Forgive And Forget

Forgive And Forget
bab 41 - Terbongkarnya perbuatan Audrey



FLASH BACK ON


"letakkan dua pengawal wanita profesional disamping gadisku dan dampingi kemanapun dia pergi" perintah zav kepada kepala pengawalnya dengan tatapan dingin


"Baik tuan"


Zavier segera meninggalkan RS di ikuti beberapa pengawalnya , lalu kembali ke apartemen mewahnya


Mereka tidak menyadari, Brice mendengar kalimat terakhirnya di balik pintu ruangan istrinya


"TUNGGU" seru brice pada zav, melihat perhatiannya pada brenda, zav segera berbalik dan menghadap ke arah brice, ia tersenyum ramah


"Ada apa calon kakak ipar?" tanya zav


"Kau menyukai adikku?" zav tersenyum dan mengangguk


"Aku sangat menyukainya , sejak pertama melihatnya aku sudah jatuh cinta pada davi, sesuai ucapan dokter violetta, segera lamar davi karena banyak yang mengantri mendekatinya. jadi aku memutuskan melamarnya"


"jangan pernah kau sakiti adikku, atau aku akan melepaskan kepalamu dari tubuhmu" ancam brice


"aku bahkan tak memiliki cukup waktu membahagiakannya, bagaimana punya waktu menyakitinya" jawab zav serius , brice bisa melihat bola matanya menunjukkan dia pria bertanggung jawab dan serius pada brenda


"baiklah.. apa pandanganmu akan malam ini" tanya brice


Zav menceritakan rencana tuan edelweis yang ia ketahui setelah menyadap ponselnya kepada brice, zav juga menyusun rencana pengawalan malam ini.


mereka segera berpisah dan menjalankan kesepakatan rencana mereka


mulai dari memberikan obat tidur pada tiga wanita yang disayangi brice sampai susunan penjaga


***


"Kenapa tuan? kau terkejut dengan kejutan kami hah?" tanya brice


"Tu-Tuan.. ka-kau.."


"Putrimu sudah menghilangkan nyawa putraku dan membuat istriku terpuruk di rumah sakit saat ini, membuat seluruh keluargaku berduka, menurutmu, apa hukuman yang pantas untuk putrimu?" tanya brice sambil menyeringai


"Bawa nona besar edelweis kesini" perintah brice pada pengawal , tak lama audrey di seret masuk oleh pengawal wanita kedalam ruangan


"Audrey Audrey.. kau tak papa nak? bagaimana keadaanmu?" teriak tuan edelweis panik.


"Papi.. papi tolong aku papi. aku tak mau masuk penjara pi" Teriak audrey sambil menangis histeris


"Tuan Brice kumohon lepaskan putriku .. kumohon tuan"


"Lepaskan katamu? hahahaha, dengan apa kau mengganti nyawa putraku yang dihabisi putrimu?" tawa brice sungguh memilukan dan menyeramkan. tawa seorang ayah yang kehilangan anaknya.


"Hak hidup untuk bayiku pun sudah tak ada, bagaimana kalian membayarnya hah??" bentak brice


"Tuan kumohon lepaskan putriku, aku bersedia menanggung kesalahan putriku"


"Tuan muda owen, tolong aku tuan.. ku mohon tuan" teriak audrey memohon karena ia tau brice tak akan melepaskannya


"Menolongmu? kau menjual rahasia perusahaan calon istriku pada perusahaan lain, kau katakan bagaimana aku menolongmu?" tanya zav , brice terkejut


"menurutmu kalau aku menolongmu, bagaimana aku menjalani masa depanku dengan calon istriku yang kau hianati?"


brice menatap zav dengan tatapan penuh tanya


"Dokter violetta memberikan proyekku pada davi, tiba tiba ada perusahaan lain, menghubungiku dan menerima proyekku dengan harga dibawah penawaran davi, aku menyelidiki semuanya, selama ini dia menjual rahasia perusahaan kepada pihak lain calon kakak ipar" terang zav "setelah itu aku mulai memeriksa, ternyata banyak kasus serupa yang dia lakukan sebelumnya, aku sudah mengumpulkan semua bukti"


"bagaimana ia bisa melakukannya, ia hanya resepsionis?" tanya brice


"saat rebuild BD Group masih menggunakan orang lama, didalamnya ada beberapa antek antek mereka, sejak kasus perusahaan lain menghubungiku, aku meletakkan beberapa orang orangku disisi davi, mereka yang menemukan kejahatan ini, inilah antek anteknya beserta bukti buktinya" zav menunjukkan beberapa poto diipadnya pada brice


"Davi masih baru didunia bisnis, gadis sepolos davi menjalankan perusahaan dengan lurus dan bersemangat, aku percaya dia akan segera berkembang pesat dengan waktu singkat.. tapi tikus tikus ini hanya akan membuatnya terhambat untuk maju" brice mengangguk, dia akui 4 bulan menjabat CEO perusahaan menghasilkan laba bersih puluhan miliar tiap bulannya dan para perusahaan yang bekerjasama dengannya merasa puas dengan hasil kerja adiknya itu.


