Forgive And Forget

Forgive And Forget
bab 58 - masih perang dingin



"kau tak usah heran istriku, mereka berdua memang pelit sejak dulu, uang mereka banyak sekali tapi tak akan mentrakrir siapapun dengan uang mereka. tak jarang mereka berdua berdebat panjang akhirnya mami yang bayar" vin menjelaskan pada istrinya. audi sampai melongo


"Kau jangan khawatir, mereka takkan minta dibayar benda mahal oleh mami" sambung vin "kalau keluar bersama mereka, jangan traktir mereka, bayar saja punyamu dan punya mami"


maggie bingung dia harus tertawa karena bangga kedua putrinya sangat sederhana dan tak suka berfoya foya , atau harus sedih karena putrinya rela berdebat demi uang membayar bakso


"sudah sudah.. kalian bayar masing masing saja" potong maggie malas melihat perdebatan itu . perdebatan pun berakhir


"kalau suami kalian melihat kalian berdebat karena makanan, mereka pasti akan menjewer kalian" sambung maggie, sambil mengomel


"kau pulang jangan kesorean ta, kasihan baby Z, mami hari ini kembali jam 3 sore dari kantor bisa mengawasi mereka sebentar" ingat maggie


"Tata balik naik taxi online nanti mi, setelah selesai tata langsung pulang" maggie mengangguk


***


Vin menurunkan tata di Ice group.


setelah menandatangi dokumen penting yang membutuhkan tanda tangannya secara fisik. tata segera menghubungi teamnya untuk berkumpul di restoran steak di rodz mall.


supir perusahaan menurunkan tata di lobby rodz mall


tata berpapasan dengan brian saat menuju restoran yang disepakati


"Hi siang saw, dengan siapa disini?" tanya brian ramah.. "siang.. aku sendiri kesini, kau ngapain disini brian?" tanya tata balik


"Tadi aku baru selesai meeting dengan klien, ini mau kembali ke kantor, ada meeting dengan klien lain, sawsaw ngapain kesini?" tanya brian


"Aku mendatangkan team baru dari eropah, aku mengajak mereka makan siang dan meeting disini" tata menjelaskan , brian mengangguk


"papa mama sudah tiba di canada?" tanya tata . brian mengangguk. "kalau begitu aku lanjutkan kerjaanku dulu, kau kembalilah kekantor nanti klienmu menunggu" brian mengangguk, mereka pun berpisah arah


***


setelah menemui teamnya, tata segera memesan hidangan di restoran italia yang terkenal dengan steaknya


mereka segera menyelesaikan makan siang mereka di ruangan vip restoran itu


setelah makan siang selesai, tata mulai meeting mereka dan membacakan konsep yang dia inginkan untuk memanage seluruh perusahaannya dari satu kantor atau satu lokasi. dia segera membentuk teamnya dan memilih kepala team yang akan memimpin tiap divisi, team itu segera paham kemauan boss mereka


"kuharap kalian bisa memberiku jawaban memuaskan , kita bertemu tiga hari kedepan, ini kunci apartemen perusahaan, ini kunci mobil perusahaan. kalian bisa menggunakannya selama kalian berada di Indonesia" ucap tata sangat tegas kepada kepala team, kepala teamnya mengangguk paham


tata segera keluar dari ruangan dan turun melalui eskalator, matanya menangkap suaminya naik eskalator disebelahnya bersama seorang wanita yang cantik sekali, tata mengenal wajahnya merupakan salah satu model internasional papan atas. wanita itu menggandeng lengan brice sambil menempelkan kepalanya dilengan brice. brice juga tampak tak keberatan.


saat mereka hampir berpapasan, brice menatap istrinya, tapi istrinya dengan dingin menatap lurus kedepan seolah brice makhluk kasat mata.


