Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 40 - Jebakan untuk Tuan Edelweis



"Kami pulang dulu ya semua .." pamit irell dan vin. semua mengangguk "terima kasih sudah datang.. hati hati dijalan" ucap carnell


Brice memegang pelipisnya mendengar ucapan zavier


"malam ini aku akan mengerahkan 4 pengawal di masing masing ruangan bayi anda, dan 8 pengawal di pintu ini, semua berseragam perawat tuan" zav menjelaskan "saya sudah meletakkan 2 maid di kediaman tuan edelweis juga 8 pengawal yang menjaganya dengan baik"


"manusia ini sungguh cepat gerakannya, memang bener bener pewaris owen" batin brice


"Baiklah.. Terima kasih bantuan anda" ucap carnell malas memperpanjang pembicaraan


"carl kau perintahkan zeraa untuk menemani rahel" perintah brice "rahel kau istirahatlah, besok siang jam 12 mau kesini bersama zeraa"


"sekarang kalian bisa kembali carl rahel" mereka segera berpamitan


20 org pengawal keluarga rodriquez menghadap brice dan carnell . brice memberikan susunan formasi mereka berjaga di ruang bayi dan ruang perawatan istrinya. mereka membubarkan diri kembali ke posisi masing masing


"Papa, brian, brenda pulanglah.. aku akan berjaga disini malam ini bersama anak buah mantan calon adik iparku ini" ucap brice dingin


"Tuan Brice kenapa jadi mantan calon adik ipar?" tanya zav bingung , brice segera kembali ke dalam ruangan istrinya


"Terima kasih atas bantuannya malam ini tuan owen tapi kami belum berniat mencari menantu laki laki karena putri kami masih muda" jawab carnell datar "saya permisi"


"Brenda brian ayo pulang" perintah carnell lalu berlalu


"semangat calon adik iparku" ucap brian sambil menepuk bahu zav


"tenanglah .. hal seperti ini tak membuatku mengurungkan niatku melamar brenda dua minggu lagi" jawab zav .


brian mengacungkan jempol dan menyusul ayahnya sambil tergelak


"letakkan dua pengawal wanita profesional disamping gadisku dan dampingi kemanapun dia pergi" perintah zav kepada kepala pengawalnya dengan tatapan dingin


"Baik tuan"


Zavier segera meninggalkan RS di ikuti beberapa pengawalnya , lalu kembali ke apartemen mewahnya


***


Diperjalanan pulang dalam sebuah mobil


"Apa hubunganmu dengan anak tengil itu?" tanya carnell dingin menatap putri kesayangannya


Dilihat dari cara zavier menatap brenda dan brenda menatap zavier, ia tau dua insan itu saling mencintai.


"ehmm.. ka-kami tak ada hubungan apa apa pah" jawab brenda


"Bohong" seru carnell


"Anak itu lumayan pah, latar belakangnya bersih dan tidak ada skandal, cara kerjanya juga selama ini sangat bertanggung jawab, dia pengusaha terkaya nomor 1 di kanada dan sedang perluasan ke negara lain" brian yang menyetir ikut bicara


"Tapi dia bule, dia akan membawa brenda kenegaranya" jawab carnell ketus, ia kelihatan seperti ayah yang cemburu harta berharganya segera di rebut pria lain


"Papa cemburu gadis kesayangan kita akan dimilili orang lain? hahahaha" brian terbahak bahak


"kau tak bisa menikah dengannya, papa tak setuju" putus carnell sepihak. brenda hanya diam. matanya berkaca kaca. dia tampak sedih. hati carnell seperti tertusuk duri melihat mata putri kesayangannya terluka karena dirinya


mereka diam sepanjang perjalanan pulang


***


Dini hari RS Rodz


jam 02:00


4 pengawal keluarga rodz di depan ruangan bayi tampak tertidur pulas


4 wanita segera mengelilinginya


"ini ruangan bayi, keluarlah sebelum aku meledakkan ginjalmu" ucap salah seorang wanita yang menodongkan pistol di belakang pinggang pria itu. pria berpakaian dokter segera keluar dan di giring ke tangga emergency.


