Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 27 - Pelajaran untuk Calon istri Gadungan



"Carl panggil polisi, dua orang ini mau menipu kita" perintah braice


"Jangan tuan, kumohon bicarakan baik baik, pasti ada kesalahpahaman disini" pinta tom gemetar


"Salah paham? maksudmu aku berbohong? laporan keuangan perusahaan dalam dokumenmu adalah palsu. perusahaan edelweis sudah lama bangkrut. Minggu depan pihak terkait akan menyita Edelweis Group, CEO nya yaitu Tuan besar Edelweis akan segera dipenjarakan karena penggelapan dana proyek dan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi, bagaimana disebut salah paham"


"Bukan nyonya, bukan itu maksudku" Tom gemetaran


"Saat kau menyebut dirimu sebagai calon istri suamiku didepan ibuku dan ibu mertuaku, aku segera meminta orangku memeriksa keseluruhan tentang edelweis group, pastinya aku ingin tau siapa calon maduku ini. dan laporan yang kuterima sungguh luar biasa" sarkas tata dengan tatapan tajam


"Miel..." ucapnya kembali manja memeluk suaminya "kenapa amour" tanya braice lembut


"Aku boleh membereskan masalah perusahaan edelweis?"


"katakan apa maumu amour" tanya braice datar


"Edelweis beserta seluruh asetnya minggu depan akan disita pihak terkait, Tuan Besar Edelweis akan dipenjara, Keluarganya akan jadi gembel setelah itu. Bolehlah aku mengakuisisinya. ini adalah laporan perusahaan mereka"


"CEO nya sesungguhnya pengusaha yang baik dan memiliki nilai potensial tinggi, dia hancur karena gaya hidup putrinya dan istri mudanya yang hedonis, setelah aku mengakuisisinya aku akan memberi jabatan manager operasional dan marketing pada Tuan Edelweis, kedepannya pencapaian prestasinya bagi perusahaan akan aku berikan penghargaan melalui saham"


"Tidak nyonya.. kau tak bisa mengakuisisinya.. " potong audrey . tata mengabaikannya


"Tidak Amour aku tak mau, kau tak bisa kembali bekerja , kalau aku membiarkanmu bekerja, papa akan membunuhku bila terjadi sesuatu dengan cucunya" Tolak braice , tata langsung murung


"Amour mengertilah, please" bujuk braice


"Aku akan meminta brenda memimpin, dan menjadikan edelweis anak perusahaan ICE Group .. Daddy" pinta tata memelas dengan menunjukkan puppy eyes. braice menghela nafas berat. percuma menolak kalau istrinya akan memikirkan cara lain merayunya


"Miel.. kalau kau mengabulkan permintaanmu, seminggu penuh aku akan memberikanmu jatah lebih tiap malam" bisik tata pelan ditelinga suaminya, braice berbinar


"Aku akan menagih ucapanmu mulai nanti malam amour" bisik braice semangat. tata merinding.


"Aku setuju" jawab braice tegas


"ICE Group.. perusahaan nomor satu di asia dan eropah?" tanya tom terkejut


"Kenapa? kau terkejut mendengar wanita yang dihina nona besarmu tadi adalah CEO ICE Group dan VL Group ? bukan hanya itu.. Dia putri bungsu VR Group dan menantu Rodz Group. Dia juga istri satu satunya CEO VLD GROUP dan BC Group.. karena aku tak pernah berniat mencari penambahan istri" sarkas braice pedas


Carl, Rahel, Rachel matanya nyaris keluar dari retina mereka mendengar siapa gadis cantik bertubuh mungil yang mempunyai nilai kesopanan tinggi dengan penampilan sederhana itu yang mereka sebut nyonya muda itu.


Audrey dan tom merasa ingin mati saja saat ini juga , mendengar informasi siapa gadis mungil yang dihina audrey beberapa saat lalu.


