Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 61 - brice, tata, twin



hati brian sangat risau saat ini. ia mendengar kakak iparnya mau pergi, ia melihat keteguhan dimata gadis mungil itu. bagaimana kelak kakaknya kalau ditinggalkan anak istrinya. dia juga membayangkan bagaimana kalau irell seperti itu meninggalkannya. dia tak berani membayangkannya.


***


h-1


mansion rodz jam 06:00


carnell, elda, brian, brice tampak sedang menikmati sarapan pagi mereka


"Besok hari besar adikmu, kalau bertemu tata besok harap jaga sikapmu, jangan merusak acara adikmu" ucap carnell, brice mengangguk datar


elda menghela nafas berat , melanjutkan sarapannya


"brice.. "


"ya pah.."


"kau ingat perjanjian kita dulu di RS? papa terakhir kali membantumu?"


"ya pah" jawab brice datar


"peganglah ucapan papah itu" ucap carnell dingin, brice mengangguk


****


hari pernikahan brian & irell


jam 08:00


.


brice berdiri disamping tata karena mereka pendamping pengantin pihak lelaki


brice beberapa kali melirik kearah istri mungilnya yang terlihat sangat dingin itu


setelah acara pemberkatan di gereja , pengantin dan keluarga pengantin segera berangkat ke hotel


sekarang tata duduk dikursi penumpang mobil brice, ia diam membaca dan membalas email dari ipadnya , tak ada pembicaraan sama sekali selama perjalanan.


Drrrttt Drrrttt


Ponsel tata berdering


"Halo.. aku segera tiba.. mungkin 5 menit lagi, tunggulah aku di loby, awasi anakku hiro"


"....."


"Baik terima kasih"


"....."


"aku tutup teleponnya"


"kenapa?" tanya brice mendengar kata anaknya


"tak apa apa" tata segera mengemasi barangnya dan mengembalikan kedam handbagnya bersiap turun karena mereka akan segera tiba di loby hotel rodz milik ayah mertuanya


"Terima kasih sudah mengantar" ucap tata dingin, ia segera turun tanpa menoleh saat brice sudah memarkirkan mobilnya


tata segera menemui hiro


"kau sudah tiba? aku harus segers kembali.. ada klien yang harus kutemui" ucap hiro buru buru.


"terima kasih sudah mengantar anakku kesini hiro" ucap tata, hiro mengangguk dan pergi berlalu


"halo sayang, mami miss you" tata segera mencium pipi putranya yang memasang wajah sedatar suaminya. lalu mencium pipi putrinya yang tersenyum


"ikutlah denganku, kita ambil kunci" perintah tata pada perawat anaknya. mereka mendorong stroller mengikuti tata menuju resepsionis


Brice juga ada di resepsionis , melihat anaknya ia segera menggendong zev dan menciumi pipi putranya, ia rindu sekali pada anak anaknya


setelahnya ia meletakkan putranya ke stroller dan menggendong zelmira. menciumi pipi zel, zel tersenyum cantik sekali padanya.


"daddy merindukanmu sayang" ucap brice sambil terus memeluk dan menciumi putrinya


tata yang sudah mendapat kunci kamar segera menatap datar pada suaminya.


"jalanlah, aku mengantar mereka kekamar" ucap brice sambil menciumi putrinya


tiba di kamar , tata membuka pintu kamar dengan kartu lalu membawa anak anaknya masuk.


sebuah ruangan yang sangat mewah dengan sebuah ranjang besar langsung terlihat saat mereka memasuki kamar


brice membuka pintu conecting door di sela dinding kamar


ternyata carnell memberikan kamar yang luas sekali buat cucunya. ada dua ranjang king size dan dua kasur kecil di lantai untuk perawat


brice meletakkan putrinya disebuah ranjang besar dan tata meletakkan putranya di ranjang satunya


"mana kunci kamar ini?" tanya brice. tata menyerahkannya lalu segera berlalu


brice menggunakan kunci menghidupkan center kamar. lampu dan ac segera menyala. ia memberi beberapa petunjuk pada kedua perawat anaknya itu mengenai lampu kamar karena anaknya tidur selalu dalam kegelapan sebatas cahaya lampu tidur


tata membuka koper, mengambil pakaian, membersihkan diri di bathroom. saat keluar ia memeriksa anaknya sebentar .


melihat anaknya tidur ia mengambil laptop, ipad dan ponselnya lalu melanjutkan pekerjaannya di meja kerja . ia segera larut dalam pekerjaannya sampai alarm ponselnya berbunyi. ia memesan makanan online buat kedua perawat . lalu membuat dua botol susu


setelah memberi susu pada zev. tata meletakkan zev kembali diranjang. setelahnya ia mengambil zel perlahan dari pelukan brice yang tertidur. setelah menyusui zel. ia mengembalikan zel ke sisi brice


tata kembali larut dalam pekerjaannya.


