
"Tuan calon mertua, ijinkan saya menikahi davi, saya akan memakai hidup saya membahagiakannya" mohon zavier
"dan kau akan memisahkan kami dengan brenda dengan membawanya ke negaramu? huh! aku bisa mencari menantu lain yang lebih baik darimu" dengus carnell
semua mulai paham carnell tak bersedia berpisah jauh dengan putri semata wayangnya, elda mengelus lengan suaminya
"Tuan calon mertua, yang lebih baik dari saya pasti sangat banyak didunia ini, tapi yang berusaha lebih baik dan berusaha semakin dan semakin mencintai davi, belum tentu ada yang melebihi saya tuan, ijinkanlah kami menikah, aku janji dalam waktu dekat akan tetap disini bersama davi, kecuali suatu hari aku harus mengemban tanggung jawabku pada keluarga owen, baru aku kembali ke negaraku itupun kami akan sering mengunjungi tuan calon mertua" pinta zav
brice dan tata menahan tawa melihat pembicaraan mereka
"hahahaha, pah biarkanlah mereka menikah, mereka saling mencintai.. zavier tak merebut brenda dari papa. brenda selamanya anak papa. hanya bertambah satu buah keluarga saja yang menyayangi brenda" celutuk brian dari ujung sana. brenda mencubit pinggang abang keduanya yang tengil itu
"kapan kau akan menikahi putriku?" tanya carnell pasrah. hatinya menyimpan kesedihan kehilangan putri kesayangannya .
"minggu depan tuan calon mertua" jawab zavier mantap. semua orang melotot kecuali keluarga owen
"apa?? kau gila minggu depan?" tanya carnell
"hal baik buat apa ditunda lama? kau mau mereka melakukan dosa?" tanya jericho
"tahun depan" jawab carnell
"dua minggu lagi, semua aku yang mengurusnya, kau duduk dengan tenang dirumah.. kedua mansion depan rumahmu itu sudah kubeli .. setelah menikah mereka akan tinggal didepan wajahmu.. apa yang kau khawatirkan lagi" tawar jericho tegas
"ayolah pah.. biarkan mereka bahagia.. tapi ya jangan dua minggu juga zav. itu terlalu mendadak, nanti dikira rekan rekan, adikku menikah karena accident" celutuk brian
"tidak bisa.. 2 minggu lagi ulang tahun sebulan cucuku.. tidak bisa ada perayaan apapun yang mengganggu cucuku" tegas carnell. brice mengangguk setuju
"Maaf interupsi sebentar, apakah saya boleh ikut bicara?" tanya brice pada ayahnya , carnell mengangguk
"Ijinkan saya bicara dengan brenda 10 menit di ruangan lain, saya juga harus mengetahui pendapat adik saya mengenai lamaran ini" ucap brice bijak
mereka semua setuju dan mengangguk.
brice membawa adiknya kedalam ruangan kerja, elda mempersilahkan semua menikmati hidangan dimeja. setelah 10 menit mereka kembali ke ruangan makan
"jadi bagaimana kalau 1 bulan lagi? tanya jericho pada carnell , elda mengelus lengan suaminya dan tersenyum
"Baiklah bulan depan" ucap carnell pasrah
"mahar apa yang kau inginkan" tanya jericho , carnell menatapnya tajam
"kalau kau berkenan:
- aku hadiahkan satu mansion didepan rumahmu sebagai hadiah pernikahan untuk menantuku
- aku juga hadiahkan 1 anak cabang perusahaanku dicanada buat menantuku
- putraku akan hadiahkan 1 anak cabang perusahaan di kota B untuk istrinya
- bila menantu pertamamu bersedia, putraku mau akuisisi BD Group untuk dihadiahkan kepada istrinya
- istriku akan mengadakan resepsi pernikahan mewah di owen hotel kota B
- istriku akan nenghadiahkan Roll Royce buat menantuku"
"bagaimana? asal kau garis bawahi, aku tak membeli putrimu, tapi kami menunjukkan nilai dan ketulusan kami" tanya jericho tenang.
