Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 25 - Dipermalukan



Audrey memucat, dia malu sekali.. dia segera berjalan menuju kasir


"Maaf nona.. saya tidak jadi membeli tas tersebut, saya akan kembali lain waktu" ucap audrey sambil menahan malu


ada beberapa bodyguard masuk kedalam toko


"Maaf nona.. anda sudah menggagalkan konsumen kami membayar tas ini, jadi anda harus membayarnya , jika tidak.. kami akan melaporkan anda kepada pihak berwajib" Tegas Manager itu


"Maafkan saya tuan.. saya akan berusaha mencari dana.. jangan bawa saya ke polisi" Audrey langsung pias


"Pengawal.. bawa nona ini ke pihak berwajib" perintah manager


"Jangan tuan.. jangan bawa saya.. saya mohon" audrey menjerit, dua bodyguard audrey yang membaca situasi sudah angkat kaki duluan


"Ekh.. maaf.. interupsi.. tuan smith" tata berjalan menuju kearah manager dan audrey


"Maaf nyonya muda.. mohon jaga jarak, kami bertanggung jawab penuh atas keselamatan nyonya muda" rachel dengan tegas menghalangi tata untuk mendekat pada audrey


"nyonya muda bekerjasamalah" pinta rahel tegas , ikut menghalangi tata mendekat


Elda dan maggie mendekati tata dan menggandengnya penuh kasih sayang


"Sayang kau mau bicara apa, bicaralah dari sini, jangan persulit para pengawal, kalau terjadi sesuatu denganmu atau cucu mamah, bisa bisa mereka berempat dikubur hidup hidup oleh suamimu atau papamu" kata elda lembut dan memeluk tata, maggie mengangguk setuju sambil mengelus kepala putrinya


"ekhmm.. tuan smith kalau saya membeli tas itu, maukah tuan melepaskan nona simpsons dan tidak membawa masalah ini ke jalur hukum" tanya tata sopan . elda tersenyum melihat kebaikan hati menantunya


"Tentu saja bisa nona" ucap manager itu dengan hormat , ia memberi kode pada para bodyguard untuk meninggalkan lokasi


"Baiklah.. kalau begitu tolong bungkuskan tas ini untuk saya tuan smith" pinta tata sopan.


semua mata yang berada disana mulai dari kedua ibunya, pengawal, pegawai toko, pengunjung lainnya menatap salut pada gadis mungil berpakaian sederhana tapi elegant itu.


tata membuka tas dan mengeluarkan dompet mininya lalu mengambil sebuah black card dan menyerahkan pada kasir


melihat deretan kartu gadis kecil itu, semua orang melotot terpana termasuk audrey . mereka hidup dalam pikiran masing masing


manager menebak gadis ini bukan sembarangan, memanggil elda dengan sebutan mamah, kalau bukan putri rodriquez berarti menantunya.. menantunya??? apakah dia istri asli tuan braice pemilik mall ini? satu sisi manager bersyukur sudah bersikap sangat sopan , satu sisi dia sangat salut akan sikap tata, satu sisi dia berkeringat dingin, untung tidak menyinggung wanita kecil ini atau ia akan dikubur hidup hidup oleh kedua tuan rodriquez


sementara audrey, ia tak percaya dengan penglihatannya.. wanita yang dia hina karena didompetnya hanya ada satu atm silver, ternyata memiliki sederet black card limited edition . siapa wanita ini ? kenapa penampilannya sederhana dan tidak glamour. kenapa wanita itu malah menolongnya.ah tidak.. wanita ini pasti bukan wanita sembarangan


"ini kartu anda, ini notanya nyonya muda.. dan ini belanjaan anda" kasir menyerahkan semua sengan sopan pada tata


rachel mengambil belanjaan tata dan menentengnya


"mama mami masih ingin membeli sesuatu?" tanya tata.. mereka tersenyum menggeleng


"hampir semua model ditoko ini sudah kita beli. kami bingung mau beli yang mana lagi" jawab elda , tata tertawa


setelah tata melakukan pembayaran, maka audrey sudah diijinkan meninggalkan toko itu


audrey segera beranjak keluar dengan malu karena semua mata menatapnya penuh cemooh , tapi ia masih belum bisa meninggalkan mall ini karena masih memiliki tugas lain demi masa depan keluarganya


Tata masih belum bisa pergi, karena ia berjanji pada suaminya untuk bertemu di butik itu


Beberapa saat kemudian , braice didampingi carl dan beberapa pengawal, berjalan tergesa gesa menuju ke toko tas ternama dunia itu . ia langsung menemui istrinya


