
setiba di mansion, brice segera menggendong istri kecilnya dan meletakkan dikursi roda lalu mendorongnya ke kamar mereka
tata terkejut melihat kamar baru mereka dilantai satu. sungguh indah sekali ..
"kau menyukainya? papa menyulap kamar ini saat kau di rumah sakit.. beberapa hari kedepan akan banyak tamu melihat anak anak kita, tak leluasa kalau kamar kita diatas... kalau kau sudah pulih kita kembali ke kamar kita dan kamar ini akan diubah jadi ruang bermain anak anak.. mama lebih mudah bermain dengan cucunya"
"kamar atas sudah aku renovasi juga conecting dengan kamar bayi kita. kamarnya sangat indah. aku yakin kau menyukainya.. aku akan membawamu keatas saat kau sudah sehat" ucap brice sambil mengecup kening istrinya. ia membantu merebahkan istrinya di ranjang mewah itu
"rahel.. ini kunci mansionku disebelah, kau bawa beberapa maid kesana dan pindahkan hadiah dari tamu dalam dua mobil box itu ke ruangan perlengkapan bayi dilantai satu" perintah brice sambil menyerahkan kunci pada rahel
TIN TIN TIN..
bunyi klakson dari luar mansion.
petugas keamanan masuk nelapor
"Maaf permisi tuan besar, diluar ada sebuah mobil box berukuran besar mengantarkan hadiah, apakah diijinkan masuk?" tanya petugas keamanan dengan sopan
"Dari siapa?" tanya brice
"Ehmm katanya dari Tuan Owen tuan" jawab petugas itu
"Persilahkan masuk" jawab brice , mereka segera keluar rumah melihat apa yang dikirim zav
mata mereka melotot tak percaya melihat sebuah mobil box besar membawa perlengkapan bayi . brenda langsung mengambil ponselnya. baru 3 detik terdengar sapaan dari seberang
"Apa kau sudah gila hah? kau memindahkan isi toko bayi ke rumahku? apakah otakmu bermasalah?" tanya brenda saat mendengar suara zav.
"oh hadiahku sudah tiba? bagaimana ? calon keponakanku meyukainya? aku menyukai anak kecil.. aku ingin mereka memiliki semuanya dengan lengkap" jawab zav bersemangat
"Otakmu benar benar bermasalah.. mau ditaruh kemana barang barang ini hah? saat aku bertemu denganmu nanti.. aku akan memukulmu" brenda memutuskan sambungan telepon sepihak dengan kesal
Brian terbahak bahak melihat pemandangan itu , calon adik iparnya benar benar luar biasa pikirnya
"Sebentar pak.. " interupsi brice . semua memandang ke arah brice
"Rahel sekalian kau bawa mobil box yang satu ini kesebelah juga" perintah brice , rahel segera membereskan perintah tuannya
Tata menghembuskan nafas lega
"Aku sudah memperhitungkannya, anak kita adalah cucu pertama rodriquez, para keluarga, kerabat dan kolega akan mengirimkan banyak hadiah, jadi aku belum mengisi kamar bayi di mansion sebelah dengan perlengkapan" ucap brice.
"kurasa kau tak perlu belanja lagi" ledek elda pada brian
tata menghubungi zavier dan mengucapkan terima kasih atas hadiahnya , brice mendengus
hari ini mansion rodriquez penuh kebahagiaan atas kembalinya cucu mereka ke mansion
***
tengah malam suster sedang memberi susu pada baby z dikamar bayi. tata datang melalui conecting door untuk memeriksa bayinya.. setelah memberi susu, baby z kembali pulas tertidur .. susternya kembali istirahat. tata mengamati bayinya sambil menangis.
"zefanya maafkan mami, kau tak bisa bergabung dengan saudaramu disini" tata kembali menangis.
dari belakang brice memeluknya
"sayang kau masih nifas.. jangan menangis lagi, aku tau perasaanmu, karena akupun sama denganmu, tapi kedua anak kita butuh kita, jangan sampai kita terpuruk dan menjadikan mereka korba" bisik brice. tata mengangguk. ia menangis deras dalam pelukan suaminya
setiap malam tata akan menangis memikirkan bayinya itu, setiap malam pula brice menemaninya melalui kesedihannya.
***
Sabtu pagi kediaman Rodriquez
Ting Tong
Carnell elda brice segera keluar menuju pintu utama dan mempersilahkan tamunya masuk ke ruang tamu
Brian menyerahkan Zevron pada Tata lalu menyusul melihat keramaian. Sehingga tersisalah Brenda dan Tata yang menggendong baby Z.
