
diluar halaman, anak laki laki tadi kembali bersama ayahnya yang bertubuh sangat kekar
"ayah anak ini yang melukaiku tadi" lapor anak itu pada ayahnya
"beraninya kau melukai anakku hah" bentak ayah anak itu sambil mendorong carter dengan kasar. untuk saja carter memiliki dasar bela diri yang baik. sehingga ia hanya mundur dan tidak terhempas
nathalie ketakutan, ia menghampiri carter
"Koko kau tak apa apa?" nathalie mulai menangis
"Koko tak apa apa, kau pegang ipad dan ponsel koko, jangan menangis ya sayang" pinta carter , nathan juga menyerahkan ipad dan ponselnya pada adiknya
"Uncle kenapa kau kasar kepada saudaraku, tadi saudaraku sudah minta maaf karena tak sengaja menendang bola pada anak uncle" tanya nathan dingin.
nathalie menangis ketakutan, ia masuk mencari brian, setelah menemukan brian, ia menangis semakin kencang , brian segera menggendongnya
"sayang kenapa kau menangis, ssttt tenanglah, katakan ada apa, kalau kau seperti ini, uncle tak dapat membantumu" bujuk brian sambil mengecup pipi nathalie
"koko menendang bola, kena orang, koko sudah minta maaf, tapi orangnya bawa uncle uncle mau memukul koko carter, unclemya besar sekali badannya" ucap nathalie sambil terisak
"hah, dimana mereka sekarang?" tanya brian. diluar depan pagar
"pantas saja kucari tak ketemu, ternyata mereka di luar" batin brian , dia berlari keluar sambil menggendong nathalie
"uncle aku sudah minta maaf, aku tak sengaja, maafkan aku" ucap carter dingin
"maaf kau bilang setelah anakku terluka seperti ini" pria itu melayangkan tangannya kepada carter, nathan menendang lutut pria sebelum mengenai carter
"kalian menantangku hah? rasakan ini" pria itu melayangkan pukulan kewajah nathan , tapi carter kembali menendang lutut pria itu. nathan langsung menendang wajah pria itu
"uncle kami masih anak anak anda jangan kasar, kami sudah minta maaf" ucap carter dingin. ia dan nathan memasang sikap siaga
"jangan banyak bicara, kemarilah kalian bersama sama" pria itu mulai menyerang nathan dan carter, mereka mulai bertarung
"hentikan" bentak brian yang datang menggendong nathalie. ia menurunkan nathalie agak jauh dari mereka
"sayang masuk kedalam panggil petugas keamanan, katakan uncle disini" ucap brian, nathalie mengangguk
"ada apa ini? carter kau jelaskan pada uncle" pinta brian sambil menatap pria kekar didepannya
"anak itu menendang bola masuk halaman lalu meminta bolanya, aku tak sengaja menendang terlalu keras, mengenai mata anak itu" carter menunjuk anak orang tersebut
"carter sudah minta maaf padanya dan pada uncle itu juga, tapi dia tak terima dan bermain kasar memukuli kami" ucap nathan dingin
"apakah uncle itu melukaimu?" tanya brian sambil mengelus pipi halus carter yang lebam
"aku tak apa uncle, uncle masuklah, biar kami mengurusnya, aku tak mau uncle terluka" jawab carter mencoba melindungi brian
brian terkekeh "dia kenzo delavega juara nasional karate nak" kalian pinggirlah, uncle akan minta maaf padanya
"Tuan, anak anakku semua bersalah sudah melukai putramu, ku mohon maafkanlah mereka" pinta brian sopan
"Minta maaf katamu hah? anakku sudah terluka seperti ini, kau lihatlah" pria itu menunjukkan wajah anaknya yang lebam dipipi dibawah area mata bekas hempasan bola
"Tuan, anda tadi juga sudah memukul anak anakku disini, mereka juga lebam, kumohon kau bersedia menyudahi masalah ini, mereka masih anak anak" ucap brian sopan.
"minta maaf ? enak saja kau, sekarang kau mau apa" pria itu mendorong brian, sampai brian mundur beberapa langkah.
carter dan nathan mulai panas melihat brian memohon pada pria kasar itu tapi tak ditanggapi , mereka mulai mengambil ancang ancang .