"Bila aku sudah mempunyai istri yang hampir sempurna ini, apakah aku masih membutuhkan wanita seperti anda untuk menjadi istri baruku? dengan kelakuan dan etikamu, untuk menjadi pembantu istriku pun kau belum pantas" hina braice kepada audrey . tiga anak buah disamping mereka berusaha keras menahan tawa . Audrey benar malu sekali


"Carl kau bereskan disini"


"Nyonya muda apakah senin anda ada waktu?" tanya carl sopan


"senin aku ada dua pertemuan di jam 9 dan jam 12, mungkin selesai jam 14 carl" jawabnya sopan tapi penuh wibawa seorang CEO


"Baiklah aku akan mengatur jam 15 untuk Edelweis Group dengan nyonya muda" jawab carl, tata mengangguk


"Nyonya anda tak bisa mengakuisisi perusahaan kami, ayahku akan kehilangan segalanya" Ucap Audrey


"Nona.. jangan gegabah.. kita kembali dan bicarakan dulu dengan tuan besar" bujuk tom


"Carl.. tambahkan poin, aku mau dia bekerja sebagai resepsionis dengan kontrak lima tahun, jika mereka tak bersedia, batalkan saja" tegas tata sadis


tawa rahel dan rachel meledak, mereka tak bisa lagi menahan diri. Audrey ingin sekali menjambak tata . tapi ia tak berani.


"Miel aku mau makan es krim" pinta tata kembali manja sambil memeluk suaminya . braice mengangguk


"Amour Mau kugendong?" tawar braice. tata memukul dadanya. dia terbahak bahak lalu mengecup kening istrinya, membawa istrinya keluar ruanhan diikuti dua pengawal wanita . dunia seolah hanya ada istrinya. ia menganggap semua orang kasat mata.


Carl kini paham. wanita yang menjadi nyonya mudanya ini sangat luar biasa. dihadapan rekan bisnisnya ia sangat berwibawa dan tegas, auranya tak kalah menyeramkan dari suaminya. didepan publik ia wanita yang sopan dan rendah hati, tapi di dalam keluarga ia tetaplah gadis manja sehingga semua orang sangat menyayanginya termasuk tuannya pun bertekuk lutut pada nyonya mudanya


braice mengemudikan mobil menuju tempat penjualan rujak dan es krim, setelah memuaskan perut istrinya. mereka segera kembali ke mansion. tata sudah tertidur pulas, maid membawakan belanjaan mereka kekamar


Braice menggendong istrinya memasuki pintu utama


"kenapa tata?" tanya carnell didampingi elda


"Tidur pah" jawab braice pelan takut membangunkan istrinya lalu melanjutkan membawa istrinya kekamar


Braice segera mandi setelah menyelimuti istrinya. setelah mandi ia meninggalkan memo di samping istrinya bahwa ia turun kebawah. ia takut istrinya bangun dan menangis lagi


Braice turun ke bawah, melihat ayah ibu dan kedua adiknya di ruang makan braice segera bergabung. mereka makan malam dengan tenang


Setelah makan maid mengangkat piring kotor dan menghidangkan makanan penutup. Carnell membuka pembicaraan


"Bagaimana keadaan tata braice?" tanya carnell


"Baik pah.. cuma mood nya sering berubah ubah" elda tertawa


"Dulu saat mama hamil kamu, papa yang dihukum terus sama kamu" kenang elda sampai tertawa


"Iya.. mama minta papa memanjat pohon mangga yang berada di halaman rumah nenekmu, terpaksa kami pulang kampung untuk memenuhi ngidam mama haha" tawa carnell


"pernah mama meminta menggendong harimau kecil, papa terpaksa membawa mama ke tamam safari lalu meminta pawang membiarkan mamamu menggendong harimau hahaha" kenang carnell


"pantas saja sudah lahir wajahnya koko segalak harimau" ledek brian sambil terbahak , yang lain ikut tertawa


"istrimu termasuk baik, hanya minta rujak saja braice. diluaran sana, ia pandai mengendalikan diri dan menjaga sikap demi kehormatanmu, seperti tadi siang meskipun ia dipermalukan, ia menyelesaikan masalah dengan mengagumkan" terang elda


"apa?? siapa mempermalukan sawsaw?" tanya brian


"sawsaw bukan orang yang suka mencari masalah, kenapa bisa dipermalukan?" sambung brenda


elda mulai menceritakan masalah tadi siang , carnell marah sekali pada edelweis dan kagum pada menantunya


"dan kau diam saja istrimu diperlakukan seperti itu braice?" tanya carnell kesal


"Tata sudah memberinya pelajaran pah, meeting jam 5 sore tadi ya dengan edelweis group mah" jawab braice , ia mulai menceritakan garis besar meeting mereka tadi


empat orang itu tercengang