"Maaf interupsi, bagaimana kalau kita ke ruang makan sambil menikmati makanan ringan?" elda nenawarkan pada semuanya.. mereka mengangguk dan pindah ke ruang makan
Carnell duduk ditengah meja, di deretan sebelah kanannya ada Elda brice dan brian. sementara disisi kiri ada Jericho Owen, Hanah Owen, Zavier Owen
Tata penasaran dengan kedatangan keluarga owen, dia mengajak brenda bergabung melihat keramaian, setelah menyerahkan bayi bayinya pada suster. ia dan brenda segera menyusul.
Tata dan Brenda tiba di ruang makan.. suasana terlihat tegang
"Dad.. Mom.. ini Brenda Davina Rodriquez calon istri vier" Zav mengenalkan brenda pada orangtuanya
Tiga keluarga owen langsung berdiri dan menyambut brenda
"Onty, Uncle.. saya brenda davina" salam brenda dengan hormat
hannah segera memeluk brenda "astaga cantik sekali calon menantu momy" katanya antusias . jericho mengangguk dan tersenyum pada putranya
"duduklah semua" perintah carnell dingin dengan wajah masam
brian segera pindah satu kursi disampingnya supaya kakak iparnya bisa duduk disamping kakaknya, tata duduk disamping brice. brenda duduk disebelah kanan brian . keluarga owen kembali ke posisinya masing masing
"Katakan untuk apa kau kemari?" tanya carnell ketus , semua terkejut .. hanya jericho yang tetap tenang
"Saya datang untuk melamar nona rodriquez buat putra saya zavier" jawabnya tenang
"Anda silahkan cari gadis lain buat putra anda, saya tak berminat menikahkan putri kami dalam waktu dekat, ia masih muda belum waktunya menikah" tolak carnell
seisi meja tegang sekali, hanya jericho dan zavier yang tenang . zavier percaya ayahnya akan mendapatkan gadisnya untuknya
brice salut dengan pengendalian diri dua pria owen dihadapannya. mereka benar benar berwibawa
"Putra saya tidak tertarik pada gadis lain, selain nona rodriquez, jadi maaf saya hanya akan menikahkan putraku dengan nona rodriquez" jawab jericho tenang
"Kembalilah.. kami menolak lamaran anda" usir carnell
"dasar tua bangka. bilang saja kau cemburu putrimu akan menjadi milik orang lain" ledek jericho tenang
"Apa maksudmu hah? kau mau memaksa melamar? sudah kukatakan aku tak mau berbedan denganmu, kau pulang saja" bentak carnell.
"puluhan tahun kau tak berubah huh. sejak jaman sekolah kau selalu egois dan mau menang sendiri" ejek jericho
"kau yang selalu tak mau kalah dan keras kepala sejak dulu sampai sekarang. kau pulang sana. jangan ganggu putriku"
"aku hari ini tetap akan menikahkan putraku dengan putrimu dan aku tak menerima penolakan" jawab jericho tenang tapi ngotot
"kau gila? tak bisa" bentak carnell
"kau yang gila. karena posesivemu terhadap putrimu. kau cemburu dia dimiliki putraku, kau takut kehilangan putrimu. ayah macam apa kau demi egomu mengabaikan kebahagiaan putrimu, kau tau jelas mereka saling mencintai"
brice dan tata saling berpandangan, "tampaknya mereka teman lama" bisik brice sambil mengelus punggung istri kecilnya , tata mengangguk
"pokoknya aku tak setuju" tolak carnell
"mau mau mereka kawin lari hah? apa yang membuatmu tak setuju? putraku memiliki latar belakang bersih tanpa skandal dan tanpa masa lalu dengan wanita manapun. ia kaya mapan tanggung jawab setia . mana yang membuatmu menolak putraku selain egomu yang gila itu. sudah 45 tahun kau tak berubah sedikitpun" ledek jericho santai . wajah carnell memerah
"apa yang bisa diberikan putramu pada putriku? uang?? harta?? keluargaku tak kekurangan uang dan harta" dengus carnell
"Maaf tuan calon mertua. saya mungkin tidak bisa memberikan uang dan harta melebihi apa yang tuan berikan pada davi. tapi saya pinya waktu.. hati.. perasaan.. kasih sayang buat davi. dan saya akan menggunakan sisa hidup saya untuk membahagiakan davi" jawab zavier sopan dan santai , jericho tersenyum bangga pada putranya
"Sudahlah tua bangka. jangan karena egomu kau merusak kebahagiaan dua anak manusia, masa depan mereka masih panjang. kalau kau mau berkelahi denganku.. kita punya banyak waktu untuk itu. bisa dipinggirkan dulu?" tanya jericho