
Acara sebulanan usai, tamu sudah pulang semua. sisa keluarga carnell di ballroom itu. mereka pusing dengan hadiah dari tamu cukup banyak meski brice sudah menyebar hoax tapi tetap sangat banyak hadiah
brenda merasakan perutnya nyeri, zav segera menggendong istrinya dan mendudukkannya di sofa yang tersedia. brenda meringis kesakitan
"kamu kenapa honey? mana yang sakit?" tanya zav. ada cairan dikaki brenda.
carnell frustasi harus memecah keluarganya dua team. takut ZF tak terurus belum lagi brenda tampaknya mau melahirkan
"papa pergilah, disini biar vincent dan audi yang mengurus" vincent segera mengajukan diri. "terima kasih" ucap carnell tulus
"jangan berterima kasih pah, kita keluarga. itu gunanya vin panggil papa dengan sebutan papa, pergilah dengan bahagia dihari bahagia ini, disini akan aman" ucap vincent. carnell langsung memberi perintah
carnell membagi tugas
"Brian bawa anak istrimu pulang bersama audi, vincent bereskan hadiah disini, waspadai perhiasan di brankas itu"
"baik pah" jawab brian , vin, audi serempak
"Tata ikut mobik brenda dan vier ke rumah sakit.. brice hubungi fredrick sekarang. minta dia siaga kita langsung berangkat"
"Mama , brice, maggie ikut mobil papa.. kita berangkat sekarang" perintah carnell
semua segera berlari menuju loby hotel masuk kemobik yang disiapkan supir dan asisten mereka
"Maggie tolong telepon hannah sampaikan cucu mereka segera lahir"
"brice minta unit IGD siaga menunggu brenda sekalian siapkan OK" perintah carnell
mereka mengangguk
Saat mobil tiba di RS Rodz. Fredrick, brankar, perawat semua siaga di loby Rs menunggu zavier tiba. zav langsung menggendong istrinya dan meletakkannya di brankar
semua sibuk mendorong brenda ke IGD.
"kita SC sekarang, ketuban sudah pecah" lapor frderick pada brice
"Dokter ijin operasi brenda bro" ucap brice pada zavier yang duduk membeku di ruang tunggu IGD
PLAKKKK
tepukan cukup keras di pipi zavier dari carnell segera menyadarkannya
"tanda tangani persetujuab operasi istrimu lalu ikut ke OK, kamu bengong siapa mengurus anak istrimu ?" tanya carnell dengan muka datar
"eh iya pah, mana yang mau ditanda tangani?"
"lakukan dokter" ucap brice pada fredrick setelah zavier setuju menandatangani prosedur operasi.
brankar didorong perawat ke OK. zav yang sudah menyelesaikan prosedur segera berlari mengejar istrinya ke OK.
"Honey bersabar sedikit. kalau merasa sakit kau bisa menggigit atau menjambak bahkan mencakarku untuk mengurangi penderitaanmu, anak kita segera lahir. aku akan disisimu. aku mencintaimu" bisik zav sambil mengecup pipi istrinya . brenda mengangguk dengan semangat
"tapi sakit sekali hubby" rengeknya.
"saat cetak kamu mend-esa-h, sekarang sedikit kesakitan hanya sejam, kutemani terus seperti saat kita mencetak kok" goda zav mencoba membuat lelucon. perawat dan dokter tertawa . brenda mencubit pinggang suaminya sambik tertawa
"dasar tengil" omelnya sambil tertawa
"kata ko brice, daddy momy belum bisa dihubungi.. mereka akan bahagia kalau tau cucu mereka sudah lahir, agak malam kamu telepon dan kabari daddy mom ya hubby" lapor brenda mencoba mengobrol mengurangi rasa sakitnya , zav mengangguk
dokter mulai bekerja. semua menjalankan tugas masing masing. dalam satu jam dokter melapor
"Terima kasih Tuhanku.. Terima kasih" Ucap owen penuh rasa syukur
"Terima kasih dokter" Ucao zav tulus
"Honey ketiga putra kita lahir dengan selamat dan sehat, kita susah menjadi orangtua, Terima kasih Honey sudah memberiku Penerus owen yang hebat, kamu luar biasa sayang" zav menciumi brenda bertubi tubi
mereka melupakan tanya tanya kenapa brenda melahirkan prematur, yang penting semua bayinya sehat
"Tuan Owen silahkan keluar agar kami menyelesaikan pekerjaan kami, sebentar lagi nyonya owen akan kami antar ke ruang rawat inap, anda bisa menunggu putra anda diluar lalu menunggu istri anda di ruangan rawat inap" kata fredrick, zav segera keluar dengan semangat
alangkah terkejutnya dia melihat orang tuanya sudah di depan ruangan OK
"Bagaimana keadaan brenda . vier?" tanya elda
"Dad Mom.. kok bisa?" tanyanya bingung.
