
elda maggie tak menemukan tas yang ia sukai. hampir semua model disana sudah dimiliki putri mereka
elda memanggil petugas
"Nona apakah ada keluaran terbaru atau yang limited edition?" tanyanya sopan
"Ahh tadi malam ada masuk, belum sempat dipajang.. nyonya, sebentar saya ambilkan" petugas segera berlalu
tak lama petugas kembali membawa sebuah kotak berlogo hermes. dan mengeluarkan isi tasnya.
elda dan maggie sangat menyukainya
"ini limited edition nyonya, hanya diproduksi 10 unit didunia ini" ucap petugas dengan sopan karena maggie dan elda adalah langganan setia mereka selama ini
"sayang.. kemarilah..." panggil maggie , tata segera berjalan menghampiri kedua ibunya
wanita cantik yang di kawal 2 bodyguard tadi ikut melihat kearah maggie dan elda
"Tas ini bagus sekali buat kerja, ukurannya juga pas untuk kebutuhanmu, ipad ponsel dompet. tidak kebesaran dan tidak terlalu kecil" ucap maggie
"Lagipula ini limited edition, hanya ada 10 di dunia ini loh, mama menyukai modelnya dan ingin kau memakainya. warnanya dark blue, mudah memadukan busana" sambung elda
tata menimang nimang tas itu "berapa harganya nona?" tanya tata pada petugas
"ahh ini limited edition, murah nona.. hanya 3.7 miliar" tata terkejut ..
"hah mahal sekali" ucap tata tak sadar.
"kau lihat dulu.. kalau kau suka... mami..." belum selesai maggie bicara
seorang wanita dengan pakaian sangat minim, penampilannya glamour, make up sangat tebal, merebut tas itu
"aku mau tas ini.. " gadis yang merebut tas itu berkata dengan suara lantang dan pongah pada pelayan toko, ia menimang dan memeriksa tas itu
rachel rahel sudah berdiri disamping dan dibelakang tata
"Maaf nona.. kami melihatnya lebih dulu" jawab elda dengan sangat sopan meskipun agak kesal
"benar nona.. mereka melihatnya lebih dulu, ijinkan mereka melihat dulu, bila mereka tak menginginkannya.. nona dapat membelinya" pelayan toko menjelaskan dengan sangat sopan dan ramah juga
"Apa.. kau tak tau aku siapa? aku Audrey Sienna Simpsons.. ayahku CEO Edelweis Group.. dan aku putri kesayangan ayahku. kenapa aku harus mengalah pada gadis miskin ini hah?? kau kira ia mampu membelinya?" bentak wanita bernama audrey itu pongah
"Ekhmm.. maaf nona.. saya hanya menjalankan pekerjaan saya sesuai prosedur peraturan standarisasi perusahaan kami" jawab pelayan itu dengan sopan dan tenang
"Beraninya kau.. Panggilkan managermu sekarang juga, katakan padanya aku Audrey calon istri pemilik mall ini Tuan Braice Caldwell Rodriquez memanggilnya kesini, aku mau lihat bagaimana ia memecatmu nantinya" teriak audrey.
Spontan Elda, Maggie, Tata, Rachel, Rahel menahan tawanya tanpa diketahui audrey
petugas tak berdaya, ia meminta temannya memanggil manager toko. 5 menit kemudian manager toko datang tergopoh gopoh.
"Ada apa ini Kelly? jelaskan padaku masalahnya" perintah manager tegas.
Kelly mengajak manager ke samping dan menjelaskan semua masalahnya dari awal sampai akhir sesuai kenyataan yang terjadi. Bagaimana Audrey begitu pongah sekali merebut tas itu sampai berani ngaku ngaku calon istri tuan muda rodriquez, Kelly ikut menjelaskan siapa Maggie si nyonya besar Dawson dari VR Group yang merupakan langganan tetap toko mereka dan Siapa Elda Si nyonya besar Rodriquez, ibu dari Tuan Braice pemilik mall ini yang rutin berbelanja di toko mereka.
