Forgive And Forget

Forgive And Forget
bab 57 - pertengkaran di rumah mertua



rodz mansion


jam 21:00


brice sibuk sepanjang hari meeting dengan klien klien perusahaan dari luar negeri. dan terlambat sampai dirumah


rumah sepi karena orangtuanya sudah ke canada bersama adik dan adik iparnya


ia segera masuk kekamarnya. ia tak menemukan istrinya disana, keningnya mengernyit. ia segera membersihkan diri.


pakaiannya tak ada di sofa, minuman tak ada dimeja kerja, ia segera ke walk in closet mengambil pakaiannya. lalu bergegas kekamar bayinya tetap saja kosong


ia menelpon istrinya tak ada yang mengangkat , ia segera menyambar dompet dan kunci mobilnya . dan mengemudi ke mansion mertuanya


disana juga sepi sekali. "tata ada bi?" tanya brice


"Nona muda di ruang kerja tuan muda" jawab maid itu. brice segera menuju ruang kerja tanpa mengetuk pintu


tata menatap brice yang membuka pintu kasar. ia segera berdiri


"ah kau datang.. duduklah ko.. kau sudah makan?" tanyanya dingin. brice mengangguk dingin "duduklah dulu, aku ambil minum untukmu" tata menuju kearah pintu


"tak perlu" kata brice dingin sambil mencekal tangan istrinya. tata berhenti


"kenapa kau membawa anakku dan tak pulang?" tanya brice dengan intonasi tinggi.


"aku sudah ijin padamu akan ke rumah orangtuaku karena mereka rindu baby z dan kau ijinkan" jawab tata dingin. ia tak suka dibentak


"egois sekali kau ini" bentak brice


"pulanglah, aku mau menenangkan diri" jawab tata dingin


"kau mengusirku?" teriak brice


"bukan mengusirmu, kau datang dengan berteriak seperti ini akan membuat keluargaku bertanya tanya kenapa kau meneriakiku, kita tak dalam kondisi bisa berbicara, kau kembalilah dulu" ucap tata dingin kembali ke meja kerjanya


"Violetta Luciana Dawson.. aku sedang berbicara denganmu! suamimu sedang bicara denganmu" teriak brice


"kau menganggapku ada saat aku bicara denganmu humm?" tanya tata dingin


"apa maksudmu hah?" bentak brice


TOK TOK TOK


pintu terbuka


"ada apa brice?" tanya maggie dari luar ruangan


"tak apa mi, kami sedang bicara. mohon tinggalkan kami sebentar" pinta tata. maggie segera menutup pintu


"kembalilah, keluargaku akan bangun semua kalau kau terus seperti ini"


brice merasa tak enak hati, ia segera kembali ke mobilnya dan pulang ke rumahnya


***


kediaman dawson


ToK TOK TOK


"ada apa tadi sayang?" tanya maggie "kau bertengkar dengan suamimu?"


"Tidak mi, kami baik baik saja. hanya salah paham, tata akan selesaikan sendiri. maaf sudah mengganggu mami"


maggie mengangguk dan segera meninggalkan putri bungsunya itu.


"Kenapa mereka mi?" tanya irell saat maggie tiba dilantai dua. ada vin di luar kamarnya juga. mereka semua mendengar pertengkaran suami istri itu dari balkon atas, tapi memilih diam karena tak mau mencampuri urusan tata. sampai brice pergipun mereka melihat


"urusan rumah tangga mereka biar mereka menyelesaikannya, adikmu keras kepala, brice mudah emosi bahkan sampai membentak dan berteriak, mungkin adikmu itu akan lama disini" ucap maggie dengan senyuman "waktu akan mendewasakan mereka"


***


Jam 06:00


dawson mansion


Tata sarapan bersama maggie, irell, audi, vin dan ketiga keponakannya


"Hari ini kau akan kemana?" tanya vin pada tata


"Aku akan ke kantor ko" jawab tata singkat


"Aku akan mengantarmu, mobilmu dirumah mertuamu, tak mungkin kau beli mobil yang sama lagi untuk taruh disini hahaha" ucap vin.