"bagaimana keadaan brenda?" tanya carnell gemas
"brenda baik baik saja, sekarang sedang tidur efek bius, lukanya sedang di jahit, nanti selesai akan diantar ke ruangan rawat inap . kita diminta menunggu disana pah" jawab zav
"Syukurlah.. Puji Tuhan" semua menghela nafas lega
"Lalu bagaimana Anakmu?" tanya jericho
"Tiga putra vier lahir dengan sehat dad, mereka akan segera dibawa kesini sebentar lagi.. semua orang sudah steril kan?" tanya zav
"Puji Tuhan, terima kasih Tuhan atas berkatmu yang luar biasa buat keluargaku" ucap jericho
"Tuan Zavier bernard owen" panggil dokter anak.
"hadir, saya disini dokter" jawab zav
"Ini adalah putra sulung anda tuan muda owen. beratnya 5kg dengan panjang 65CM, golongan sarah B resus negative"
dokter anak menjelaskan, perawat menyerahkan bayi pertama pada zavier, zavier yang sudah pengalaman karena sebulan latihan menggendong ZF di rumah mertuanya segera menerima putranya, zav menciumi dan mendoakan putra sulungnya lalu dia serahkan pada jericho
"Ini putra kedua anda Tuan Muda Owen, beratnya 5,2Kg dengan panjang 66cm golongan darah B resus negative"
dokter menjelaskan mengenai putra kedua zav, perawat menyerahkan putra keduanya pada zav. zav menggendong, menciumi dan mendoakan putranya. setelah berdoa dia menyerahkan putranya pada carnell
"Ini putra bungsu anda , beratnya 5,5Kg panjang 66cm, golongan darah B resus negative"
dokter menjelaskan , suster menyerahkan putra bungsu zav kepada zav z zav menerima putra bungsunya lalu mengecup penuh rasa haru dan berdoa buat putranya itu . setelah berdoa ia menyerahkan putra bungsunya pada hana
"dad cucu kita tampan sekali" puji hanna, "ya seeperti daddy, mereka mewarisi mata daddy, brenda tak dapat jatah wajah putra kalian hahaha" ledek jericho. semua tertawa
Semua keluarga bergantian berdoa buat ketiga bayi zavier dan mengembalikan bayi bermata biru pada perawat
"Semua bayi anda memiliki berat badan yang sehat menyebabkan kontraksi kalau nyonya muda owen banyak gerakan terlalu actuve secara berlebihan, ini pulalah menyebabkan bayi anda lahir lebih awal" dokter menjelaskan, zav mengangguk paham.
keluarga itu segera ke ruangan rawat inap, seperti biasa brice dan carnell menyediakan family suites untuk ruang rawat inap keluarga rodz. bahkan yang dipergunakan adalah ruangan yang sama dengan yang dipakai irell bulan lalu
"Dad belum memberitau kenapa bisa sudah di indonesia?" tanya zav
"Kami berencana membuat kejutan, malah kami yang terkejut. rencanyanya kami mau datang ke acara sebulanan putra brian, sekalian menunggu masa lahiran brenda, dari kemarin kami sudah berangkat, sayang sekali tadi tidak terkejar waktunya karena acara sebulanan hanya sampai jam 11 siang . kami sudah berusaha cepat tapi acara sudah usai. tadi kami sampai di rodz hotel.. belum sempat turun sempurna dari mobil, vincent langsung minta kami ke rumah sakit menyusul brenda yang mau melahirkan. jadi kami langsung kesini" hanna menjelaskan"
tak lama menunggu dikamar rawat inap, brenda pun di dorong masuk ke ruangan, cuma masih belum sadar . zav memegangi jari lentik istrinya yang tampak pucat itu. air matanya menetes melihat perjuangan istrinya