pria itu dibungkam dengan sebuah sapu tangan berisi obat bius. ia pun segera pingsan, 4 pengawal lain segera mengangkutnya kesebuah mobil. dan 4 pengawal wanita berpakaian perawat segera kembali ke ruangan bayi


di ruangan lain


seorang wanita berpakaian dokter dan dua wanita berpakaian perawat, memasuki ruang rawat tata. 4 pengawal keluarga rodriquez yang berjaga di antara pintu pertama dengan pintu masuk ke ruangan tata tampak tidur pulas sekali


tiga wanita itu segera mengambil posisi disamping brankar, tiba di samping ketiga brankar, mereka mengeluarkan pisau dan langsung menusuk secara bertubi tubi ke arah selimut yang menutupi tata , elda, maggie.


saat membuka selimut alangkah terkejutnya mereka tak ada siapapun di dalam selimut


"TERJEBAK, AYO KELUAR" perintah yang berpakaian dokter pada dua wanita berpakaian perawat


lampu kamar segera di hidupkan. belasan orang bersenjata api dengan baju anti peluru tampak mengelilingi mereka. mereka sudah dikepung


"Menyerahlah, supaya kalian tetap bisa hidup daripada kalian kuledakkan disini" perintah kepala pengawal keluarga rodriquez


"Hahahaha baik kami akan menyerah" mereka bertiga terbahak bahak dan segera melepaskan senjata mereka lalu mengangkat kedua tangan diatas kepala, pengawal segera memborgol mereka


"Gawat.. kita terjebak" sentak brice.. ia segera berlari ke ruangan tata yang sesungguhnya "kalian bawa mereka" teriak brice


3 pengawal membekap 3 orang itu dengan obat bius lalu memborgol dan mendudukkan mereka ke kursi roda lalu mendorong ke sebuah mobil yang didalamnya sudah ada seorang pria kondisi pingsan


***


3 wanita tampak tertidur pulas di brankar , 2 pengawal wanita berpakaian perawat berdiri di balik pintu.


masuk wanita berpakaian dokter dan dua orang perawat kedalam ruangan. segera dihadang dua perawat wanita keluarga rodriquez


"Keluarkan kartu pengenal kalian" perintah pengawal, keduanya segera mengeluarkan kartu pengenal dengan senyuman ramah , setelah memeriksa kartu pengenal


"Apa kata sandinya?" tanya salah satu pengawal wanita


"Ah s**l mereka sudah siaga, ayo lawan mereka" perintah dokter wanita itu. terjadilah pertarungan sengit dua pengawal dengan tiga penyusup itu.


saat mereka bertarung, salah satu dari 3 penyusup segera masuk ke sekat brankar.. tapi ia segera mundur kembali keluar sekat lalu lari keluar ruangan


"ayo keluar kita terkepung" teriak penyusup itu pada dua temannya yang sedang bertarung , mereka segera berlari menuju pintu keluar. tapi mereka mundur kembali


5 pengawal wanita keluar dari sekat brankar membawa senjata api, dari pintu keluar masuk 10 pengawal laki laki bertubuh kekar membawa senjata api. mereka sudah terkepung


tiga pengawal pria berdiri di belakang ketiga penyusup itu dan membekap mereka dengan obat bius , mereka segera tak sadarkan diri. pengawal memborgol mereka dan mendorong mereka keluar ruangan menggunakan kursi roda untuk disatukan dengan teman mereka yang sudah berhasil di lumpuhkan


brice segera menerobos masuk ke ruangan istrinya, ia bernafas lega melihat keadaan disana.


***


"Orangtuamu menghancurkan hidupku, sekarang mereka menculik putriku, maafkan aku terpaksa membunuhmu nak" pria yang berdiri di samping inkubator bersiap membuka penutup inkubator


dor dor


timah panas bersarang di kedua lutut pria itu. untung saja senjata api yang dipergunakan sudah dilengkapi peredam, sehingga tak ada yang mendengar suara tembakan . dua pria berpakaian perawat segera membekam pria itu dengan lakban lalu memborgolnya dan mendudukkannya di kursi roda.


ya pria itu adalah tuan edelweis. dia di dorong ke mobil berisikan anak buahnya yang sudah berhasil di lumpuhkan. mobil segera berjalan kesebuah lokasi. tak lama terasa mobil berhenti. mata tuan edelweis di tutup kain hitam. ia merasa dirinya di dorong ke sebuah tempat.


saat penutup matanya terbuka, ia sangat terkejut melihat brice dan zavier berdiri didepannya


"selamat bergabung dengan putrimu tuan edleweis" brice memberikan salam