Manager sudah mempelajari masalah yang terjadi. Ia melirik Nyonya Elda. Elda meletakkan telunjuk di bibirnya sambil menggeleng. Manager paham kode tersebut ia segera menemui audrey
"selamat sore semua nyonya dan nona disini.. perkenalkan saya Matius Smith manager toko ini.. saya sudah mengerti masalahnya.. begini ya.. kami memiliki peraturan dari pusat.. saya mohon nona bisa mengerti posisi saya.. saya cuma bekerja disini jadi saya wajib patuh dan taat pada peraturan yang sudah ditetapkan perusahaan"
"Dari awal karena nona ini duluan melihatnya.. biarlah nona ini memutuskan lebih dulu.. apakah bersedia atau tidak membelinya.. bila nona ini tidak bersedia.. anda bisa membelinya" ucap manager sopan
"Beraninya kau menyuruhku calon istri tuan braice rodriquez mengalah pada perempuan miskin ini hah?" bentak audrey sambil menunjuk tata. tata hanya memasang wajah datar
Rachel segera berdiri di depan audrey , rahel menarik ketiga nyonyanya untuk menjauh dari audrey untuk melindungi nyonya muda mereka yang sedang hamil. lalu mengambil sikap siaga
Melihat dua pengawal tata mengambil sikap siaga.. dua body guard audrey juga mengambil sikap siaga
Kebetulan Gerry masuk membawa Air mineral pesanan Tata tadi. Melihat keributan ia memberi kode pada Gerald. Sekarang mereka berdua berada di belakang Body Guard Audrey
Drrttt Drrttt
Ponsel Elda berdering
"Halo mah.. kalian dimana?" tanya braice
"Halo sayang.. kami di toko Hermes lantai 4"
"Ponsel tata mati, braice dengar ada yang membuli tata disana, bisakah mama memberikan ponsel mama pada tata?"
"Ya kah? sebentar mama berikan ponsel mama pada tata" jawab elda
Elda memberikan ponselnya pada menantunya
"Halo miel.."
"Halo amour .. kau dimana? pengawal memberitauku ada yang mencari masalah denganmu disana. ada apa disana?.. apa kau terluka? aku baru selesai meeting. aku akan menyusulmu kesana
"Ahh aku di toko hermes, aku baik baik saja bersama mama dan mami, hanya salah paham kecil, tak ada masalah berarti, miel lanjutkan meeting miel saja" ucap tata tak mau suaminya khawatir
"Baiklah.. 20 menit lagi sudah selesai aku langsung menemuimu" ucap braice
tak mau masalah jadi besar, tata memilih mengalah..
"Ekhh.. Tuan Smith.. Maaf saya interupsi.. biarlah nona Simpsons memiliki tas itu, saya akan memilih tas lainnya saja" Pinta tata pada Manager dengan sopan. Sikap gadis kecil ini sangat terdidik dan elegant, benar benar membuat orang kagum.
Karena Tata sudah mengalah , maka manager bisa memberikan tas itu pada audrey
"Bilang saja kau tak mampu membelinya.. kalau daritadi kau katakan.. tidak perlu selama ini aku menunggu.. tak punya uang tapi sok mau berebut denganku" bentak audrey
"nona jaga bicara anda" ucap rachel yang mulai emosi melihat audrey terus menindas nyonya kecilnya yang sudah mengalah
"sudah rachel.. tidak apa apa.. aku akan memilih tas lain .. biarlah nona simpsons memiliki tas itu" ucap tata menenangkan pengawalnya
"Silahkan kita ke kasir nona" ajak manager kepada audrey
audrey menyerahkan kartu kredit berwarna hitam kepada kasir. kasir segera mengambil mesin EDC dan menggesekkan kartu itu. 3 detik kemudian
"Maaf nona.. apa nona memiliki kartu lain? mungkin mesin kami error" pinta kasir sopan
"Bagaimana brand kenamaan dunia bisa memiliki mesin abal abal hah?" bentak audrey menyerahkan kartu lainnya
"Maaf nona.. apa anda memiliki kartu kain?" tanya kasir sopan. audrey mengomel dan menyerahkan kartu lain
setelah gagal lima kartu, audrey mengernyitkan keningnya. ia segera menelpon ayahnya
"Hallo papi.. audrey di toko hermes sekarang, audrey mau membeli tas.. harganya sangat murah, hanya 4,7miliar.. tapi kenapa kartunya tak bisa dipergunakan pih?" tanya audrey manja
"Dasar anak durhaka.. hanya 4,7miliar kau bilang, sudah papi katakan kita sudah bangkrut, bank sudah memblokie kartu kita, semua perusahaan sudah memblack list kita" teriak tuan besar edelweis
" hari ini kau harus berhasil merayu tuan braice rodriquez dari BC Group untuk bersedia menyetujui pengajuan kontrak kerjasama kita. kalau perlu merayunya menjadi suamimu"
" ingatlah jika sampai akhir bulan kita tidak mendapatkan suntikan dana, semua aset kita akan disita bank, papa akan dipenjara, kamu dan mama akan jadi gembel" sambungan telpon diputuskan tuan besar edelweis. Audrey segera memucat . ia malu sekali