Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 66 - Ngidam



"Kau gila?" tanya irell tajam


"Ya aku gila sampai jatuh pada pesona kalian kakak beradik" jawab derrick.


brice dan brian memasang wajah tak suka pada derrick


"Bawa irell masuk keruang keluarga, dia hamil tak baik berdiri lama" perintah carnell , brian mengangguk


"Brice bersama mereka pah" ijin brice , carnell mengangguk.


"Derrick elda duduklah" carnell sengaja memisahkan keponakannya dengan anaknya yang merasa tak nyaman akibat ulah keponakannya itu .


"Aku mau telepon brenda dan mengajaknya jalan jalan" ucap tata sambil mengambil ponselnya.


"kau tak bisa kemana mana, kau baru sembuh, nanti malam kita masih harus keluar bersama abraham" tegas brice. tata mencebik.


"ajaklah dia untuk ngobrol kesini" brice memberi tawaran. tata mengangguk. brice segera menelpon adiknya


"kalian mau makan dengan abraham?" tanya irell. tata mengangguk "kau mau ikut jie, ke geranium" tawar tata


irell menatap brian , brian mengangguk "kita pergi nanti malam ke geranium" jawab irell pada adiknya


"aku mau makan bakso lapangan tenis" pinta irell "aku akan membelinya untukmu" jawab brian


"aku mau makan ditempat" rengek irell. brian menatapnya datar . tata hanya diam. ia tak mau memcampuri urusan iparnya


"beli bawa pulang atau tidak sama sekali, hari ini hari libur, mall sangat ramai. aku tak mau terjadi apa apa denganmu dan anakku" tegas brian galak. irell segera diam .. matanya berkaca kaca


brice dan tata tak berani berkomentar karena itu ranah kekuasaan brian


"awas anakmu ileran bro" ledek zav yang baru masuk dan bergabung bersama mereka


"bakso lapangan tenis ada di ruko dekat rodz hospital, tak perlu ke mall, kita bisa kesana" saran zav sambil duduk disofa


"haloo semua, aku rindu kalian" ucap brenda sambil merebah diri di bahu zav setelah mencium pipi tata dan irell . dia heran semua orang menatap brian


"ada apa ini?" tanyanya


"kakak ipar minta bakso lapangan tenis, tak diijinkan oleh abang keduamu itu" ucap zav sambil memeluk istrinya, brenda ikut menatap brian horor


"baiklah ayo kita makan bakso" ajak brian mengalah. irell langsung tersenyum bahagia. brenda dan tata langsung bangkit


"ayo pergi .. tapi tata yang bayar hari ini, bayiku mau ditraktir onty tata" ucap irell dengan wajah tanpa dosa. tata langsung duduk kembali dan bersandar pada bahu suaminya. brice segera memeluknya


irell langsung berkaca kaca memeluk brian. "ada apa lagi?" tanya brian heran


"iya kenapa lagi?" tanya brenda bingung


"ehh sepertinya masalah pembayaran, sawsaw irell mau sawsaw tata yang bayar.. sudahlah honey saja yang bayar ya" ucap


zav pada istrinya. brenda mengangguk. irell malah menangis terisak.


semua menatap ke tata, tata mendengus membuang muka, brian menatap brice datar.


"jangan tanya aku, aku tak ikut campur uang istriku, jangan sampai gara gara bakso, malam ini aku diusir istriku dari kamar" brice memeluk istri kecilnya yang masih membuang muka , ia tak berani ikut campur karena tadi pagi mereka baru baikan. tak lucu kalau gara gara bakso istri galaknya marah lagi padanya


brian memijat pelipisnya , zav mengirimkan pesan pada brian melalui ponselnya. brian yang membaca segera membuka aplikasi online


"ko brice aku mau bicara" ajak brian mengajak abangnya menjauh. tak lama mereka kembali . brice membisikkan sesuatu ditelinga istrinya


"ayo kita makan, aku yang traktir keponakanku jie" ajak tata antusias . irell langsung berhenti menangis. mereka segera berangkat setelah pamitan pada orangtua dan tamu mereka


"irell ngidam ditraktir bakso oleh tata, ini kami mau berangkat, mama mau?" tanya brice


"kalian pergilah, kami dirumah saja" carnell yg menjawab . 6 orang itu segera berangkat.


"pah.. mana mungkin tata yang traktir ya?" ucap elda . carnell mengangguk. "tak mungkin brice yang bayar.. bisa ngamuk istrinya" sambung elda


"3 anak kita punya akal membuat menantu kita membayar mah, biar saja mereka berkarya, ada sedikit drama dirumah baru rumah tak membosankan" tawa carnell


"mereka sering berdebat tentang pembayaran makanan?" tanya emilia yang sejak awal diam


"ahh tidak, hanya tata agak hemat, jadi ada sedikit drama lucu diantara anak uncle" jawab carnell


"irell juga super pelit, saat kuliah dulu dia tak pernah memakai uangnya " sambung derrick, elda tertegun


"kenapa bukan ko brice ko brian yang membayar?" tanya emilia lugu


"mereka takut bantal guling mereka dilempar keluar kamar oleh istri mereka" matilda yang menjawab. semua tertawa


"kenapa ko brice betah dengan istri pelit?" emilia menggerutu


"karena adanya istri pelit dia akan semakin kaya raya, mereka saling melengkapi" jawab derrick tertawa


***


"Makanlah sepuasmu jie" ajak tata karena irell sudah menghabiskan tiga mangkuk bakso tanpa mie.


"sayang sudahlah, kita makan yang lain lagi ya" bujuk brian.


"sebentar malam ada acara makan dengan abraham" tata mengingatkan


"honey aku mau jalan jalan ke restoran baby z" pinta irell. brian mengangguk.


setelah tata membayar makanan mereka. mereka segera ke resto baby z yang masih dalam proses renovasi.


"saw aku mau menyewa dua ruko sebelah bisa?" tanya zav


"tanya miel saja" jawab tata santai


"kau mau buka apa zav?" tanya brice


"baby z steak" kata zav


"kau sewalah 5 tahun, besok kau ke rumah akan kusediakan berkasnya" jawab brice , zav mengangguk


"kita buka baby z cafe saja didepan rs dawson" kata irell pada suaminya


"boleh juga, lama lama baby z jadi franchaise" kata brian tertawa


"nanti bayimu beri nama z juga" kata zav pada brian..


"lihat dulu ada arti yang bagus tidak" jawab brian


"brenda ada bibit gen kembar semoga kalian menjadi orangtua sikembar juga " kata tata.


"Amin" jawab brenda zav bersamaan


***