Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 36 - Berduka



Brankar didorong menuju ruang operasi, Brice memegang tangan istrinya yang sangat lemah, ia berlari mengikuti brankar istrinya


keluarga lain ikut menyusul brankar tata sampai batas pintu ruang operasi


"Masuklah" ajak frederick sambil menepuk bahu brice , brice melangkah menuju ruangan lain memakai busana sesuai prosedur memasuki OK.


Dia berdiri disamping istrinya dan mengecup kening istrinya.


"Sayang.. 20 tahun perjuangan kita untuk bersama, kau pasti kuat.. aku tau kau ibu yang hebat.. kita akan melewatinya bersama sama.. aku mencintaimu" brice menciumi istrinya dengan airmata berlinang. ia memegangi tangan istrinya dengan erat . seolah memberi kekuatan pada istrinya


"mee too" tata mengecup pipi suaminya


dokter anastesi melakukan tugasnya kepada tata.. tak lama fredrick mulai bekerja..


"Oekkk... Oekkkk..."


"Selamat Tuan.. Putra pertama anda sudah lahir dengan lengkap dan sehat, ia tampat seperti ayahnya" Fredrick menyerahkan bayinya pada dokter anak


"Terima Kasih Tuhan.. Kau dengar sayang.. Putra kita lahir.. kita sudah menjadi orangtua.. Terima kasih istriku.. memberiku putra yang hebat" Brice menciumi tata, tata mengangguk sambil menangis


suara bayi itu tak terdengar, bayi itu membiru


"Tuan.. Putra Kedua anda sudah lahir" Fredrick menyerahkan bayi kedua pada dokter anak..


"Terima kasih Tuhan.. sayang... Anak kita sudah lahir.. kau luar biasa.. terima kasih amour.. aku mencintaimu"


"Oekkk... Oeekkkk..." suara tangisan bayi yang hampir tak terdengar


"Selamat Tuan.. Putri Bungsu anda lahir .. dia cantik seperti ibunya" Fredrick memyerahkan bayi ketiga pada dokter anak


"Amour.. Amour.. Putri kita lahir.. kau mendengarnya?.. Terima Kasih Tuhan.. Terima kasih amour.. Aku mencintaimu"


"aku ingin tidur miel" tata memejamkan matanya. "tidurlah sayang" brice mengecup keningnya


"Biarkan ana istirahat, ia akab bangun nanti saat biusnya habis" ucap fredrick. Brice mengangguk


"Dokter Dokter.. ada masalah dokter..." Perawat dan dokter mulai berlarian kearah bayi


"Ada apa Dokter.. kenapa anak saya?" Brice mulai kalap..


"Dokter keluarlah dulu.. Putra kedua anda tak bernafas.. dia mengalami luka lebam di bagian dada dari benturan ibunya, kami akan berusaha menolongnya" Fredrick mengusirnya .. perawat segera mendorong brice keluar ruangan


"Katakan kenapa anakku" teriak brice .. tapi beberapa perawat mendorongnya keluar dengan paksa


"Tuan mohon kerjasamanya biarkan kami bekerja"


Brice tiba diluar ruangan... dia jongkok dilantai meremas rambutnya dan menangis


"Keluarga mengelilinginya" Carnell dan Vin meminta semua diam ...


"Nak.. Apakah istrimu baik baik saja didalam?" tanya carnell hati hati sambil mengusap bahu anaknya . Brice mengangguk sambil menangis


"Bagaimana anakmu brice?" Vin jongkok didepan brice dan bertanya hati hati


"Putraku yang kedua tak bernafas pah" brice memeluk ayahnya ... elda dan maggie langsung pingsan pingsan bersamaan.


Untunglah brian berhasil menangkap ibunya.. ia langsung mengangkat ibunya ke IGD.


sementara virell berhasil memeluk ibunya sehingga tak terpelanting ke lantai tapi ia sempoyongan karena tak siap. rahel dengan sigap menopang tubuh maggie dan virell bersamaan. brenda segera membantu mereka


Vin berdiri , mengangkat tubuh ibunya ke IGD. virellia mengikuti abangnya


"Rahel kau jaga kedua nyonya besar di IGD. lihatlah apa yang mereka butuhkan nanti" perintah carl .. rahel segera menurut dengan patuh


Prosedur pemeriksaan kesehatan dilakukan pada magie dan elda , Vin meminta stetoskop dan memeriksa kedua nyonya itu.


"Oksigen" perintah vin pada perawat .. perawat segera memasang oksigen pada maggie dan elda


"irell bantu aku memasang infus untuk mama aku memasang pada mami" perintah vin, setelah selesai vin menyuntikkan obat melalui infus


memang bisa saja mereka meminta perawat melakukannya. tapi mereka lebih yakin kalau dikerjakan sendiri


"pindahkan pasien ke ruang rawat inap yang tak jauh dari dokter violetta" perintah vin pada perawat


"Satu ruangan saja ko vin.. kalau tidak nanti mami dan mama siuman, malah ribut mencari kakak iparku.. biar aku mengurusnya" brian menawarkan diri. vin mengangguk


"Irell aku akan kembali melihat tata, kau pandu mama mami sampai ke ruangan rawat inap kita bertemu disana nanti " perintah vin , irell memeluk abangnya.


