brian "ayo kutunjukkan kamar tamu" ajak brian . mereka bertiga naik keatas


"Ini kamar tamu, mandilah dulu .. aku menunggumu disini" irell segera masuk kekamar mandi dan membersihkan diri, 20 menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan wajah polos tanpa make up, terlihat sangat cantik sekali wajah naturalnya. brian terkesima.


irell mengeringkan rambutnya, brian menatapnya dari cermin, ia kagum sekali


saat dalam pulasan make up, wajah irell terlihat sangat dewasa, tapi tanpa make up ia jauh lebih cantik dengan wajah baby facenya. wajahnya mirip violetta.


setelah irell selesai mengeringkan rambutnya, ia mengambil peralatan make upnya dan mulai merias wajahnya


"No.. stop.. begitu saja, aku suka melihatmu begitu" kata brian


"Ah tidak.. wajahmu seperti anak anak kalau tidak di rias, kau sabarlah tak sampai 10 menit aku selesai"


"aku katakan no, berarti kau tak perlu memakainya, aku menyukai penampilanmu sekarang, simpanlah barangmu, kita segera turun" ajak brian , irell mengemasi barangnya


mereka menuju ke pintu yang terbuka lebar, sejak awal pintu memang tidak ditutup oleh brian , takut membuat irell malu..


beberapa orang melewati kamar itu melihat brian duduk disofa dekat pintu, termasuk maggie dan elda


mereka segera berjalan menuju pintu kamar


"tak ada lagi yang tertinggal?" tanya brian, irell menatap sekeliling, lalu menggeleng


mereka langsung turun ke lantai bawah


"mah mih.. brian permisi keluar sebentar mau makan dengan irell" pamit brian,


"pergilah , makan yang banyak.. irell kurus sekali.." ucap elda


"bisakah kau mengantar irell ke rumah, mami akan pulang sebentar lagi brian" tanya maggie "bisa mi" brian mengangguk, mereka pun berangkat


mobil berjalan ke pantai.. brian mengajak irell turun dan berjalan kearah pantai. duduklah sebentar aku memesan minuman dan makanan ringan. tak lama brian kembali


"mana makanan dan minumannya?" tanya irell


"kau sudah haus?" tanya brian , irell mengangguk "ayo" ajak brian


brian membawa irell kesebuah penginapan yang menghadap tepat kelaut, ruangan yang menghadap ke depan terbuat dari kaca yang bisa nelihat keluar tapi dari luar tak dapat melihat kedalam


mereka duduk di teras penginapan itu , memakan makanan ringan dan minum es kelapa muda , irell berdiri di teras itu melihat ke laut. brian memeluknya dari belakang dan mengecup telinganya. tapi kecupan mulai liar disana, terdengar suara dari mulut irell


brian mengajaknya masuk kedalam ruangan yang temaram remang remang mendekati gelap, dan langsung mendorongnya kebalik pintu, lalu mel- umat bibir mungilnya, sebelah tangan brian mengunci pintu , tangan irel melingkar dileher brian , lidah brian mengabsen isi mulutnya


tangan brian masuk kedalam punggung dress irell , ia melepaskan kaitan disana. dan bermain di twin irell yang sangat besar, perlahan ia mendorong irell ke ranjang tanpa melepaskan pautan mulutnya , dan brian kembali menyusu seperti bayi kehausan, irell menekan kepala brian supaya semakin menempel di twin.


mulutnya mulai meracau hebat menyebut nama brian, jari tangan brian masuk kesawah bawah sana dan mulai bermain. tak sadar irell sudah tak berbenang lagi sama sekali. jari brian semakin cepat sampai terdengar teriakan irell menandakan dia sudah mencapai pelepasannya sekali


brian kembali menyusu dan perlahan melepaskan pakaiannya sendiri sampai tak berbenang. perlakuan lembutnya membuat irell benar benar melayang. dia tak pernah diperlakukan begini


mantan suaminya dulu hanya menyenangkan diri sendiri saja, setelah mendapat apa yang dia mau, jason akan langsung bangkit dan keluar.