"makanlah dulu" brice meletakkan kotak makanan dimeja kerja tata


"terima kasih" jawab tata , ia melihat waktu hampir menunjukkan pukul dua siang. ia melanjutkan pekerjaannya


tepat jam 2 siang alarmnya berbunyi, ia segera bangkit membuat dua botol susu dan menyusui zev yang tertidur pulas. setelah susunya habis. tata mengganti pakaian dan diapers zev dan meletakkannya diranjang. brice segera berbaring disamping putranya


tata lalu menggendong zel dan menyusuinya sampai habis. tata mengganti pakaian dan diapers zel. lalu meletakkannya diranjang karena kedua anaknya masih tertidur pulas.


tata segera kembali ke meja kerjanya meminum sebutir obat, lalu melanjutkan pekerjaannya.


"makanlah dulu" ucap brice dengan suara berat . tata mendongak menatapnya dua detik. tata membuka makanannya lalu makan beberapa sendok dan melanjutkan pekerjaannya.


"kau tak bisa menghabiskan makananmu dulu baru melanjutkan pekerjaanmu?" tanya brice sambil menatap istrinya intens. istrinya terlibat kehilangan banyak berat badan sampai tulang selangkanya bermunculan. ada rasa nyeri dihatinya.


"aku masih kenyang, nanti aku makan lagi" jawab tata dingin tanya menoleh kearah suaminya.


"makanlah dulu amour" ucapnya lembut. tata membeku dihadapan laptopnya. ia segera menghabiskan makanannya dan melanjutkan pekerjaannya dengan sangat fokus. ia benar benar menganggap suaminya tak ada disana


alarm berbunyi jam 15:00 tata segera mematikan laptopnya dan menyimpannya. ia mengambil pakaian dan segera membersihkan diri dikamar mandi.


brice duduk disofa sudah beberapa jam menatap istrinya yang menganggapnya kasat mata. ia dapat melihat istrinya sangat disiplin mengurus anak anaknya


tata menyiapkan air mandi buat putranya.. lalu melepaskan pakaian putranya dan memandikannya. setelah putranya berpakaian rapi dan sudah harum. ia memberikan sebotol susu pada putranya sampai habis. lalu merebahkannya diranjang


"suster tolong jaga zev sebentar" perawat mengangguk


tata segera menampung air untuk mandi putrinya dan memandikan zel. sehabis mandi ia mengenakan pakaian putrinya setelah putrinya harum. ia memberikan sebotol susu pada putrinya sampai selesai. ia merebahkan putrinya di ranjang


TING TONG


team MUA masuk merias wajah tata, brice duduk diam disana memperhatikan semua kegiatan istrinya.


team MUA pun keluar ruangan setelah menyelesaikan tugas mereka.


Brice tak berkedip melihat istri mungilnya. ia sangat cantik dan sek si sekali. hanya terlalu kurus, bahkan lebih kurus daripada saat mereka baru menikah.


"Kembalilah ke kamarmu untuk bersiap. acara akan di mulai, aku menunggumu disini sampai jam 16:30" ucap tata dingin.


brice segera keluar kamar dan membersihkan diri. tak lama ia kembali ke kamar tata.


"suster jaga anak anak baik baik, kalau ada apa apa segera telepon saya, aku sudah memesan makanan online untuk kalian. nanti ada petugas mengantarnya" perawat mengangguk hormat tanda paham..


"ini milikmu, simpanlah dulu, kelak kalau aku membutuhkannya aku akan mengambilnya lagi" tata menyerahkan sebuah amplop kecil kepada brice.


brice membukanya. ada 7 buah kartu hitam yang dulu brice berikan pada tata didalamnya . brice terkejut sekali. ia merasa istrinya akan meninggalkannya


"apa maksudmu" tanya brice datar


"aku sudah katakan kau simpan, nanti saat aku butuh aku akan mengambilnya kembali" jawab tata dingin


"ayo jalan" ajak tata


tata mengambil tasnya dan keluar kamar bersama brice. di lift brice memeluk pinggangnya erat. tata merasa tak nyaman. ia berusaha melepaskan diri. tapi brice memeluknya semakin erat. akhirnya ia memilih diam sampai pintu lift terbuka