Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 20 - mengungkap jati diri



Braice kembali kekamar, ia melihat istri kecilnya tertidur pulas, matanya sembab kebanyakan menangis, hati braice sakit sekali


braice mengecup keningnya, tata membuka matanya.


"Apakah aku mengganggumu amour?" tanya braice lembut sambil mengelus kepala istrinya , tata menggeleng lalu menyodorkan dua tangan mau memeluk leher braice


braice maju kearah istrinya. istrinya memeluk lehernya dan mendusel didadanya, posisinya tak tepat dia menggantung sesaat. tapi tak berani bergeser takut istrinya nangis lagi


TOK TOK TOK


pintu diketuk, braice bangun membuka pintu, maid mendorong kereta mini berisi bubur dan sup sarang wallet , dua gelas minuman dan diletakkan disamping ranjang.


"keluarlah, 30 menit lagi jemput piring didepan kamar" perintah braice. maid segera keluar


"ayo beri makan anak kita ya amour" braice mendudukkan istrinya lalu menyuapinya sampai habis. memberikan jus buah kepada istrinya. braice mendorong kereta dorong keluar kamar


ia segera menukar pakaiannya dengan piyama.


"miel aku mau susu buatan miel rasa strawbery" pinta tata manja , braice segera turun membuatkan susu untuk istrinya


tata beranjak bangkit menuju meja kerja, ia mengambil beberapa map milik suaminya dan membacanya teliti. lalu menandatangani dokumen itu bersamaan dengan masuknya braice membawa susu kemauan istrinya


dia terkejut melihat istrinya mengacak dokumennya. tapi ia tak mau membuat istrinya menangis lagi


ia menyerahkan susu pada tata, tata segera menghabiskannya.


"makasih daddy, susunya enak sekali, kami bahagia dibuatin susu oleh daddy" tata menirukan suara anak kecil lalu memeluk pinggang suaminya yang masih berdiri disampingnya. braice tersenyum mengelus kepalanya


"sayang baby kita memintamu berbuat apa dengan dokumen itu?" tanya braice hati hati


"ahh sebentar..." tata mau berdiri "mau kemana?" tahan braice "mengambil ipadku" jawab tata


"duduk disini, aku akan ambilkan untukmu, kamu jangan banyak bergerak, mereka sudah waktunya tidur" braice mengambil ipad tata diatas nakas.


"tidak mereka berguling didalam sangat active miel" jawab tata sambil menerima ipadnya lalu membuka mail dan menunjukkan pada suaminya


"tadi aku menemukan benda wanita saat miel dibawah, jadi aku sempat melihat dokumen miel, diatas korp surat ada tulisan VLD Group, aku ingat aku mendapat email dari VLD group"


"waktu miel membuat susu, aku kemari memeriksanya, ternyata benar isinya pengajuan kerjasama VLD group yang belum sempat kusetujui kemarin"


"beberapa hari ini, malaikat kecil menghukumku, sampai aku lemas dan tertidur tiap pulang kerja tak sempat membalas email, kebetulan disini ada dokumennya, ku tanda tangani saja sekarang" jawab tata


braice yang sibuk memeriksa email email di ipad tata, tertegun mengetahui tambahan identitas lain istrinya


"ini dokumennya sudah aku tanda tangani, simpanlah, katakan pada aspri miel, kalau aku lama membalas mohon dimaklumi, anak miel kadang memaksaku tidur dan tak mengijinkan aku bekerja" ucap tata


"jangan bekerja lagi sampai lahiran ya, beristirahatlah sementara waktu, aku masih mampu menghidupimu" bisik braice sambil mengajak istrinya berbaring diranjang


"tak bisa miel, ribuan karyawan harus hidup, aku harus bekerja" ucap tata sambil mendusel didada suaminya, aroma suaminya membuatnya nyaman


"jangan kelelahan, bekerjalah sesuai kemampuan" braice mengecup kening istrinya


tiba tiba hormon kehamilannya, membuatnya menginginkan suaminya, ia menatap mata suaminya, suaminya juga menatapnya. seketika mereka saling bertatapan.


braice mengecup bibir mungil itu perlahan, lama lama berubah menjadi lum a-tan menuntut, tata membalasnya dengan panas, tangannya pun mulai travelling ditubuh istrinya.


akhirnya braice menyelesaikan pertarungannya selama dua jam dengan meneriakkan nama mereka masing masing.


ia menggendong istrinya kekamar mandi, lalu membersihkan sisa percintaan mereka dan menggendong istrinya kembali ke ranjang


ia menarik istrinya kedalam pelukannya.


