Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 18 - pulang ke mansion



Carnell kembali menunggui istrinya disisi istrinya


"Pah.. Pah.. " panggil elda pada suaminya dengan lirih


"Mah.. Tenanglah.. Kita di IGD sekarang, teruslah sakit, dan ajak tata pulang ke mansion untuk merawat mamah supaya dia tidak kabur dan minta cerai. Tata ada di brankar sebelah ujung" bisik carnell pelan di telinga istrinya takut didengar orang lain. elda mengangguk paham


"Panggilkan dokter istri saya sudah siuman" perintah carnell pada perawat


"Pah.. mana tata.. mama mau ketemu tata. bagaimana keadaan tata? pindahin mama kesamping tata pah" pinta elda


"Perawat bantu pindahkan istri saya kesebelah menantu saya" perintah carnell lagi , perawat segera mendorong brankar elda kearah sebelah tata


setelah melihat tata, elda menangis


"kenapa tata juga dirawat pah. kenapa tata pah, braice kau apakan anak mamah hah?? kenapa bisa dirawat juga" teriak elda


"mah tenanglah ini rumah sakit" carnell mengelus puncak kepala istrinya


"mah.. mama pingsan.. tata lari lari mengejar mama dan terkejut karena trauma pada serangan jantung. perut tata kontraksi dan kram. jadinya dirawat juga seperti mama, dia khawatir keadaan mama" ucap braice datar


"akhh nak kau jangan sakit, mama baik saja.. kau juga harus baik baik saja" ucap elda lemah, tata mengangguk


"kau telponlah jie irell atau ko vin. mereka spesialis jantung. biar mereka memeriksa mama. aku khawatir kalau mereka tak memeriksa mama" pinta tata. braice mengangguk . ia menghubungi irell memberitau keadaan elda


irell langsung menyambar tas dan menyediakan alat pemeriksaan. kemudian berlari kemobil menuju RS. ia mengemudi dengan kecepatan tinggi karena trauma akan serangan jantung.


tiba di RS Rodz dia melemparkan kunci pada security.


"Saya dokter Virellia, akan memeriksa nyonya besar Rodriquez. bantu parkirkan mobil saya pak" pinta irell buru buru


"Masuklah dokter, saya selesaikan disini" jawab security. virell langsung lari ke IGD


dia langsung mengeluarkan alat pemeriksaan dan memeriksa denyut nadi, denyut jantung dan prosedur kesehatan lain pada elda. ia tersenyum


"Sore onty.. apa kabar onty.. bagaimana perasaan onty sekarang?" tanya virell ramah dan memasang senyuman teduh


"panggil mama papa saja seperti tata ya" pinta elda , irell mengangguk dan menatap elda lembut


"mama baik saja. mama tak papa. tadi makan kambing lalu berlari lari, terus terasa sesak" ucap elda. "apa mama harus menginap?"


"ya mama harus menginap beberapa hari sampai keadaan stabil" senyum irell


"mama ga mau, mama mau dirawat di rumah saja. mama mau tata yang rawat mamah. tak mau dokter lain" ucap elda


"Baiklah.. mama istirahat sebentar ya. sebentar irell kembali menjenguk mama" ucap irell sambil memeriksa infus dan berkas laporan pasien


"papa dan braice bisa ikut irell keluar sebentar?" irell segera keluar ruangan


"mama ada riwayat jantung ringan, tolong jangan sering berikan tekanan pada mama, karena bisa membahayakan nyawanya"


"mama meminta dirawat di rumah, saya sarankan memasang infus sampai besok. mama ingin ditemani tata"


"boleh tau kenapa tata di rawat?" tanya irell menatap tajam pada braice


"tata trauma pada pasien serangan jantung, ia selalu ingat papi. jadi tadi mendengar mama kena serangan jantung ia berlari mengejar mama dari ruangannya ke IGD, setelah itu perutnya kontraksi dan kram karena terlalu khawatir"


virellia mengangguk dan tersenyum


mereka bertiga sepakat dan setuju lalu masuk ke dalam


"Ta bagaimana keadaanmu? mama baik saja. sekarang sudah siuman tapi kondisi masih lemah, belum bisa mendapat tekanan karena akan membahayakan nyawanya"


"kau sendiri juga sedang hamil bayi kembar, kau baru mengalami kontraksi. kurangi gerakan extreme dan tertekan karena bisa membahayakan bayimu, jadi jaga diri baik baik"


"setelah infus ini habis 15 menit lagi kalian bisa pulang , lalu melanjutkan perawatan di mansion, didampingi perawat senior"


tata mengangguk dan tersenyum


"carl siapkan kepulangan istriku dan mamaku"perintah braice pada asistennya yang baru saja masuk ke ruangan igd


carl langsung mengurus semuanya


dia kembali membawa 3 orang disisinya beserta dua kursi roda.


2 perawat wanita dan satu perawat pria yang membawa koper kecil berisi perlengkapan medis


perawat pria melepaskan selang infus dilengan elda lalu menahan kursi roda, perawat wanita membantu memapah elda dan mendudukkannya di kursi roda, lalu perawat pria melakukan hal sama pada tata


"Aku lapar jie" tata memeluk dan bersandar di perut irell.


"amour kau mau makan apa, minta makan ke suamimu, bukan ke irell" bisik braice. irell hanya tersenyum


"aku mau makan rujak di jalan a.yani" ucap tata


"aku menanyakan mu nasi, atau makanan pokok, kau belum makan nanti kau sakit kalau langsung makan rujak" tegas braice. tata langsung menangis. elda melempar putranya dengan bantal


"perusahaanmu sebesar itu tapi tak mampu membelikan istrimu yang sedang ngidam, sepiring rujak hah?" omel elda


" kita makan rujak sekarang" ajak carnell "braice kau tinggallah disini dan bekerja, papa akan mengurus istriku dan istrimu" ledek carnell. braice mendengus


"ayo kita makan rujak sekarang" ajak braice


mereka segera berangkat dengan alphard hitam milik carnell, irell duduk dikursi belakang bersama dua perawat, elda tata dikursi tengah, braice dikursi pengemudi dengan carnell disampingnya


setelah mengahabiskan rujaknya sebanyak 3 porsi tata meminta ke butik queen membeli baju karena bajunya tak muat lagi


braice keberatan karena arah butik queen berlawanan dengan mansion serta butuh waktu 1.5 jam menuju ke butik dari rumah makan rujak.


melewati berbagai drama mereka pun tiba di butik queen.


tata memilih 30 baju hamil dan berniat mencoba semua baju itu di fitting room


elda mencoba meminta ijin fitting dirumah kepada owner butik dan diijinkan , akhirnya braice membayar dengan black cardnya 30 baju pilihan tata dengan sangat lega karena istrinya bersedia fitting di rumah mereka


braice merasakan suka duka seorang calon ayah mulai hari ini hahahaha


sampai dirumah, carnell menggendong istrinya kekamar nya yang berhadapan dengan kamar braice


braice juga menggendong tata yang tertidur pulas di mobil lalu merebahkannya perlahan di ranjang. saat tiba diranjang tata malah terbangun dan minta ke kamar mandi membersihkan diri


braice membantunya membersihkan diri dengan susah payah menahan siksaan batin yaitu bisa melihat tak bisa diapa apakan , setelah istrinya selesai mandi, ia mengguyur kepalanya dengan air dingin selama satu jam


saat braice keluar dari bathroom, waktu sudah menunjukkan pukul 18:00 .istrinya sudah kembali tidur pulas dengan infus yang sudah terpasang , virell pun sudah kembali ke rumahnya sendiri.