"Keponakan kita akan baik baik saja kan?" tanya irell . vin memeluk adiknya.."tangani mama dan mami.. aku pergi dulu" tanpa menjawab dia segera keluar dari IGD.


Vin adalah dokter, dia terdidik tidak boleh memberi harapan pada siapapun mengenai kondisi pasien di RS. jadi dia memilih tak menjawab. Irell juga dokter. dia tau kenapa abangnya begitu.


"Ko keluarga kita akan baik baik kan semua??" tanya brenda yang dari awal ke RS diam sampai sekarang, dia menangis dipelukan abangnya


"Berdoalah.. Tuhan akan menjaga keponakan kita" Brian memeluk adiknya erat


****


Rahel bertemu rachel di IGD


"Bagaimana keadaanmu? tanya rahel sendu .. ia tak bisa apa apa.. saudarinya terluka dalam bertugas.. ia tak bisa menjaga saudarinya.. karena ia juga sedang bertugas


"Pinggangku hanya terkilir. luka dikepala hanya luka luar, cuma karena terkena urat.. darahnya buat takut anak kecil" jawab rachel bercanda


rahel segera memeluknya sambil menangis.


"Adikku yang bodoh jangan menangis, aku tak apa. sebentar lagi infusnya habis. aku sudah bisa pulang. tenanglah" rahel mengangguk


"Nona Rahel anda bisa melanjutkan tugas anda.. Nona Rachel mendapat cuti 1 minggu.. setelah infusnya habis saya akan mengantar nona rachel pulang ke apartemen" Kepala pengawal memberi tau kepada rahel, rahel memeluk kakaknya lalu segera mengurus dua nyonya besar mereka


***


Depan ruang OK.


Fredrick keluar ruangan dengan lesu


seorang perawat menggendong seorang bayi disampingnya


Brice, Carnell, Carl, Vin langsung menyongsong Fredrick.


"Bagaimana bayi saya dokter?" tanya brice


"Putra Pertama anda sehat" suster membawa dan menyerahkan bayi mereka, carnell segera menerimanya


"Putri anda mengalami low weight jadi harus dirawat beberapa hari di NICU sampai berat badannya mencukupi" Jawab fredrick .


"Bagaimana keponakan saya satu lagi dokter?" tanya vin


"Maafkan saya.. Dokter violetta mengalami benturan, dan mengenai dada bayi kedua anda. saat dilahirkan bayi anda sudah membiru" fredrick menunduk penuh penyesalan.


"sekali lagi maafkan kami , kami sudah berusaha"


Brice langsung terhuyung , untung saja carl dan vin menangkapnya. ia menangis . vin segera memeluknya .


carnell tidak bisa melakukan apapun, diasedang menggendong cucu mereka .


"silahkan temui dokter violetta di ruang rawat inap sebentar lagi"


fredrick segera berlalu


"Bro.. istrimu belum sadar.. Putrimu juga sedang dirawat... putramu ini harus segera kau doakan..kau harus kuat.. keluargamu membutuhkanmu sekarang, bagaimana keluargamu kalau kau roboh?" nasehat vin sambil menepuk punggung brice yang menangis dalam pelukannya


"bagaimana aku menjelaskan pada istriku bayi kami sudah pergi hah?" brice menangis lagi


"Nak.. kita akan sampaikan pelan pelan.. istrimu anak yang pengertian.. dia akan menerimanya.. dua bayi kalian masih membutuhkan kalian.. " bujuk carnell


"sekarang bangkit lah.. doakan dulu putramu yang sudah lahir daritadi.. lalu ke NICU doakan putrimu nak" pinta carnell. Brice mengangguk


"Sebentar Pah" brice ke toilet membasuh wajahnya.. saat kembali ia terlihat lebih segar


Ia mengambil putranya dari gendongan ayahnya.. ia melihat putranya dengan intens.. hidungnya mancung.. rambutnya kecoklatan seperti rambutnya.. kulitnya putih kemerahan. pipinya bulat posturnya sangat gagah.. benar bayi yang tampan.. memeluknya.. hatinya terasa hangat.. dengan tegar ia mulai berdoa untuk putranya ..


Carnell dan vin bergantian mendoakan putra pertama brice tata.. lalu mereka menyerahkan pada perawat untuk dibawa ke ruangan bayi


4 pria bertubuh kekar itu berjalan ke NICU.. hati brice hancur melihat banyak selang di tubuh putri mungilnya .. dia menatap intens putrinya. rambutnya hitam lebat... hidungnya mancung tapi kecil seperti ibunya.. mulutnya mungil.. kulitnya kelihatan putih kemerahan.. benar duplikasi istrinya.. brice meneteskan airmatanya


Vin dan Carnell turut merasakan kesedihan brice ..mereka sama sama mendoakan bayi mungil itu


setelahnya mereka menuju ruangan rawat inap istri dan kedua ibunya