"istriku akan membunuhku setelah ini" ucap brice pada wanita disebelahnya, tapi masih terdengar tata


tata menaiki taxi online yang sudah menunggunya di loby menuju mansion ibunya. setelah sampai ia segera membersihkan diri dan memeriksa baby z. baby z sedang bersiap mandi, tata mengambil alih memandikan baby z. setelah baby z bersih dan harum. tata bermain sesaat dengan mereka. tak lama mereka tertidur pulas. tata segera kembali kekamarnya mengambil laptop, ipad dan ponselnya.


ada banyak panggilan di ponselnya tapi tak ada nama suaminya disana , bahkan pesanpun tak ada.


"hati pria mudah berubah, ternyata bersikap dingin karena wanita itu, mungkin karena setelah melahirkan, bentuk tubuhku berubah" batinnya "ah biarlah dia mau apa.. cukup fokus kerja dan cari uang saja"


tata segera membuat alarm per dua jam untuk memeriksa bayinya meminum susu, lalu menyimpan ponselnya dan turun ke ruang kerja, lalu larut dalam pekerjaannya.


dua jam kemudian alarmnya berbunyi, tata segera meninggalkan pekerjaannya dan menyusul baby z. setelah menyusui baby z. mereka tertidur pulas kembali. tata kembali ke ruangan kerjanya memeriksa semua dokumen.


***


"Nona muda diminta nyonya makan malam" panggil maid dari balik pintu. tata segera menuju ke ruang makan


mereka makan dengan tenang , usai makan tata segera kembali keruang kerja


"Ta.. jaga kesehatan. kau baru habis melahirkan dan baru lepas masa nifas, sayangi tubuhmu, jangan terlalu lelah dan banyak istirahat" nasehat maggie. tata mengangguk lalu kembali ke ruang kerja dan fokus pada kerjaannya.


saat alarm berbunyi tata kembali naik kekamar bayinya, menyusui mereka, mengganti popok dan pakaian baby z. setelah bayinya tidur ia kembali ke ruang kerja


begitulah yang dia kerjakan sampai jam 23:00


tata menyusui bayinya sampai selesai. dia berpesan kepada maid dia akan segera tertidur. minta maid mengawasi baby z kalau kalau baby z bangun .


tata kembali ke kamarnya, meminum dua obat tidur. tak lama ia segera tidur . besok akan banyak pekerjaan menantinya


***


Rodz Mansion


23:00


Brice baru tiba dimansion, ia sibuk seharian dikantor mulai meeting sampai mengurus dokumen. belum lagi sepupunya yang datang lebih awal ke Indonesia untuk pemotretan baru menghadiri persiapan pernikahan brian.


Tiba dikamarnya, dia baru sadar istrinya masih belum pulang, dia mengusap wajahnya kasar. dia merindukan anak istrinya tapi masih cemburu pada istrinya yang dipeluk oleh seorang pria pada malam pesta pernikahan brenda itu. akhirnya beberapa hari ini ia menyibukkan dirinya agar fokus pada pekerjaannya.


setelah membersihkan diri, ia minum beberapa gelas wishki, agar bisa segera tertidur.


***


jam 06:00


Rodz mansion


Seminggu lebih setelah kepergian tata


brice turun ke ruang makan, ada brian disana karena orangtua mereka masih di canada


"pagi ko" sapa brian


"pagi" jawab brice datar, brian terbahak bahak


brice menatapnya datar "kenapa?" tanya brice


"wajahmu seperti zev, tampan.. tapi datar non expresi .. like father like son.. hahaha" brian kembali tertawa "aku lebih menyukai zel, wajahnya mudah senyum.. ia lucu sekali"


"kau bertemu baby z?"


"Tiap sore aku dan irell bermain bersama mereka, cuma putramu tak seru ko" senyum brian mengingat wajah zelmira


brice diam dan menghabiskan makanannya, hatinya rindu sekali pada anak anaknya. cuma ia memilih fokus kerja untuk memendam perasaannya.


brian hanya menggeleng gelengkan kepala melihat suami istri yang keras kepala mempertahankan ego mereka . kalau orangtuanya tau pasti akan marah sekali .


tak lama mereka berpisah dihalaman , berangkat ke kantor masing masing