"Bagaimana Calon istriku merampasnya kalau kakak iparnya membeli perusahaan itu dari ayahmu bahkan membebaskan ayahmu dari jeruji besi?" tanya zavier dingin dengan tatapan tajam kearah audrey. tatapannya sangat mengerikan "Perusahaan bobrok yang ditinggalkan ayahmu itu di rintis nona brenda dari nol sampai berkembang pesat saat ini apa kau tau?"


"Tender yang selama ini dia terima juga dari kakak iparnya bukan dari hasil kerja ayahmu dimasa lalu atau dimasa sekarang, bagaimana kau bisa mengatakan ia merampas hah?" bentak zav "empat bulan perusahaan ditangani oleh calon istriku, berkembang melebihi puluhan tahun kepemimpinan ayahmu, apa yang tidak pantas darinya menjadi CEO dibanding ayahmu?"


Tuan edleweis dan Audrey terkejut sekali mendengar kalimat zav


"Kau bahkan berniat menghabisinya dengan memerintahkan oranglain merusak rem mobilnya , untung saja nona brenda tidak mengalami kecelakaan fatal, atas semua perbuatanmu.. aku akan menghabisimu setelah ini" ucap zav penuh amarah pada audrey. sorot matanya sangat menakutkan


Brice terkejut luar biasa mendengar ucapan zav.. pasalnya adiknya tak pernah menceritakan apapun mengenai hal ini dirumah. ia marah sekali ada yang berniat mencelakakan adik kesayangannya


"Sudahlah ayo kita pergi, mereka akan membusuk dipenjara setelah ini" ajak zav ramah pada brice


"Tuan.. kumohon maafkan putriku tuan, tolong bebaskan dia" teriak tuan edelweis . tapi dua pria tampan itu sudah keluar meninggalkan ruangan


***


Rs Rodriquez


jam 09:00


seminggu tata dirawat, elda dan maggie juga dirawat bersamanya


Brice menamai anak mereka


Zevron Zionathan Rodriquez


Zefanya Zelio Rodriquez


Zelmira Letizia Rodriquez


Zelmira sudah pulih dan berat badannya sudah meningkat secara signifikan berkat kerjasama kedua orangtuanya yang mencurahkan kasih sayang sepenuhnya untuknya


Ruangan penuh keluarga yang tampak sudah lebih berbahagia meskipun kesedihan atas kehilangan zefanya masih ada dalam hati mereka


semua sibuk dengan kegiatan masing masing:


- bi marni dan bi inem mengemasi barang barang majikannya dan disimpan dalam koper


- pengawal dan supir memindahkan barang yang mau dibawa pulang kedalam mobil box karena hadiah dari keluarga yang berkunjung amat sangat banyak


- nathan, nathalie, carter masing masing memegang ipad mereka bermain game online


- vin menemani audi yang memijat punggung magie dengan penuh kasih sayang


- carnell memeluk elda sambil menatap jengah pada brice


- tata dan brice masing masing menggendong putra putri mereka. brice bahkan tak rela melepas putrinya barang sebentar saja


- rahel, rachel, zerra menunggu dipintu masuk


"brian, berhenti memilih.. dimansion sudah lengkap barang bayi, belum lagi hadiah dari keluarga sudah dua mobil box , pulanglah dulu baru kau memilih lagi mana yang dibutuhkan" perintah elda jengah


"brian hanya mencari baju bola dan baju princes untuk babumy z mah" jawab brian tanpa menoleh. elda langsung melempar bantal ke arah brian


"bayi baru lahir mau disuruh main bola hah? apa kau sehat?" omel elda kesal. semua tertawa melihat reaksi mereka


"Brice sudahlah.. tak ada yang merebut putrimu, kau jangan posesive sekali jadi ayah" tegur carnell yang sangat jengah melihat kelakuan putranya yang over posesive pada putrinya


"mari kita pulang" ajak carnell


semua orang segera berangkat menuju keluar rumah sakit. brice menyerahkan putrinya pada ayahnya dan putranya pada maggie. ia mengangkat tubuh tata dan meletakkannya pada kursi roda dan mendorong kelobby


semua mengikutinya dari belakang menuju mobil masing masing menuju mansion carnell


***