
besok pagi
Carnell meminta kuasa hukumnya memasukkan laporan terkait kasus penyerangan pada menantunya. elizabeth benar benar tamat kali ini.
Elda dan Maggie menjenguknya di kantor polisi. elda mengeluarkan wadah air panas dari tasmya dan menyiramkan kewajah elizabeth. Maggie melakukan hal yang sama. elizabeth berteriak kesakitan. Abraham segera menyiram air dingin untuk membantunya. padahal jelas jelas membuat wajah elizabeth melepuh
elizabeth mendapat balasannya karena mengganggu keluarga rodriquez dan dawson.
brian yang tak tenang, mengajak elda menemani irell ke dokter obgyn, brenda ikut serta menemani sekalian mengecek rahimnya
sampai di ruangan dokter, dokter melontarkan beberapa tanya jawab pada irell dan brenda lalu suster melakukan beberapa prosedur pemeriksaan kesehatan pada keduanya
suster membaringkan irell di brankar lalu mengoleskan gell. dokter pun meletakkan alat USG pada perut irell.
"bayi kalian sehat dan kuat, awesome, lihatlah keempat bayi kalian.. cuma ini masih trimester pertama, waspadalah, kandungan masih rentan kalau tidak dijaga dengan baik. hindari stress dan gerakan extreme" nasehat dokter
elda meneteskan airmata terharu melihat layar monitor. brenda malah bersemangat. brian memegang tangan irell dengan bahagia.
suster membersihkan gel diperut irell dan merapikan pakaian irell. brian memapahnya turun dengan hati hati
sekarang gantian brenda yang naik ke brankar, suster mengoleskan gell diperut brenda. tujuan mereka hanya memeriksa kesehatan kandungan brenda
dokter meletakkan Alat USG diperut brenda, dokter mengernyit. brenda heran dan bertanya "ada apa dokter? kenapa perut saya? ada yang salah?" tanyanya
mendengar ucapan brenda, elda dan brian langsung bangkit dari duduknya dan bergerak cepat kearah brenda dan dokter
"mau tau saja atau mau tau banget?" tanya dokternya tanpa senyum sama sekali
"banget dokt" elda dan brian yang menjawab. mereka sangat khawatir.
"ada tiga janin didalam usianya tiga minggu lebih" jawab dokter itu. brenda melotot. elda sampai terhuyung saking kagetnya. beruntung brian menangkapnya
"Puji Tuhan, kembar lagi" Ucap elda . brenda mau mengambil ponselnya. brian mencegah
"mau ngapain? jangan beritau suami tengilmu dulu, kita kerjain saat tiba dirumah nanti"
"aku hanya mau poto dengan ponselku, aku memang mau menggodanya nanti" jawab brenda tengil. mereka tertawa
setelah memberi tips untuk brenda dan memberi resep. mereka segera keluar ruangan untuk menyelesaikan administrasi dan menunggu obat
"loh disini kalian bayar?" tanya dokter pada mereka
"kalau aku tak bayar, rumah mertuaku akan meledak dibuat adikku" canda irell .
"benar nanti rumah orangtuaku bisa meledak" sambung brenda, elda dan brian terbahak bahak. mereka semua sangat bahagia
mereka segera pulang ke mansion
***
Drrrttt Drrrttt
"Halo mah"
"Vier mamah mau ketemu kamu sekarang juga datang ke mansion mamah" suara elda terdengar sangat marah sekali
"baik vier pulang sekarang mah"
"mama tunggu sekarang" tegas elda
"ok mah, vier tutup teleponnya"
Zavier masuk ke rumah dan langsung menuju ruang makan. carnell, elda, brian, irell, brice, tata, brenda sudah menunggunya dengan wajah datar .
"Ada apa mah?" tanyanya was was
"Vier.." panggil carnell dengan wajah dingin dan suara berat "Ya pah"
"Apakah kamu mencintai brenda?" tanya carnell "sangat pah... brenda satu satunya yang vier cintai"
"kalau benar kamu mencintainya, kamu memberikan, apapun yang dia minta, benar kan?"
"benar pah, apa yang harus vier lakukan pah? papa katakan saja, vier akan berusaha melakukannya sekarang juga"
"Baik sekarang istrimu dan tiga calon bayimu minta dibelikan rujak , kau pergilah membelinya" perintah carnell
brice dan tata langsung terpelongo kaget, beda lagi dengan zav yang belum connect
"Baiklah vier akan beli rujaknya sekarang" zav segera beranjak menuju pintu keluar. semua orang menatapnya . tapi dia tiba tiba berhenti memikirkan kalimat mertuanya.lima menit dia berhenti membeku. sepuluh menit akhirnya dia berbalik.
"Tadi papa bilang apa pah?" tanyanya
"sekarang istrimu dan tiga calon bayimu minta dibelikan rujak , kau pergilah membelinya" ulang carnell , zav diam selama tiga menit membeku. lalu menatap brenda.
"Honey.. kau" brenda tertawa dan mengangguk
"Ya Tuhan.. Terima kasih Tuhan.. Puji Tuhan.." Zavier berteriak dan memeluk brenda. semua terbahak bahak. zav menciumi seluruh wajah istrinya
"sayang, aku senang sekali, terima kasih sayang, aku tak tau harus apa. aku senang sekali" dia terus menciumi istrinya.
"selamat ya, sudah mau menjadi daddynya triplet" semua orang menyalaminya. zav benar senang sekali.
brenda berdiri "Honey tunggu, pelan pelan, awas hati hati anakku" tegurnya tegas, sekeluarga diam menatapnya datar
"aku hamil bukan sakit" ucap brenda datar. "aku tak mau tau. pokoknya kau hati hatilah, ada anakku didalam" ucap zav.
"beritaulah pada orangtuamu" pesan carnell
"nah iya.. saking senang.. aku lupa harus apa.. padahal biasa aku paling smart dalam semua masalah iparku" zav mengambil ponsel dan menghubungi ayah ibunya via video call
"Hei mom, miss you.. ini menantu mom sedang hamil tiga bayi dalam perutnya" zav mengarahkan ponselnya di perut brenda sampai layar tak keliatan apapun
"anak bodoh mundurkan ponselmu, mom tak bisa melihat apapun. mana mantu mom?" omel ibunya , semua orang tertawa
"sayang selamat ya, sudah mau jadi mama, sehat selalu jangan kelelahan jaga cucu mom baik baik nak"
"besok kami ke indonesia" potong jericho yang sejak tadi membeku, lalu memutuskan sambungan ponselnya sendiri
"mom bereskan barang kita, dad mau melihat calon cucu dad besok" teriak jericho yang masih bs terdengar dari ponsel hanna. semua orang tertawa
"dad gayanya tak peduli, tapi suaranya terdengar sampai seisi rumah" ledek zav pada ibunya
akhirnya hana memutuskan sambungan ponselnya
"honey ayo kita pulang, kau hamil harus istirahat" ajak zav . brenda melirik carnell
"mana rujaknya?" tanya carnell.
"vier akan minta seseorang membelinya pah, sekarang vier bawa pulang istri vier dulu"
"Ayo aku gendong saja, nanti kau kelelahan berjalan" ajak zav
"zavier bernard owen, aku hamil, bukan sakit, aku bisa jalan sendiri ke rumah kita" kata brenda jengah. semua terbahak bahak melihat calon ayah posesive itu , tapi zav tak peduli. dia tetap mengangkat istrinya pulang ke rumah