Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 73 - bertengkar gara gara putri kesayangan



carnell dan elda luar biasa memanjakan cucu perempuan satu satunya itu, bahkan malam pun zelmira lebih banyak tidur bersama opa omanya , apapun yang di minta pasti dikabulkan karena permintaan anak anak sebatas makanan dan mainan.


"tadi zell memanjat televisi dan mau mengambil balon , untung tidak jatuh, sekarang dia menangis mencari opa untuk dibelikan balon" elda menjelaskan .. seluruh ruangan langsung pucat , khawatir keadaan zel


"Sayang mau balon?" tanya carnell, zel langsung mengangguk "kalau mau balon jangan menangis dan seka airmatanya dulu"


"ta cicu cus" pinta zell setelah suster memberikan tisue, ia segera menyeka air matanya dan menghadap layar


(minta tisue suster).


"sekarang mandi, makan, lalu tidur siang , nanti bangun tidur balonnya sudah di kamar zell ya sayangnya opa" carnell membujuk cucunya. zell langsung mengangguk dan tertawa . elda memutuskan sambungan ponsel


"Mari kita lanjutkan meeting kita" kata carnell tapi semua sibuk dengan ponsel mereka


"hentikan semua, jangan memesan balon, kalian mau memenuhi mansion dengan balon? zel masih kecil dia hanya butuh satu buah balon saja" protes tata , semua menatap tata. bisa gila tata meladeni keluarga suaminya itu. bisa bisa balon seluruh indonesia berpindah ke mansion mertuanya kalau dia tak mencegah


"ayolah jangan bercanda, aku akan membelikan balonnya sehabis meeting. tolong hentikan pesanan kalian" sambung tata, mereka menatap carnell


"biar tata yang beli saja , kita tidak membeli, ayo kita meeting" carnell memutuskan . semua kembali fokus pada meeting


tata menatap tajam pada suaminya yang masih membuka aplikasi online


"kalau miel masih memesan balon itu, malam ini aku akan membuang bantal dan selimutmu keluar kamar miel" ancam tata . brice langsung menyimpan ponselnya karena ciut pada ancaman istrinya


brice sangat menyayangi zevron, tapi dia lebih menyayangi zellmira. zell suka tertawa dan bermain saat bersama brice. beda dengan zevron yang selalu memasang wajah dingin sedari kecil.


brian memiliki lima putra, dia bersikap tegas pada putranya dan mendidik semua dengan baik. tapi dia bersikap sebaliknya pada zel. apapun yang dibelinya buat putranya selalu ada jatah double buat zelmira. brian sangat memanjakan zel.


jangan tanya zavier. dia memang menyayangi triplet, tapi dia mendidik putranya dengan disiplin. berbeda sikap pada zell. zav sangat menyayangi zell selayaknya putri sendiri. setiap tindakan random zav selalu membuat keluarga rodriquez waspada , kalau zell meminta mainan.. mungkin bila zav bisa memindahkan toko mainan, sudah dia pindahkan ke mansion carnell


Hidup carnell dan elda penuh warna dan penuh kebahagiaan dengan adanya cucu mereka, cuma mereka lebih memanjakan zell sehingga membuat zell agak nakal dibandingkan cucu yang lainnya


🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸


lima tahun kemudian


"Cukup Miel, kalau kamu masih begitu.. aku akan mengusirmu keluar kamar nanti malam" ancam tata pada suaminya


"Terserah padamu" ucap brice , ia mengambil kunci mobilnya sambil menggendong zelmira yang sedang menangis menuju ke Mall rodriquez.


disana brice membelikan banyak mainan kesukaan putrinya lalu meminta pengawal mengisi belanjaan mereka ke sebuah mobil pick up


"Dad.. mom marah tadi" ucap zell dengan sendu "Tidak apa apa sayang, ayo kita makan es krim yang zell minta" ajak brice sambil mengecup pipi putrinya


para maid sibuk menyusun belanjaan zelmira di bangunan samping mansion mereka yang dibangun oleh brice untuk mengisi barang putra putrinya. tepatnya untuk putrinya karena dia paling banjir hadiah.


brice segera kembali kekamar utama , dia tak menemukan pakaiannya di sofa. perasaannya mulai tak enak. barang barang istrinya tak ada di kamar mandi dan meja rias.


brice segera memanggil maid . "mana nyonya muda?" tanyanya "Nyonya muda sudah keluar dengan tuan kecil membawa beberapa koper" lapor maid itu. brice mengacak rambutnya dengan frustasi


istrinya memang sudah sering mengancamnya akan mengusirnya keluar kamar, selama ini tidak pernah berhasil dilakukan karena brice memiliki kunci cadangan. kali ini dia tidak diusir istrinya, tapi istrinya pergi.


dia memeriksa GPS ponsel putranya, berada di kantor pusat Ice group. brice segera mandi dan masuk ke walk in closet mengenakan pakaiannya. lalu berangkat ke kantor pusat ice group.


"Tuan.. Nyonya sedang tidak menerima tamu katanya" Dom mencoba menghalangi


"Kamu tau, kalian tak bisa menghalangiku untuk masuk, apa kamu bercita cita bertarung denganku disini?" tanya brice dingin penuh ancaman . akhirnya dom membawa brice masuk


Tata menatap tajam pada brice yang menerobos masuk, brice melihat Zevron sedang sibuk dengan laptop disebuah meja tak jauh dari meja tata. brice berjalan kearah putranya, dia melihat putranya sedang memeriksa sistem keamanan baby z group. brice mengecup puncak kepala putranya yang sangat genius itu. dia takjub dan bangga melihat pekerjaan putranya yang dididik langsung oleh tata dengan kegiatan bermanfaat


tata memilih kembali fokus pada pekerjaannya dan mengabaikan suaminya. brice menghampiri istrinya. "amour.." panggilnya


"Mulai saat ini dan kedepannya tolong jangan ganggu kami lagi, aku juga tak akan mengganggumu dan zell" ucap tata dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


"Amour.. aku minta maaf" bisik brice "apapun yang kau katakan tak akan mengubah keputusanku, kita tidak sepaham lagi, pergilah.." usir tata


"Amour apakah kamu berniat bertengkar dihadapan zevron dan menunjukkan orangtuanya tidak akur?" bisik brice


"Tak apa, sebentar lagi aku akan mencarikannya daddy baru. kami akan selalu akur didepan zevron" jawab tata pelan takut didengar putranya


"apa maksudmu?" tanya brice menatap tajam istrinya. ia menggemeretakkan rahangnya


"aku sudah memberitaumu, tak perlu mengulanginya lagi" jawab tata cuek


TOK TOK TOK


"masuklah" jawab tata sambil menekan tombol speaker dan menekan tombol open untuk pintu


"Boss ini tiket pesawat anda dan tuan muda kecil.. paspor dan visa sudah didalam" sekretaris menyerahkan amplop pada tata. tata menerimanya dan disambar brice . brice menyobek bagian samping amplop dan memeriksanya


"kamu mau pergi meninggalkan aku dan zell?" tanya brice dengan suara berat, ia mencoba mengendalikan emosinya. baginya istrinya sangat egois dan kekanakan. masalah rumah tangga berbuntut panjang.


"kau sudah tau jawabanya" jawab tata singkat