"Interupsi.. maaf.. ijinkan adik saya nenyampaikan pendapatnya, walau bagaimanapun dia yang akan menjalani pernikahan nantinya" sambung brice
"Silahkan nak" jawab jericho sambil tersenyum pada brenda. semua orang menatap brenda gugup
"Aku hanya meminta, kalaupun harus menikah. aku ingin tetap bekerja di BD Group meskipun jadi tidak jadi di akuisisi. aku tak mau ada pengekangan dalam pekerjaanku, aku juga ingin memiliki waktu sendiri, waktu bersama teman dan waktu bersama keluargaku" pinta brenda
"Aku tak akan melarangmu bekerja, asal kau jadikan aku dan rumah tangga kita sebagai prioritas. aku pernah mengatakan padamu tentang hal ini. Kau memiliki tanggung jawab padaku dan keluargaku melahirkan dan mendidik pewaris keluarga owen dengan baik. jaga jarak dengan pria manapun dan jaga kehormatanku dimanapun kau berada" jawab zav
"Baiklah.. itu saja" jawab brenda
"Calon kakak ipar, dapatkah aku akuisisi perusahaan BD Group untuk kuberikan pada calon istriku?" ijin zav sopan
"Sejak awal aku memang sudah berniat menghadiahkan perusahaan itu pada brenda, maka aku maupun suamiku tak pernah ikut campur dalam pengelolaan, ada beberapa kali suamiku akan memberi saran kalau brenda sendiri menanyakan hal hal berkaitan dengan kemajuan perusahaan, jika kau mau membelinya.. kau tanyakan pada suamiku" jawab tata sambil memegang tangan brice
"Kau bisa membelinya, besok kirimkan berkasmu padaku, lusa datanglah ke BD Group.. kita proses transaksi disana" jawab brice singkat.
"Satu lagi, ruko disamping VLD Group, dapatkah aku membelinya?" tanya zavier
Carnell, Tata, Brian, Brenda, Elda langsung melotot kearah zavier
"Ruko itu milik istriku, akan diserahkan pada putra putriku, kelak kalau mereka dewasa dan istriku sudah mewariskannya, kau carilah mereka untuk membelinya" Jawab Brice singkat.
"Sungguh putraku tak dapat membelinya?" tanya jericho
"Ya Putra anda tak dapat membelinya tuan owen, kalau zavier ingin menyewanya, istriku bersedia. masih ada dua ruko kosong yang tersedia" jawab brice tegas
"Padahal Aku mau membukakan rumah makan yang indah untuk davi" jawab zav lemas
"Ada dua ruko kosong tersisa, ukurannya 16x50, kau bisa menyewa pada istriku, aku juga baru menyewa 3 ruko untuk kujadikan rumah makan yang indah buat anak istriku" sambung brice , zav mengangguk
"Tenanglah aku tak akan mengusir adik iparku meskipun bisnis kalian maju nantinya hahaha" tata mencairkan suasana . zav tersenyum menatap brenda . brenda hanya menunduk
"Mulai besok aku akan mengurus hantaran lamaran" ucap jericho, carnell mengangguk pasrah
"Momi bisa bertukar kontak dengan Nyonya Rodz untuk mempermudah komunikasi" ucap jericho pada istrinya
"Sahabat lamamu jauh jauh kesini, kau tak berniat mengajak makan hah?" tanya jericho pada carnell. carnell tertawa . mereka pun berpelukan .
"Ayo kita pergi minum kopi" ajak carnell "Mah temani istri tua bangka keras kepala ini dulu" elda mengangguk
Zavier menatap brenda sambil tersenyum "Aku lapar, temani aku makan" pintanya, brenda menatap ibunya
"Pergilah nak" ijin elda pada brenda
"Kami pergi dulu mah" pamit zavier dengan percaya diri, elda mengangguk "mom vier pergi sebentar" zav mencium pipi ibunya
"Ayo istirahat, aku rindu putriku" ajak brice sambil menggandeng tata
"kau carilah istri.. jangan sepanjang hari dirumah" ledek tata pada brian , brian mencebik
"ayolah kakak ipar, kau jodohkanlah aku dengan temanmu dengan irell juga boleh" brian bersandar dibahu iparnya dengan memelas
elda malas melayani putra keduanya, ia mengajak hana ke butik kenalannya, mencari beberapa design pakaian persiapan acara satu bulanan cucu elda, ia pun menghubungi maggie untuk bertemu di sana