"carter dan nathan menjauhlah, uncle janji akan menyelesaikan masalah disini, jaga jarak kalian" tegas brian, carter dan nathan ciut lalu mundur ke belakang brian
"tuan kau benar tak bersedia menyudahi masalah ini?" tanya brian
"ayolah aku sedang tak ingin ribut" brian mulai mengambil sikap siaga
"jangan banyak bicara" pria itu mulai menyerang brian, brian hanya menghindarinya
"carter nathan menjauhlah sekarang" tegas brian dengan penekanan, carter dan nathan langsung menjauh karena terkejut mendengar nada bicara brian
pria itu terus menyerang brian, brian terus menghindar.. dan mundur bertahap. 15 detik kemudian, pria itu sudah berada dilantai, gerakan brian sangat cepat sekali, brian menendang dadanya lalu memberi bogem mentah di rahangnya dan memberi tendangan terakhir diperutnya. pria itu sekarang terkunci dengan tangan dibelakang dan satu lutut brian hinggap dipipinya kondisi telungkup diaspal
"bila orang memukulmu, minta maaflah, bila masih dipukul, tetaplah minta maaf, jika maafmu tak diterima, hempaskan lawanmu dilantai dan patahkan tulangnya" dengan lantang brian berucap
"anda ingat itu pepatah siapa?"
"Brian Reinaldo Rodriquez... kau kau kau" pria itu langsung pucat
krekkkk krekkkk
carter dan nathan meringis mendengar suara tulang dipatahkan ..
arrghhhh
terdengar teriakan memilukan hati
"Brian Reinaldo Rodriquez" ulang nathan dan carter
"Tuan Tuan.. maafkan aku tuan.." pinta pria itu
"Tadi anak anak itu dan aku sudah minta maaf pada kami, kau menolaknya dan memukuli kami, sekarang bagaimana aku memaafkanmu?" tanya brian dingin
kreeekkkk kreeeekkk
terdengar suara tulang lagi
arrrghhhhh
suara teriakan memilukan hati terdengar dari mulut pria itu
carnell, brice, zavier, jericho, vin yang menggendong nathalie, maggie, elda, virellia, tata, brenda, maggie, audi, hanah dan beberapa tamu sudah diberada disana
"brian.. sudah nak.. dia bisa mati.. sudah nak lepaskan dia" carnell muncul dan bicara hati hati pada brian , brian enggan melepas lawannya
"kenapa ini?" tanya brice
carter menceritakan masalahnya , semua mata melotot mendengar cerita carter
vin yang mendengar cerita carter dan nathan, menyerahkan nathalie pada istrinya audi
"dia sudah gila melawan koko brian" ucap brenda memijat pelipisnya.
"kalian tak apa apa nak?" maggie, irell, audi , vin menyusul dua anak kecil itu , memeriksa luka mereka , ada beberapa luka lebam di wajah dan lengan dua anak kecil itu
"kami tak apa apa mi, hanya luka kecil cuma orang itu bisa mati" ucap carter menunjuk kearah kenzo delavega
"brian lepaskan dia, kau menakuti anak anak kita" ucap irell sambil mengusap bahu brian supaya berhenti. brian segera sadar dan melepaskan lawannya
"kalian tak apa apa nak?" tanya brian sambil memeriksa nathan dan carter
"kami baik baik saja" jawab nathan dingin
"dia lebih parah" jawab carter dingin, brian menatap lawannya dingin
petugas keamanan membantu kenzo delavega berdiri. sebenarnya mereka sudah daritadi berada disana karena dipanggil nathalie, tapi mereka takut pada brian. jadi memutuskan menonton saja sambil menjaga dua anak kecil itu
BRAKKKK
BUGHHHH
Vin mendaratkan sebuah tendangan telak didada kenzo delavega dan sebuah bogem mentah di rahangnya. ia langsung memuntahkan cairan merah dan tersungkur dilantai kembali. petugas keamanan kembali memapahnya
maggie langsung menarik vin untuk berhenti tapi vin maju terus, tata segera memeluk kakaknya yang sedang marah itu. akhirnya vin berhenti
"itu buat dua putraku" ucap vin "kau petarung nasional tapi anak anak pun tak kau lepaskan"
"lain kali sebelum kau hajar anak kecil, lihat dulu anak siapa yang kau sentuh" dengus vin
"antar dia pulang" perintah carnell pada petugas keamanan
"Ayo kita masuk didalam masih banyak tamu" ajak carnell sambil memeluk istrinya