"Amour Amour .. kau baik baik saja?" tanya braice sambil memeluk istrinya dan menciumi puncak kepalanya bertubi tubi. "Maafkan suamimu ini terlambat tiba" tata mengangguk mengecup pipi suaminya


"Tadinya istrimu baik baik saja, gara gara kau memeluknya terlalu kuat, sekarang belum tentu istrimu baik baik saja" ledek elda. maggie terbahak bahak. braice mencebik dan melepaskan pelukannya


"kami baik baik saja, kerjaanmu sudah selesai?" tanya maggie lembut "sudah mi, nanti jam 17 ada meeting lagi" jawab braice


pengunjung toko dan seluruh petugas toko terkesima melihat braice memeluk gadis kecil yang dihina oleh nona besar keluarga audrey. terlihat jelas braice sangat mencintai istri kecilnya itu


melihat muka datar istrinya, braice segera menghampiri istrinya lagi


"amour kau kenapa?"


"Kami semua baik baik saja, dompetmu yang tak baik baik saja" ucap tata sambil mencebik. dua ibu mereka tertawa


"hah? katakan ada apa? apa uang yang kuberikan kurang? katakan apa yang kau mau, aku akan memberikan untukmu amour" ia kembali memeluk istrinya dengan bingung


"Aku tadi menghabiskan uangmu hampir 5 miliar demi tas itu" tata mencebik. braice tertawa


"tadinya aku sudah tak mau membelinya, akhirnya terpaksa membelinya" elda dan maggie kembali terbahak bahak


"maksudmu kau tak menyukainya, toko ini memaksamu membelinya?" tanya braice. mukanya mulai sangar menatap tajam pada petugas toko , mereka mulai gemetaran berkeringat dingin


"ahh bukan begitu, kau jangan menakuti mereka, aku sangat menyukainya, tapi terlalu mahal, aku jadi menghabiskan banyak uangmu" ucap tata mencebik. braice terbahak bahak. petugas toko menghela nafas lega


"apa kau mau memindahkan isi toko ini ke rumah? kalau mau mau aku akan memindahkannya sekarang" tanya braice


"mama dan mami sudah memindahkan semua tipe yang berada di toko ini ke walk in closetku, sisa satu itu yang belum makanya tadi aku pakai uang miel membelinya, itu terlalu mahal" jawab tata sambil menunjuk bungkusan ditangan pengawalnya


"baiklah baiklah.. jangan merajuk lagi.. tak apa apa 5 miliar.. lebih mahal juga tak masalah.. asalkan kau menyukainya" bujuk braice sambil mengelus perut istrinya.


rachel mengantarkan air mineral yang tak jadi diserahkan gara gara drama audrey pada tata


"nyonya ini tadi pesanan nyonya" pengawal itu memberikan air pada tata . braice menerimanya dan membuka tutupnya untuk istrinya , tata meminumnya


"amour kita meeting sebentar lalu aku akan membawamu makan es krim dan rujak" braice berusaha menyenangkan istrinya.


"benarkah?" tanya tata bersemangat, braice mengangguk , tata langsung memeluk suaminya


elda dan maggie tertawa melihat putra kulkas mereka mati kutu pada istrinya


para pengawal juga baru pertama kali melihat tuan mereka yang dingin dan kejam didunia bisnis , sangat lembut pada istrinya. mereka salut pada braice


"ayo kita meeting" ajak braice , tata mengangguk


"Mama mami mau kemana setelah ini?" tanya braice sopan


"Kami tadi sudah mau pulang, karena kau mau meeting makanya kami temani tata dulu, sekarang kau sudah datang, kami akan segera pulang. kau jagalah tata baik baik" ucap maggie. braice mengangguk


maggie menghampiri rachel rahel


"simpanlah nak, kalian bekerja dengan baik menjaga putriku" ia menyerahkan dua amplop merah berisi satu ikat uang biru


"ahh tidak nyonya besar, jangan beri kami apapun, itu adalah tanggung jawab kami" tolak mereka berdua, mereka menatap takut kearah braice . braice mengangguk tanda mengizinkan menerima


"Ah terima kasih nyonya besar, kami tak enak hati" ucap mereka sambil menunduk segan setelah menerima amplop itu


"bekerjalah dengan baik, kami pulang nak" maggie mengusap pundak rachel rahel lembut


"braice , tata .. kami pulang ya" pamit elda magie . mereka berpelukan sesaat


"pengawal antar nyonya besar" perintah braice pada dua pengawal, mereka mendampingi nyonya besar mereka menuju pintu keluar mall