"Amour, apakah amour puas?" tata mengangguk "selama ini aku bisa memuaskan amour?" tanya braice. "sangat" jawab tata tersenyum sambil meletakkan kepala didada suaminya


"amour tak marah lagi padaku atas kesalahanku diapartemen?" tanya braice hati hati


"menunggumu menjemputku 20 tahun sungguh menyiksa, untuk apalagi marah? bisa bersatu pun aku sudah bersyukur" jawab tata. braice menciuminya


"terima kasih.. maafkan aku amour" tata mengangguk


"katakan apakah kau berpacaran dengan jason sampai bertemu dengannya siang hari sebelum kejadian di apartemen?" tanya braice penasaran. tata berpikir sejenak mengingat waktu itu


"oh waktu itu aku kasian pada carter, aku berniat menyatukan ko jason dengan jie irell demi carter, ko jason duluan tiba, jie irell dan carter telat tiba jadi kami mengobrol, miel tak melihat sampai habis kejadiannya"


"maafkan aku, aku tak bisa mengendalikan diriku.. maafkan aku" braice mengecup istrinya , tata mengangguk


"berhasilkan mereka bersatu?"


"aku tak tau miel, jie irell susah percaya padanya lagi, atas semua perbuatannya dulu"


"mau cerita padaku tentang jason dan irell?" tanya braice kepo padahal dia mau nanya cerita jason tata


"dulu ko jason sahabat ko vin, saat aku SMA ia sering main ke rumah, ia seorang casanova. berulang kali berusaha mendekatiku, aku tolak, hatiku sudah diikat oranglain, bagaimana bisa menjalin hubungan denganya, lagian mami melarangku dekat dengan pria karena mertuaku sudah mengikatku kata mami"


"ko jason berhenti jadi casanova demi aku katanya. tapi aku mengabaikannya meski dia berusaha keras. lama lama ia menjadi licik. ia mencaritau tentang masa laluku dari jie irell, dia tau tentang koko ice ku dari jie irell, jie irell menaruh perasaan yang sama pada koko ice ku, ia memiliki banyak poto koko ice"


"singkatnya dia manfaatkan jie irell sampai mendapatkan poto masa kecil koko ice, lalu mengirimkan poto pernikahan koko ice versi dewasa padaku, hatiku hancur sekali saat itu menerima poto pernikahan suami masa kecilku, sejak itu aku menutup diri pada dunia selain aku dan keluargaku"


"tapi dalam proses memanfaatkan jie irell ia sempat menodai jie irell dan menyebabkan mereka harus menikah, setelah mereka menikah aku pergi ke perancis melanjutkan pendidikanku sebagai dokter. tiap ada waktu luang aku akan mulai bersedih. jadi aku membuka bisnis kecil kecilan, dengan ketekunan lama lama berkembang, aku memberinya nama ICE Group. aku mengisi semua waktu luang dengan bekerja, aku bahkan ketergantungan obat tidur"


"oh ya tak lama aku pergi, ko jason kembali menjadi casanova, akhirnya jie irell memutuskan bercerai dan memenangkan hak asuh carter. lalu jie irell berangkat ke torronto untuk memulai hidup baru, carter diasuh ko vin"


"setelah menyelesaikan s3 ku. mami memintaku pulang, karena sering sakit sakitan katanya. aku berusaha berdamai dengan masa laluku , aku sedikit berhasil, bisa melepaskan obat tidur dan akhirnya aku segera menghabiskan kontrakku dengan RS perancis lalu pulang ke indonesia"


"saat aku pulang mami menekanku dengan kesehatannya , memaksaku menikah, demi mami aku jalani juga kehidupan pernikahan kita. saat bertengkar denganmu masalah pil kb, aku kembali minum obat tidur" braice terkejut


"jie irell diminta mami pulang ke indo juga saat kita menikah, dengan alasan mami sakit, jadi jie irell tidak kembali ke torronto"


"kemudian aku menyulap apartemen lantai 23 hadiah pernikahan dari jie irell menjadi kantorku, sabtu minggu aku bekerja disana sendirian sepanjang hari"


"sampai miel menyakitiku, aku lebih banyak mengisi waktu luang dengan kerja dan tidur di aprtemen"


"belakangan ini semakin hari, bayi bayi ini membuatku kesulitan bekerja, kadang mereka rindu daddy mereka. mereka mulai menghukumku kadang memaksaku tidue juga, akhirnya email VLD telat ku balas gara gara anak nakal CEO VLD" tata ngakak


"kalau bertemu jason, aku akan memukulnya" ucap braice


"jangan, carter akan memukulmu kalau miel memukul ayahnya.. lupakan saja dia"


"tapi ia menyukai istriku" dengus braice


"istrimu tak menyukainya hanya menyukaimu" balas tata mencebik . braice mengangguk dan tertawa.


"lupakan mereka fokuslah pada diri kita saja" sambung tata, braice setuju