
Malam itu, Brice mengundang Abraham, Maggie, Vincent, Irell, Brian makan malam di Geranium restaurant.
abraham melihat sepupu kecilnya merasa sangat menggemaskan, ia segera merangkul dan mengacak acak rambut sepupunya
"Kau jangan dekat denganku, nanti suamiku cemburu lagi padamu" Tata melepaskan diri dari abraham, karena melihat wajah brice sangat galak.
"Sorry bro, dia adik kecilku" Abraham tak enak hati melihat sepupu iparnya tampak marah . Brice hanya diam
Acara makan malam berakhir, mereka segera pulang ke rumah masing masing
"Hubby aku mau makan sate padang tapi bersama tata" pinta irell
"What?? aku sudah kenyang.. NO" tolak tata.
"Honey, kita temani sebentar ya, dari pada si baby ileran saat lahir" bujuk brice , akhirnya tata setuju
mereka pun ke kuliner tepi jalan mencari sate padang kemauan irell. sampai disana, suasana cukup ramai. Brice meminta brian menjaga irell dan tata. ia akan mencari sate padang buat irell.
Irell, brian, tata duduk disebuah meja menunggu brice membeli sate padang, Tiba tiba mereka disapa seseorang
"Hallo nona besar VR group ternyata disini.. kenapa bisa makan di pinggir jalan hum?" brian dan irell menatap datar wajah didepannya. tata membalikkan kepala melihay kebelakang. ternyata jason dengan elizabeth.
jason berusaha menarik elizabeth menjauh, tapi elizabeth menepisnya dan bersikeras bertahan disana.
"Kakakku sedang hamil, kalian pergilah, jangan ganggu kakakku, kalian sudah bahagia begitupula dengan kakakku" usir tata
"Wow nona muda kedua VR mengusir kami, memangnya tempat ini milikmu? seenaknya mengusir kami?"
"Oh ya kenapa nona muda kedua VR bisa duduk disini dan makan di pinggir jalan, apakah VR sudah bangkrut?"
"Jaga mulutmu" sentak irell
"Nona muda kedua VR sudah ditinggalkan Tuan Muda Rodriquez kah? kenapa sendirian disini.. Kakakmu dicampakkan jason, kau juga dicampakkan Tuan Brice?" sindir elizabeth lagi
"Ko Jason bawalah kekasihmu pergi dari sini, kita tak punya masalah selama ini" pinta tata sopan
"memangnya kau siapa berani memerintah jason hah" elizebeth mendorong cia sampai termundur mengenai meja tamu di belakangnya, irell segera berdiri
"Maafkan saya tuan, nona, saya tak sengaja" tata minta maaf , tamu lain itu mengangguk. irell menghampiri adiknya
"Sayang kau tak apa?" tanya irell "aku baik baik saja
"elizabeth jangan buat masalah ayo pergi" ucap jason
"Tampaknya kau mulai bosan hidup tenang ya?" tanya irell marah "jie kasihan keponakanku, jangan marah padanya" bisik tata , irell mengangguk
"Bro bawalah kekasihmu, istriku dan tata tak ada masalah denganmu" pinta brian pada jason. jason mengangguk lalu menggandeng elizabeth menjauh
"kenapa? kau takut pada mereka?" tepis elizabeth galak "mereka hanya dua wanita yang dicampakkan"
"Tuan kenapa kau menginginkan wanita yang sudah dicampakkan kekasihku?" tanya elizabeth pada brian.
"Nona anda cantik sekali tapi sikap anda tidak secantik wajah anda" sarkas brian
"Siapa yang dicampakkan siapa?" tanya brice dari arah lain. elizabeth langsung pucat
"Ko brice dia mendorong tata sampai terbentur meja dibelakang" lapor irell.
"Nona minta maaflah pada istriku, aku akan menganggap kejadian hari ini tak ada" Perintah brice dingin
"Tuan Brice, maafkan elizabeth, dia masih muda tak paham perbuatannya, aku mewakilinya minta maaf" ucap jason tak enak pada irell
"Untuk apa kau minta maaf pada dia hah?" tanya eliz pada jason sambil menunjuk pada irell
"Miel kita pulang, aku tak enak badan sekali" pinta tata.
