Forgive And Forget

Forgive And Forget
bab 29 - jenis kelamin calon bayi



"Dokter katakan apa kelaminnya?" jawab braice gusar


"Mau tau aja atau mau tau banget?" goda fredrick , brian terbahak bahak. braice mendengus


"tuan jawablah" goda fredrick


"mau tau banget" jawba braice ketus. carnell dan elda diam saja. meski mereka penasaran mereka memilih membiarkan dokter menjelaskan


"kalau mau tau banget, pastinya harus menunggu bayi anda lahir tuan" jawab fredrick


"percaya atau tidak aku akan membuatmu tidak memiliki titel lagi setelah ini" ancam braice , brenda terbahak bahak


"Dokter apa kelamin cucu ketiga saya?" tanya carnell sopan


"Perempuan tuan besar rodriquez" jawab fredrick sopan


"yess saat dia besar aku akan mengikat rambutnya dengan pita cantik" pekik brenda memeluk tata dan elda


"bayi laki laki ukurannya lebih besar daripada bayi umumnya, melihat dari postur ayah sang bayi, sepertinya mereka mengikuti fisik ayahnya, cuma yang perempuan lebih kecil daripada bayi berusia 16 minggu pada umumnya" fredrick mulai menjelaskan secara serius. ruangan kembali tenang


"Aku akan membuka resep vitamin , harap rutin diminum, susu kehamilan juga jangan sampai lupa karena memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan bayi.."


"Aku sering mual meminum susu kehamilan erick" interupsi tata yang baru keluar dari ruang pemeriksaan


"Aku akan membukakan resep susu lain untukmu ana.. kau coba beli kotak kecil dulu, kalau cocok kau bisa lanjut meminumnya.. kalau masih tak cocok kau bisa konsultasi denganku"


braice menatap dokter dan istrinya yang sama sama memiliki panggilan berbeda


"saya jelaskan dulu beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kehamilan triplet ini, anda bisa mencatatnya kalau merasa diperlukan"


"Kehamilan triplet butuh banyak perhatian, pastikan kurangi tindakan extreme yang bisa memicu kontraksi, jaga mood dan suasana hati bumil agar perkembangan janin baik. hindari kelelahan"


"Buat si ayah.. mengingat bayi ketiga anda terlalu kecil. usahakan rajin memberi sentuhan halus agar bayi merasakan keberadaan dan kasih sayang ayahnya. ajaklah bayi anda bicara hal baik.. mereka dapat mendengarkan suara orangtua mereka .. anda dapat tetap rutin mengunjungi bayi anda.. tapi lakukan perlahan.. usahakan tidak bertindak kasar" braice mengangguk


"menilai kondisi secara keseluruhan, saya sarankan melakukan caesar untuk kelahiran bayi anda" tutup fredrick


Carnell menerima resep dokter dan meminta brian menebusnya diapotik. brian segera bergegas dengan semangat demi keponakan tripletnya


mereka mengucapkan terima kasih pada dokter lalu beranjak keluar ruangan


"Ana.. selamat ya. jaga dirimu baik baik.. aku tau kau terbaik" ucap frederick lemah.


braice melihat jelas ada cinta dan luka dimatanya .. ia segera memeluk istrinya keluar ruangan dengan posesive


sekarang mereka sudah di mobil, dalam perjalanan ke restoran jepang disamping perusahaan FC Group sesuai kesepakatan bersama


"Kau cari saja dokter kandungan lain, tidak usah ke fredrick lagi" tegas braice, tata menatap suaminya datar


"Kenapa? dia lulusan terbaik perancis, dan paling terkenal di kota ini, bahkan salah satu pentolan di RS Rodz" tanya carnell


"Dia menyukai istriku" jawab braice singkat , tata mengabaikannya


Carnell memilih diam, ia tak mau mencampiri rumah tangga anaknya. biar mereka menyelesaikan sendiri masalah mereka


Mobil memasuki parkiran Restoran jepang disamping FC Group.