"May i" irell mengangguk pasrah. ia tak mampy berhenti, 6 tahun dia sendirian, dia juga merindukan kehangatan


Brian memas -ukinya dengan lembut, irell meringis, tapi brian mulai kembali menyusu supaya irell relax, saat dirasa irell sudah adaptasi, brian mulai bergerak.


irell meracau, ia memberi beberapa stempel di dada brian secara tak sadar. brian menambah kecepatannya. irell sudah lupa diri


satu setengah jam kemudian , mereka sama sama berteriak nama masing masing, brian roboh diatas irell.


"Terima kasih sayang, terima kasih, kau indah sekali, kau benar nikmat, luar biasa.. aku mencintaimu" bisik brian mesra, irell mengangguk, tenaganya sudah hilang tak mampu bicara lagi. kuda jantan diatasnya sangat kuat sekali dan ini pertama kalinya irell merasa sangat nikmat


brian bangkit mengangkat tubuh irell ke bathroom membersihkan sisa percintaan mereka. setelah membungkus tubuh dengan handuk. brian mengajaknya ke ranjang


ia menarik dan memeluk irell .. terus mengecup kening irell


"kau sempit dan indah sekali sayang" bisik brian "aku bahagia, kau menikmatinya?" tanya brian ditelinga irell


"ini pertama kalinya aku merasakan kenikmatan begini" jawab irell, brian menoleh kearah irell ia tak menemukan kebohongan dimata wanitanya


"dulu dia melakukan hanya saat dia mau, setelah mendapat yang dia mau dia akan langsung keluar, kadang bahkan tak ada pemanasan" terang irell getir


"lupakan masa lalu, kita mulai lembaran baru" irell mengangguk


"apakah aku lemah?" goda brian, irell langsung mencubit pinggangnya


"bukan itu yang aku bicarakan tadi" irell mencebik , brian terkekeh


"kau periksa dulu, apakah dia lemah?" brian memegang tangan irell dan mengarahkannya bertemu dengan adiknya. seketika adiknya langsung bangun. irell terkejut menyentuh ukurannya


"kenapa?" tanya brian sambil tersenyum


"besar sekali" ucap irell malu menyembunyikan wajahnya di dada brian


"kau menyukainya?" bisik brian, irell mengangguk, ia bener bener malu, brian tertawa, melihat irell sudah memiliki seorang putra masih saja pemalu


"sayang dia bangun lagi, aku mau lagi" bisik brian, irell mengangguk.


brian kembali menyusu dan mengecup sampai kesawahnya . saat merasakan irell meledak dan berteriak, ia ssgera mel - umat sawah irell , irell tak kuat diperlakukan seperti itu . ia mendorong brian dan memanjakan adik brian, brian meracau tak jelas lagi dimanjakan irell, irell memimpin diatas


"kau sangat sempit dan benar nikmat sekali, aku mencintaimu sayang" racaunya


setelah dua jam, mereka berteriak nama masing masing. irell ambruk didada brian. brian memeluknya erat


tak lama brian mengangkat irell ke bathroom, mereka segera membersihkan diri dan berpakaian, karena waktu sudah menunjukkan pukul 19:00 brian segera mengembalikan kunci kamar pada petugas dan mengajak irell makan malam


"ko brian bisa berhenti sebentar didepan?" tanya irell


"kau mau kemana?" tanyanya


"ak aku m-mau ke apotik se-ssbentar" ucapnya gugup


"mau beli apa? aku belikan" tanya brian


"ehmmm.. bi biar aku saja yang tu-turun" pintanya


"katakan mau mau beli apa?" tanya brian


"aku mau beli.. beli.. pil anti hamil" jawab irell sambil menunduk


"Kau tak membutuhkannya" ucap brian dingin "kau kira aku sedang bermain main denganmu?" tanya brian semakin dingin


irell diam menunduk, ia takut pada brian karena nada bicaranya, ia ingat nada dingin jason setiap bersamanya selesai bertarung, nada dingin yang dia dapat dari jason tak bisa ia lupakan. ia mulai tak nyaman bersama brian dalam satu ruangan


"mungkin semua pria seperti ini setiap kali sudah mendapatkan yang mereka mau" batinnya, ia memutuskan untuk tidak mempercayai laki laki lagi. baginya semua laki laki sama saja


"baiklah. kita tak membeli. antarlah aku pulang" pinta irell