"Sate padang irell segera tiba Amour" bisik brice sambil memeluk istri kecilnya
"Aku sudah kenyang ko, tak mau lagi nasi padangnya" jawab irell yang mengerti keraguan brice.
eliz melihat pelayan membawa semangkuk bakso panas. ia mengambil bakso dan menyiramkan ke arah irell, tata langsung menghalangi dengan tubuhnya agar tidak mengenai perut irell. tata mendesis kesakitan
"Amourr Amourr.. mana yang sakit" brice memeluk istrinya
"Punggung saw saw kena kuah panas, cepat gendong saw saw ke rumah sakit ko" teriak brian. Brice langsung menggendong istrinya . irell maju mau memukul elizabeth . elizabeth mendorongnya sampai irell hampir terhempas. brian menangkap tubuh irell, lalu menggendongnya
"Kau akan menderita besok berani mengganggu menantu rodriquez" ancam brian dengan marah kepada elizabeth lalu membawa irell menyusul tata
"kau bertahanlah amour, kita segera tiba" ucap brice panik. sampai rumah sakit brice segera menggendong tata ke IGD. brian dan irell menyusul.
brian mengabarkan pada orangtuanya kalau tata mengalami luka bakar . irell juga menghubungi ibunya mengenai kondisi tata
"Dokter brice, saya akan memberikan salep untuk luka bakar dokter violetta , untuk sementara hindarkan kena air dulu sampai lukanya mengering" dokter menjelaskan. brice mengangguk "saya akan memberi suntikan anti biotik dan anti sakit supaya tidak meradang"
carnell, elda, zavier, brenda tiba di IGD. dari belakang muncul abraham, maggie, vincent
"bagaimana tata?" tanya maggie "bukankah tadi kalian pulang? kenapa bisa kena luka bakar?" tanya maggie. irell menangis
"Maafkan irell mi, tadi irell ngidam sate padang jadi ko brice dan tata menemani irell makan sate padang" jawab irell sesengukan. brian memeluknya. ,maggie terkejut mendengar irell ngidam
"Jangan nangis sayang kasihan anak kita" bujuk brian
"baiklah kamu ngidam.. " maggie menghembuskan nafas kasar. "lalu apa hubungannya dengan luka bakar tata?" tanya maggie
"kami ketemu elizabeth mi.. dia menghina irell dan tata marah.. tata menegurnya.. dia mendorong tata sampai tersungkur meja dibelakangnya. brian tak sempat menolong karena takut dia menyerang perut irell. tak lama ko brice datang. tata tak mau ribut mengajak kami pulang. tiba tiba elizabeth mengambil sup panas mau menyiram irell, tata menghalangi karena takut mengenai perut irell" brian menjelaskan
"siapa elizabeth hah? beraninya seperti ini pada menantuku" teriak elda marah
"model papan atas mah" vincent yang menjawab
"siapa yang kalian bicarakan?? elizabeth taylor kah?" tanya abraham. vincent dan irell mengangguk abraham meraih ponselnya dan mencari sesuatu
"inikah orangnya?" tanya abraham menunjukkan poto elizabeth dari ponselnya. vincent dan irell mengangguk.
"ada apa dengannya?" abraham daritadi tak paham pembicaraan, vincent menggunakan bahasa inggris menjelaskan kejadian tadi pada abraham. abraham menyeringai
"Beraninya dia mengganggu adikku, lihat ini" abraham menunjukkan beberapa video scandal elizabeth dengan orang berbeda , elda dan maggie sampai membuang muka
carnell mengambil ponsel mau menghubungi seseorang. "Pah biar vier yang mengurusnya" zav yang sejak tadi diam. ikut bersuara
"serahkan manusia ini padaku" ucap abraham sambil menyeringai
"Abraham minta mengurus masalah ini pah" lapor vincent . carnell akhirnya mengangguk
"mama mau menyiram wajahnya dengan kuah panas pah" pinta elda.
"how onty?" tanya abraham , elda menggunakan bahasa inggris pada abraham
"kamu dapat melakukannya besok onty" jawab abraham. dia mengeluarkan laptop dan bergerak cepat.
15 menit kemudian seluruh dunia sedang heboh video elizabeth taylor . karir dan namanya hancur dalam sekejab ,satu jam kemudian televisi menayangkan elizabeth ditahan polisi
tata keluar dari IGD di papah brice
"Sayang bagaimana keadaanmu" tanya elda dan maggie bersamaan "tata gapapa mi ma.. bagaimana jie irell?"
"aku tak papa, sakit sekali ya ta?" irell menangis "sudah ga sakit, ayo pulang" ajak tata.
"mami mama jangan sedih, tata gapapa" ucap tata menghibur ibunya
"besok mama akan menghancurkan mukanya" ucap elda marah dalam bahasa inggris "aku dampingi onty" jawab abraham santai "mami ikut" timpal maggie marah "dia kira dia siapa hah"
"besok kita pergi bersama" ajak abraham. mereka mengangguk lalu pulang
"besok pagi papa akan masuk laporan polisi terkait penyerangan tata, setelah itu kalian bebas mau melakukan apapun" potong carnell. mereka mengangguk
semua segera bubar dari IGD dan pulang ke rumah masing masing