"Aku saja yang mengantarnya.. ko vin mau antar anak anak sekolah dan sawsaw kerja" ucap irell


"Kantornya beda dua gedung denganku, kau mau kerumah sakit, akan berlawanan arah, sementara aku tetap harus melewati kantornya" ucap vin


"kantormu pindah kemana?" tanya maggie .


"ICE Group punya tata mi, dia mau ke ICE Group" ucap vin. irell dan maggie melotot


maggie menjewernya "kenapa kau tak pernah bilang itu punyamu hah? dasar anak nakal" tata meringis , vin audi terbahak bahak


"Ampun mi.. ampun.. bukan tak bilang.. tapi mami tak tanya" jawab tata , irell malah menjewer sebelah lagi telinganya


"mana mungkin kami tanya satu satu perusahan di dunia ini milikmu, bisanya kau merahasiakan hal sebesar itu"


"ampun jie.. ampun mi.. ahh maafin tata lupa bilang... lepasin dulu" pinta tata meringis akhirnya dua wanita kesayangan tata itu melepaskan jewerannya


3 keponakannya pun tertawa melihat ontynya dijewer begitu


"sejak kapan?" tanya maggie melotot pada tata.


"sejak awal ke perancis mih" jawab tata takut takut. takut dijewer lagi


"anak hebat, kau bener bener duplikasi papimu, mami bangga padamu. cuma ingat utamakan keluargamu" tata mengangguk


"mi.. ko vin.. ini black card mami dan ko vin. tata kembalikan. uangnya tak pernah tata sentuh sejak diberikan dulu sampai sekarang" tata menyerahkan dua kartu hitam dimeja


"VR adalah milik papi, kita sebagai pewaris memiliki saham masing masing, tiap bulan dan tiap tahun aku hanya mengirim hakmu dan hak irell sesuai saham kalian masing masing sebagai pewaris, jadi simpanlah karena itu punya kalian" ucap vin


"Kalian anak papi, mami hanya menjalankan perusahaan papi, dan mami kirim pada kalian sesuai hak waris kalian bertiga, kau simpanlah buat anakmu kelak.. kecuali kau berniat dicoret dari KK" ledek maggie


tata segera tersenyum dan menyimpan kembali kartunya itu didompet mininya dan menyimpannya didalam tasnya


"kau sultan sekarang, kau nanti sore traktir aku makan bakso lapangan tenis di rodz mall" todong irell, tata langsung menatapnya datar


"pertama aku hari ini mau tanda tangan beberapa dokumen dikantor, lalu meeting bersama team baruku yang batu tiba dari eropah. kedua..."


tata mengeluarkan dompetnya dan memperlihatkan isinya, hanya beberapa lembar uang merah tak sampai sejuta dan satu atm silver


"aku sudah tak kerja di RS, jadi aku tak ada gaji pokok lagi di atm ini, jadi aku harus berhemat agar uang didalam cukup sampai aku bekerja lagi. aku tak bisa mentraktirmu jie" jawab tata datar "kau saja yang traktir aku" irell menatapnya datar


"kau dengar ya .." irell juga mengeluarkan dompetnya lalu menunjukkan uang didalam yang tak seberapa dan sebuah atm silver.


"aku bekerja di RS dan gajiku di atm ini aku hatus memakainya berdua dengan carter, aku harus berhemat supaya isinya mencukupi, apa kau paham?" tanya irell


"ko jason ada memberi uang tunjangan cukup besar padamu tiap bulan dan saham perusahaannya untuk carter, bagaimana kau bisa memakai gajimu berdua dengan carter hah?"


"memangnya suamimu tak memberimu uang tiap bulannya kepadamu?" tanya irell


"dia tak memberi padaku, hanya kadang memeriksa dompetku dan mengisi beberapa lembar uang merah, sisanya dia tiap bulan mengisi di black card. apa mungkin beli bakso bayar pake black card?" tanya tata


"memangnya uang jason yang di kirim di black card bisa dipakai bayar gesek di tukang bakso?" tanya irell balik .


audi daritadi melihat adik iparnya berdebat tapi tak berani ikut bicara karena dia merasa kedua iparnya cukup kaya sampai tak layak berdebat karena dua porsi bakso