"10 ruko berderet ini adalah satu satunya ruko yang bersisa di wilayah ini, dikelilingi seluruh gedung perkantoran, jadi selalu ramai karena letaknya strategis" Sambung brian


"Aku beberapa kali mau membeli ruko ini, tapi pemiliknya hanua bersedia menyewakan, tak minat menjualnya.. aku ingin membuka restoran korea disini sejak lama" braice ikut bersuara


"Kenapa restoran korea?" tanya tata


"Karena kau dan aku suka makanan korea" jawab braice .. tata menatapnya datar "lagipula market disini sangat baik, pasti akan meledak"


"Ya sudah buka saja" jawab tata singkat


"Pemiliknya tak mau menjualnya, aku tak mau diusir pemilik ruko setelah restoranku ramai" jawab braice, carnell membenarkan


"Buka saja .. tak ada yang berani mengusirmu.. yang berani mengusirmu belum lahir..." jawab tata sambil menunjuk perutnya "hanya mereka yang berani mengusirmu"


semua mengernyit memikirkan kalimat tata .. mereka berpikir keras.. pelayan masuk mulai menghidangkan pesanan mereka..


"Apa maksudmu amour?" tanya braice bingung


"Kalau kau mau membuka restoran korea, buka saja, aku dan pemilik sederet ruko ini sangat menyukai makanan korea, jadi tak ada yang mengusirmu" jawab tata


"bisa diperjelas nak?" tanya carnell, ia pun bingung bukan hanya braice


"Sederet ruko ini, milik mereka pah" tunjuk tata pada perutnya "mereka saja belum lahir, siapa yang mengusir daddy mereka" tanya tata bingung


"Maksudnya ruko ini milikmu amour?" tanya braice , tata mengangguk "kenapa tidak bilang?"


"Miel ga nanya" jawabnya polos


"Dari dulu banyak yang mau membeli ruko ini, aku tak minat menjualnya, kelak anakku akan membutuhkannya, lagipula aku tak dalam kondisi membutuhkan uang, gajiku di RS lebih dari cukup buat kebutuhan hidupku"


" berapa kali FC menghubungi hiro mengajukan penawaran harga. aku tak tau FC milik miel jadi aku tolak terus kecuali mau menyewa aku mau, kan baru tau dua hari lalu FC milik miel" braice nengangguk


"Email penawaran terakhir tadi malam baru aku baca, aku baru mau membalasnya miel sudah memaksaku tidur. ya sudah aku tidur. lagian dalam hubungan suami istri tidak ada jual beli secara hukum. kecuali miel bersedia.." braice membekap mulut istrinya


"Sudah sudah.. aku takkan menceraikanmu.. jadi jangan bahas lg" braice menyuapkan makanan untuk tata


"miel bukalah restoran koreanya, kami berempat akan makan gratis tiap hari" ucap tata sambil mengelus perutnya, braice mengangguk


"nanti aku akan menelpon hiro untuk memberikan kuncinya pada miel. sisa lima ruko, miel mau pakai berapa ruko pakai saja.. cuma usahakan jangan usir yang lain.. kasihan mereka" pinta tata


"Aku saja yang hubungi hiro, aku tak suka istriku berhubungan dengan orang yang menyukai istriku" dengus braice sambil mengambilkan makanan buat tata


"Kau ini pencemburu sekali, hiro, jason, frederick semua kau cemburui" tata mencebik


Carnell dan elda memilih terus makan dan tak mau mencampuri urusan rumah tangga anak mereka , mereka akan mampu menyelesaikan masalah mereka sendiri.


Tapi di balik semua itu carnell maupun elda sangat bangga pada menantu mungilnya itu.. selain sederhana, rendah hati dan sopan. ia selalu memiliki banyak kejutan. entah kejutan apalagi yang akan mereka dapatkan besok dari menantunya itu


Maggie benar benar mendidik menantu kecil mereka dengan sangat baik, selain beretika ia juga sangat terdidik dalam pendidikan maupun dalam keluarga


"makanlah yang banyak, anakku butuh makan. apalagi yang perempuan" tukas braice . tata meneruskan makannya . ingin menjawab suaminya itu. memangnya yang laki laki tak butuh makan. tapi dia sudah lelah mengurusi perdebatan dengan suaminya